Harga Memori DDR5 Diprediksi Turun Mulai Semester II 2027
OtakOnline.com - Harga memori DDR5 kembali menjadi sorotan di tengah lonjakan permintaan chip kecerdasan buatan atau AI di pasar global. Kenaikan harga memori dalam beberapa bulan terakhir bahkan memengaruhi industri komputer pribadi hingga server pusat data.
Permintaan tinggi terhadap chip AI membuat produsen memori mengalihkan sebagian besar kapasitas produksinya ke high-bandwidth memory atau HBM. Akibatnya, pasokan DDR5 ikut menurun dan harga pasar melonjak tajam di berbagai negara.
Namun, kondisi tersebut diperkirakan tidak akan berlangsung selamanya. Mantan petinggi Samsung Electronics, Kye-hyun Kyung, memprediksi harga memori DDR5 akan mulai turun pada semester kedua 2027 karena ekspansi besar-besaran produksi chip memori di China.
Harga Memori DDR5 Naik Tajam Akibat Ledakan AI
Pasar memori global mengalami perubahan besar sejak industri AI berkembang pesat. Kebutuhan terhadap GPU dan server AI membuat permintaan HBM meningkat drastis dalam dua tahun terakhir.
HBM sendiri merupakan jenis memori berkecepatan tinggi yang digunakan pada chip AI modern. Karena keuntungan bisnis HBM sangat besar, produsen memori mulai mengalihkan jalur produksi dari DDR5 ke HBM.
Dampaknya langsung terasa pada harga memori DDR5. Berdasarkan data pasar di Jerman, harga DDR5 pada Mei 2026 tercatat melonjak hingga 414 persen dibanding Juli 2025.
Lonjakan tersebut membuat banyak perusahaan teknologi melakukan pembelian lebih awal. Apple dan Dell disebut meningkatkan pengiriman perangkat untuk mengantisipasi kenaikan biaya produksi akibat mahalnya harga memori.
Selain itu, pasar komputer pribadi juga terkena efek domino. Harga komponen yang terus naik membuat produsen harus menyesuaikan strategi distribusi dan stok produk.
China Disebut Jadi Faktor Penentu Penurunan Harga
Kye-hyun Kyung menyebut ekspansi agresif perusahaan China menjadi faktor utama yang bisa menurunkan harga memori DDR5 pada 2027.
Menurutnya, perusahaan chip China saat ini sedang memperbesar kapasitas produksi DRAM secara masif. Jika investasi tersebut berhasil meningkatkan output produksi, pasokan memori global akan kembali melimpah.
Ketika suplai meningkat, harga pasar biasanya ikut turun. Karena itu, Kyung memperkirakan tren mahalnya harga memori saat ini dapat mulai mereda pada semester kedua tahun depan.
Perusahaan China yang paling banyak dibicarakan adalah ChangXin Memory Technologies atau CXMT. Perusahaan tersebut mulai memperkuat posisinya di pasar DDR5 dan DRAM global.
Selain CXMT, ada pula Jiahe Jinwei yang mulai menunjukkan perkembangan signifikan di industri memori. Kehadiran pemain baru dari China dinilai mampu mengubah peta persaingan industri chip dunia.
Kapasitas Produksi Diprediksi Sentuh 6 Juta Wafer
Dalam forum National Academy of Engineering of Korea, Kyung mengutip data riset pasar yang memperkirakan kapasitas produksi memori global bisa mencapai enam juta wafer per bulan pada semester kedua 2027.
Angka tersebut menunjukkan peningkatan besar dibanding kapasitas saat ini. Jika target produksi tercapai, pasar diperkirakan akan mengalami surplus memori.
Meski begitu, Kyung mengingatkan bahwa investasi besar di industri chip tetap memiliki risiko tinggi. Produksi memori sangat bergantung pada keuntungan dari belanja modal AI atau AI capital expenditure.
Jika perusahaan teknologi besar mulai mengurangi investasi AI karena keuntungan tidak sesuai harapan, ekspansi produksi chip juga bisa melambat.
Samsung dan Korea Selatan Hadapi Tantangan Baru
Di sisi lain, Kyung menilai Korea Selatan perlu memperkuat daya saing industrinya agar tidak tertinggal dari Amerika Serikat dan China.
Ia menyoroti pentingnya pengembangan industri fabless chip atau perusahaan desain chip tanpa fasilitas produksi sendiri. Menurutnya, dominasi AS dan pertumbuhan China di sektor tersebut bisa menjadi ancaman serius bagi Korea Selatan.
Saat ini, Samsung Electronics dan SK hynix masih menjadi pemain utama di industri memori dunia. Namun, persaingan semakin ketat karena perusahaan China terus mengejar teknologi terbaru.
Selain itu, perang teknologi global juga membuat industri semikonduktor menjadi sektor strategis. Banyak negara mulai meningkatkan investasi demi mengurangi ketergantungan terhadap pemasok asing.
Karena itu, arah pasar memori dalam dua tahun ke depan diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan AI, investasi pusat data, dan kemampuan produksi China.
Dampak Penurunan Harga Memori DDR5 Bagi Konsumen
Jika prediksi penurunan harga memori DDR5 benar terjadi, konsumen berpotensi mendapatkan keuntungan besar.
Berikut beberapa dampak yang mungkin dirasakan pasar:
Harga laptop dan PC gaming bisa menjadi lebih murah.
Biaya upgrade RAM DDR5 diperkirakan turun.
Harga server pusat data dapat lebih stabil.
Produsen perangkat elektronik bisa meningkatkan margin keuntungan.
Pasokan komponen komputer menjadi lebih mudah didapat.
Namun, kondisi pasar tetap bergantung pada permintaan AI global. Jika industri AI terus tumbuh sangat cepat, harga memori masih bisa bertahan tinggi lebih lama.
Sementara itu, konsumen dan pelaku industri kini menunggu bagaimana strategi perusahaan memori besar menghadapi ekspansi agresif dari China dalam beberapa tahun mendatang.
.webp)
0 Komentar Untuk "Harga Memori DDR5 Diprediksi Turun Mulai Semester II 2027"
Posting Komentar