AS Izinkan Penjualan Minyak Iran, Selat Hormuz Kembali Dibuka
OtakOnline.com - AS izinkan penjualan minyak Iran menjadi kabar penting bagi pasar energi dunia setelah Washington dan Teheran mencapai kemajuan dalam perundingan yang berlangsung di Swiss. Kesepakatan tersebut membuka kembali peluang ekspor minyak Iran yang sempat terganggu akibat konflik di kawasan Timur Tengah.
Pemerintah Amerika Serikat memberikan lisensi sementara selama 60 hari yang mengizinkan produksi, pengiriman, dan penjualan minyak Iran hingga 21 Agustus 2026. Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, melalui unggahan di media sosial X pada Senin (22/6/2026).
Keputusan tersebut juga disertai dengan pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang selama beberapa bulan terakhir menjadi sumber kekhawatiran pasar global karena ancaman gangguan distribusi minyak.
AS Izinkan Penjualan Minyak Iran Selama 60 Hari
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengatakan lisensi umum sementara diterbitkan sebagai bagian dari kerangka kesepakatan yang dicapai dalam perundingan antara delegasi Amerika Serikat dan Iran di Swiss.
Izin itu memungkinkan Iran kembali memproduksi dan menjual minyaknya ke pasar internasional. Namun, kebijakan tersebut hanya berlaku selama 60 hari dan dapat diperpanjang jika kedua negara mencapai perkembangan positif dalam negosiasi lanjutan.
Wakil Presiden AS, JD Vance, menyebut pembicaraan dengan Iran menghasilkan kemajuan besar. Menurutnya, kedua pihak mulai menemukan titik temu dalam sejumlah isu yang sebelumnya menjadi penghambat hubungan diplomatik.
Selain itu, Iran juga dikabarkan sepakat menerima kembali inspektur dari International Atomic Energy Agency (IAEA) untuk melakukan pengawasan terhadap program nuklirnya.
Selat Hormuz Kembali Dibuka dan Lalu Lintas Mulai Pulih
Pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi salah satu poin penting dalam kesepakatan terbaru antara Washington dan Teheran. Iran disebut berkomitmen menjaga kebebasan pelayaran di jalur strategis tersebut.
Sebelumnya, Iran sempat mengklaim menutup Selat Hormuz. Namun, Komando Pusat AS atau CENTCOM menegaskan bahwa jalur tersebut tidak pernah benar-benar ditutup secara total.
Selama konflik berlangsung, lalu lintas kapal di Selat Hormuz mengalami penurunan tajam. Serangan terhadap kapal dagang menyebabkan banyak perusahaan pelayaran menghindari kawasan tersebut.
Padahal, sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz. Gangguan di jalur ini langsung memengaruhi harga energi dan meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi global.
Data perusahaan pelacakan kapal Kpler menunjukkan jumlah kapal yang melintas mulai meningkat setelah penandatanganan memorandum of understanding (MoU) pada 17 Juni 2026.
Meski demikian, jumlah transit kapal masih jauh dari kondisi normal. Sebelum konflik, lebih dari 100 kapal per hari melintasi Selat Hormuz. Sementara saat ini, jumlahnya masih berada di bawah angka tersebut.
Kapal Tanker Iran Mulai Beroperasi Lagi
Setelah Angkatan Laut AS mencabut blokade terhadap pelabuhan dan wilayah pesisir Iran pekan lalu, kapal-kapal tanker super milik Iran mulai kembali beroperasi.
Beberapa kapal yang sebelumnya mematikan sistem pelacakan kini kembali mengaktifkan transponder dan meninggalkan Teluk Persia dengan membawa muatan minyak.
Perkembangan ini menjadi sinyal positif bagi pasar energi karena ekspor minyak Iran diperkirakan kembali meningkat dalam beberapa pekan mendatang.
Ekspor Minyak Iran Berpeluang Pulih
Sebelum blokade diberlakukan pada April 2026, Iran mampu mengekspor lebih dari 1,5 juta barel minyak per hari. Sebagian besar pengiriman tersebut ditujukan ke China.
Namun, setelah pembatasan diberlakukan, ekspor Iran merosot tajam hingga sekitar 260 ribu barel per hari pada Mei.
Dengan adanya keputusan bahwa AS izinkan penjualan minyak Iran, produksi dan ekspor negara tersebut diprediksi perlahan kembali normal.
Para analis menilai peningkatan pasokan minyak dari Iran dapat membantu meredakan tekanan harga minyak dunia. Selain itu, pasar energi global juga memperoleh kepastian bahwa salah satu jalur pelayaran terpenting kembali dapat digunakan.
Iran Gratiskan Transit Selat Hormuz Selama 60 Hari
Kesepakatan terbaru juga mewajibkan Iran memberikan akses pelayaran tanpa biaya atau toll free di Selat Hormuz selama 60 hari.
Kebijakan ini bertujuan memulihkan kepercayaan pelaku industri pelayaran dan mempercepat normalisasi distribusi minyak dunia.
Setelah masa tersebut berakhir, Iran dijadwalkan menggelar pembicaraan dengan Oman dan negara-negara Teluk mengenai mekanisme pengelolaan Selat Hormuz ke depan.
Beberapa poin yang kemungkinan dibahas meliputi:
Sistem pengelolaan jalur pelayaran internasional.
Mekanisme keamanan kapal dagang.
Potensi penerapan tarif pelayaran pada masa mendatang.
Upaya menjaga stabilitas pasokan energi global.
Kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran ini dinilai menjadi perkembangan positif di tengah ketegangan geopolitik yang sempat mengguncang pasar energi dunia. Jika proses negosiasi berjalan lancar, bukan tidak mungkin kerja sama yang lebih luas akan terbentuk dan memberikan dampak positif bagi perekonomian global.
.webp)
0 Komentar Untuk "AS Izinkan Penjualan Minyak Iran, Selat Hormuz Kembali Dibuka"
Posting Komentar