Instagram Hapus Enkripsi Chat, Privasi Pengguna Jadi Sorotan
OtakOnline.com - Instagram hapus enkripsi chat secara global mulai Mei 2026. Kebijakan baru ini memicu perdebatan besar soal privasi pengguna dan keamanan anak di internet.
Keputusan tersebut menjadi perubahan arah besar dari perusahaan induknya, Meta. Sebelumnya, Meta dikenal sebagai salah satu perusahaan teknologi yang paling aktif mendorong penggunaan sistem end-to-end encryption atau E2EE di layanan pesan digital.
Namun kini, fitur pesan super privat itu resmi dihentikan di Instagram. Akibatnya, Meta dapat mengakses isi direct message atau DM pengguna, termasuk foto, video, hingga pesan suara yang sebelumnya terlindungi penuh.
Instagram Hapus Enkripsi Chat Setelah Tujuh Tahun Pengembangan
Meta pertama kali mengumumkan ambisi menghadirkan sistem E2EE pada 2019. Saat itu, CEO Meta, Mark Zuckerberg, bahkan menyebut masa depan komunikasi digital adalah privasi.
Teknologi E2EE memungkinkan hanya pengirim dan penerima pesan yang dapat membaca isi percakapan. Bahkan penyedia layanan seperti Meta tidak dapat melihat isi pesan tersebut.
Meta kemudian berhasil menerapkan sistem itu secara penuh di Facebook Messenger pada 2023. Setelah itu, perusahaan mulai menghadirkannya sebagai fitur opsional di Instagram.
Namun, rencana menjadikan fitur tersebut sebagai sistem default akhirnya dibatalkan. Instagram kini hanya menggunakan sistem enkripsi standar seperti kebanyakan layanan email dan media sosial lainnya.
Perubahan itu diketahui setelah Meta memperbarui syarat dan ketentuan Instagram pada Maret 2026. Dalam pembaruan tersebut disebutkan bahwa pesan terenkripsi end-to-end tidak lagi didukung mulai 8 Mei 2026.
Selain itu, pengguna yang memiliki percakapan terdampak diminta mengunduh data penting jika ingin menyimpannya.
Alasan Meta Menghapus Sistem E2EE di Instagram
Meta menyebut rendahnya jumlah pengguna yang mengaktifkan fitur menjadi alasan utama penghentian layanan tersebut.
Karena fitur itu bersifat opsional, banyak pengguna tidak pernah mengaktifkannya. Di sisi lain, analis teknologi menilai alasan tersebut tidak sepenuhnya sederhana.
Pakar keamanan siber dari Gresham College, Victoria Baines, menilai keputusan ini bisa berkaitan dengan strategi bisnis Meta yang kini semakin fokus pada kecerdasan buatan atau AI.
Menurutnya, data percakapan pengguna memiliki nilai tinggi untuk pengembangan model AI dan sistem iklan tertarget.
Namun begitu, Instagram sebelumnya pernah menegaskan bahwa isi DM pengguna tidak digunakan untuk melatih AI perusahaan.
Di sisi lain, Meta juga menolak memberikan penjelasan lebih detail terkait keputusan besar tersebut. Kepala Instagram, Adam Mosseri, juga tidak memberikan wawancara resmi mengenai perubahan kebijakan ini.
Apa Dampaknya bagi Pengguna Instagram?
Dengan dihapusnya E2EE, Meta kini memiliki akses lebih luas terhadap isi pesan pengguna. Hal itu mencakup:
Pesan teks pribadi
Foto dan video dalam DM
Voice note atau pesan suara
File media lainnya
Meski tetap menggunakan enkripsi standar, sistem tersebut tidak seaman E2EE. Penyedia layanan internet maupun platform dapat mengakses data tertentu bila diperlukan.
Karena itu, banyak aktivis privasi menilai langkah ini sebagai kemunduran besar dalam perlindungan data digital.
Kelompok Perlindungan Anak Mendukung Kebijakan Baru
Meski menuai kritik, keputusan Instagram hapus enkripsi chat justru mendapat dukungan dari sejumlah organisasi perlindungan anak.
Lembaga asal Inggris, NSPCC, termasuk yang paling vokal mendukung langkah Meta. Mereka menilai teknologi E2EE selama ini menyulitkan pihak berwenang mendeteksi kasus eksploitasi dan grooming anak secara online.
Perwakilan NSPCC, Rani Govender, mengatakan sistem pesan super privat dapat dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk menyembunyikan aktivitas ilegal mereka.
Karena itu, penghentian fitur dinilai membantu proses pengawasan dan perlindungan anak di ruang digital.
Namun, kelompok pemerhati privasi memiliki pandangan berbeda. Organisasi Big Brother Watch menyebut langkah Meta berbahaya bagi keamanan data pengguna, termasuk anak-anak.
Menurut mereka, E2EE justru menjadi salah satu cara terbaik melindungi data pribadi dari penyalahgunaan dan kebocoran.
Masa Depan Privasi Digital di Media Sosial
Keputusan Instagram hapus enkripsi chat dinilai dapat memengaruhi arah industri media sosial secara global.
Selama beberapa tahun terakhir, tren penggunaan E2EE terus meningkat di berbagai platform komunikasi digital.
Berikut layanan yang saat ini masih menggunakan E2EE:
WhatsApp
Signal
Facebook Messenger
Apple iMessage
Google Messages
Sementara itu, beberapa platform lain masih menerapkannya secara terbatas.
Telegram misalnya, menyediakan fitur tersebut sebagai opsi tambahan. X atau Twitter juga memiliki sistem serupa, meski kerap dikritik belum memenuhi standar keamanan industri.
Snapchat dan Discord bahkan sebelumnya berencana memperluas penggunaan E2EE pada layanan mereka.
Namun perubahan sikap Meta membuat banyak pengamat khawatir tren perlindungan privasi digital mulai melambat.
Apalagi sebelumnya TikTok juga mengumumkan tidak memiliki rencana menghadirkan E2EE untuk pesan langsung pengguna.
Karena itu, sejumlah analis percaya teknologi pesan super privat kemungkinan hanya akan bertahan kuat di aplikasi khusus komunikasi seperti WhatsApp dan Signal.
Privasi Pengguna Kini Jadi Perdebatan Baru
Kebijakan terbaru Meta kembali membuka perdebatan lama antara keamanan publik dan privasi digital.
Di satu sisi, pemerintah dan organisasi perlindungan anak ingin platform digital lebih mudah diawasi demi mencegah kejahatan online.
Namun di sisi lain, aktivis privasi menilai akses perusahaan terhadap pesan pribadi pengguna bisa membuka risiko penyalahgunaan data.
Selain itu, kekhawatiran terhadap penggunaan data untuk pengembangan AI juga semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Kini, pengguna Instagram harus bersiap menghadapi perubahan besar dalam cara platform tersebut menangani percakapan pribadi mereka.

0 Komentar Untuk "Instagram Hapus Enkripsi Chat, Privasi Pengguna Jadi Sorotan"
Posting Komentar