EXCL Rugi Rp716 Miliar Meski Pendapatan Naik Tajam
OtakOnline.com - Jakarta - EXCL rugi Rp716 miliar pada kuartal I-2026 meski pendapatan perusahaan justru tumbuh signifikan. Kondisi ini mengejutkan pasar karena peningkatan penjualan biasanya berbanding lurus dengan laba yang lebih baik.
PT XLSmart Telecom Tbk dengan kode saham EXCL mencatat rugi bersih sebesar Rp716,93 miliar. Angka ini berbalik dari posisi tahun sebelumnya yang masih membukukan laba Rp384,56 miliar pada kuartal I-2025.
Meski demikian, pendapatan perusahaan meningkat cukup kuat. Kenaikan beban operasional, terutama beban gaji dan penyusutan, menjadi faktor utama yang menekan kinerja keuangan perusahaan.
Pendapatan EXCL Naik Lebih dari 37 Persen
EXCL membukukan pendapatan sebesar Rp11,82 triliun sepanjang Januari hingga Maret 2026. Nilai ini naik 37,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan pendapatan tersebut menunjukkan bisnis telekomunikasi perusahaan masih tumbuh. Permintaan layanan data, internet, dan konektivitas tetap tinggi di tengah transformasi digital yang terus berlangsung.
Namun, kenaikan pendapatan belum mampu mengimbangi lonjakan biaya. Karena itu, perusahaan tetap mencatat kerugian pada awal tahun ini.
Beban Gaji dan Penyusutan Melonjak
Salah satu penyebab utama EXCL rugi Rp716 miliar adalah lonjakan beban operasional. Beban penyusutan tercatat naik 86,76 persen menjadi Rp5,36 triliun.
Kenaikan ini umumnya terkait dengan investasi infrastruktur, modernisasi jaringan, dan penggabungan aset yang meningkatkan nilai aset tetap perusahaan.
Selain itu, beban interkoneksi dan beban langsung lainnya juga naik 24,34 persen menjadi Rp1,18 triliun.
Beban Gaji Naik Sekitar 70 Persen
Beban karyawan turut meningkat tajam. Lonjakan ini diduga berkaitan dengan proses integrasi bisnis, penyesuaian organisasi, dan kebutuhan tenaga kerja tambahan.
Kenaikan beban gaji berdampak besar terhadap profitabilitas. Meskipun pendapatan meningkat, biaya yang melonjak membuat laba tergerus dan berubah menjadi rugi bersih.
Dampak ke Pergerakan Saham EXCL
Kinerja keuangan yang kurang menggembirakan berpotensi memengaruhi sentimen investor. Pelaku pasar biasanya mencermati apakah kerugian bersifat sementara atau merupakan tanda tekanan jangka panjang.
Jika beban tinggi berasal dari investasi dan integrasi bisnis, sebagian investor mungkin masih melihat prospek positif. Sebaliknya, jika efisiensi tidak segera tercapai, tekanan terhadap saham EXCL bisa berlanjut.
Di sisi lain, pertumbuhan pendapatan yang kuat menjadi sinyal bahwa bisnis inti perusahaan masih berjalan baik.
Strategi Perusahaan Menekan Biaya
Untuk memperbaiki kinerja, perusahaan kemungkinan akan fokus pada beberapa langkah berikut:
- Meningkatkan efisiensi operasional.
- Mengoptimalkan penggunaan infrastruktur jaringan.
- Menekan biaya interkoneksi.
- Mengintegrasikan sistem dan sumber daya.
- Meningkatkan pendapatan dari layanan data.
Langkah-langkah tersebut penting agar pertumbuhan pendapatan dapat menghasilkan laba yang lebih sehat pada kuartal berikutnya.
Prospek EXCL ke Depan
EXCL rugi Rp716 miliar memang menjadi perhatian investor. Namun, pertumbuhan pendapatan sebesar 37 persen menunjukkan perusahaan masih memiliki fondasi bisnis yang kuat.
Sektor telekomunikasi di Indonesia tetap menjanjikan. Kebutuhan internet, layanan cloud, dan konektivitas diperkirakan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.
Karena itu, pasar akan memantau apakah kenaikan beban pada kuartal pertama hanya bersifat sementara. Jika perusahaan berhasil mengendalikan biaya, kinerja keuangan EXCL berpotensi membaik pada semester kedua 2026.
Bagi investor, laporan ini menjadi pengingat bahwa pertumbuhan pendapatan tidak selalu langsung menghasilkan keuntungan. Efisiensi dan pengelolaan biaya tetap menjadi faktor utama dalam menentukan kesehatan keuangan perusahaan.

0 Komentar Untuk "EXCL Rugi Rp716 Miliar Meski Pendapatan Naik Tajam"
Posting Komentar