IHSG Melemah, PKPK Akuisisi DPAL Rp890 M Jadi Sorotan
OtakOnline.com - IHSG melemah pada penutupan perdagangan akhir pekan setelah kembali turun ke bawah level psikologis 5.900. Tekanan jual yang masih berlangsung membuat mayoritas saham bergerak di zona merah, meski beberapa saham berkapitalisasi besar mampu menahan penurunan indeks.
Sentimen negatif juga datang dari aksi jual investor asing yang masih berlanjut. Kondisi tersebut membuat pergerakan pasar saham domestik belum mampu keluar dari tekanan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Di tengah pelemahan pasar, sejumlah emiten tetap mencuri perhatian. Salah satunya adalah PT Paragon Karya Perkasa Tbk (PKPK) yang mengumumkan rencana akuisisi perusahaan pelayaran dengan nilai transaksi mencapai Rp890 miliar. Selain itu, PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) juga menyiapkan aksi korporasi melalui rights issue.
IHSG Melemah, Investor Asing Masih Lakukan Aksi Jual
IHSG melemah 1,72 persen pada penutupan perdagangan Jumat hingga berada di level 5.896,13. Penurunan tersebut terjadi setelah mayoritas saham mengalami tekanan jual sepanjang sesi perdagangan.
Meski demikian, beberapa saham perbankan masih menjadi penopang indeks. Saham BBCA, BBRI, dan BHAT menjadi kontributor utama yang membantu menahan penurunan lebih dalam. Sebaliknya, saham BREN, EMAS, dan BRMS menjadi penyumbang terbesar pelemahan IHSG.
Data perdagangan menunjukkan investor asing masih melakukan jual bersih sebesar Rp302,24 miliar di pasar reguler. Jika dihitung secara keseluruhan, nilai jual bersih asing mencapai Rp537,25 miliar.
Selain itu, pelemahan terjadi hampir di seluruh sektor. Sebanyak 10 dari 11 sektor ditutup di zona merah. Sektor basic industry menjadi sektor dengan penurunan terdalam, yaitu mencapai 5 persen.
Sementara itu, sektor keuangan menjadi satu-satunya sektor yang mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan tipis sebesar 0,03 persen.
Bursa Global dan Aktivitas Perdagangan Ikut Melambat
Tekanan pasar tidak hanya terjadi di Indonesia. Bursa saham Amerika Serikat juga ditutup bervariasi dengan kecenderungan melemah.
Indeks Dow Jones turun 0,09 persen. Di sisi lain, S&P 500 terkoreksi 0,05 persen, sedangkan Nasdaq melemah 0,24 persen.
Menjelang pencatatan enam emiten baru pada awal Juli, aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia juga mengalami perlambatan. Rata-rata volume transaksi mingguan turun 26,01 persen.
Selain itu, rata-rata nilai transaksi mingguan ikut berkurang sebesar 29,13 persen. Kondisi tersebut menunjukkan pelaku pasar masih memilih menunggu kepastian arah pasar sebelum meningkatkan aktivitas transaksi.
Di sisi lain, ETF Indonesia atau EIDO turun sebesar 0,59 persen. Sementara itu, indeks MSCI Indonesia bergerak relatif stabil dengan penurunan tipis 0,07 persen.
PKPK Akuisisi DPAL Rp890 Miliar
Perhatian investor turut tertuju pada rencana aksi korporasi PT Paragon Karya Perkasa Tbk (PKPK). Perseroan berencana mengakuisisi PT Deli Pratama Angkutan Laut (DPAL) dari Resources Global Development Limited dengan nilai transaksi sekitar Rp890 miliar.
Akuisisi tersebut mencakup pembelian 6.125 saham Seri A atau sekitar 50,52 persen dari total saham Seri A DPAL. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat integrasi bisnis batu bara melalui sinergi antara anak usaha PT Tri Oetama Persada dan armada logistik DPAL.
Apabila transaksi selesai dilakukan, total aset PKPK diperkirakan meningkat menjadi sekitar Rp2,28 triliun. Sebelumnya, nilai aset perusahaan berada di kisaran Rp627,92 miliar.
Peningkatan aset tersebut didukung tambahan 67 armada kapal yang terdiri dari:
Tug boat.
Barge.
Bulk carrier.
Namun, liabilitas perusahaan juga diperkirakan meningkat menjadi sekitar Rp1,42 triliun. Kenaikan tersebut berasal dari pencatatan utang afiliasi sebesar Rp890 miliar serta tambahan utang kepada pihak ketiga.
Prospek Saham PKPK
Secara teknikal, saham PKPK masih diperdagangkan di atas rata-rata pergerakan EMA 21. Selain itu, indikator stochastic juga menunjukkan arah yang mulai bergerak naik sehingga masih menjadi perhatian pelaku pasar.
YOII Siapkan Rights Issue
Selain PKPK, PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) juga mengumumkan rencana Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I).
Perseroan akan menerbitkan maksimal 684,94 juta saham baru dengan harga pelaksanaan Rp100 per saham. Jika seluruh saham terserap, perusahaan berpotensi memperoleh dana sekitar Rp68,49 miliar.
Dana hasil rights issue akan digunakan untuk beberapa kebutuhan perusahaan, yaitu:
Sekitar 90 persen untuk kegiatan pemasaran.
Pengembangan platform digital.
Penguatan aplikasi perusahaan.
Infrastruktur data center.
Web hosting.
Keamanan sistem.
Pengembangan sumber daya manusia.
YOII menetapkan rasio HMETD sebesar 5:1. Karena itu, pemegang saham yang tidak menggunakan haknya berpotensi mengalami dilusi kepemilikan hingga 16,67 persen.
Salah satu pemegang saham, Qoala Technology, menyatakan akan melaksanakan seluruh haknya dalam aksi korporasi tersebut. Langkah ini menjadi sinyal dukungan terhadap rencana pengembangan bisnis perseroan.
Prospek Pasar Saham
IHSG melemah di tengah tekanan jual investor asing dan sentimen global yang belum sepenuhnya membaik. Meskipun begitu, aktivitas korporasi sejumlah emiten menunjukkan dunia usaha masih tetap melakukan ekspansi.
Karena itu, pelaku pasar diperkirakan akan terus mencermati perkembangan ekonomi global, arus dana asing, serta aksi korporasi emiten dalam beberapa pekan ke depan. Faktor-faktor tersebut berpotensi menentukan arah pergerakan IHSG pada awal Juli, terutama setelah proses pencatatan emiten baru di Bursa Efek Indonesia dimulai.
.webp)
0 Komentar Untuk "IHSG Melemah, PKPK Akuisisi DPAL Rp890 M Jadi Sorotan"
Posting Komentar