OJK Akui IHSG Merah Terus, Pasar Modal RI Perlu Perbaikan
OtakOnline.com - OJK IHSG merah terus menjadi sorotan setelah Otoritas Jasa Keuangan mengakui kondisi pasar saham Indonesia memerlukan pembenahan secara menyeluruh. Pelemahan yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir dinilai tidak biasa dan harus segera dicari penyebab utamanya agar kepercayaan investor dapat kembali pulih.
Kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga akhir Juni 2026 masih berada di zona merah. Sementara sejumlah bursa saham regional mulai menunjukkan pemulihan, pasar modal Indonesia justru masih menghadapi tekanan yang cukup besar.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi dalam acara di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/6/2026). Menurutnya, pelemahan yang terus terjadi menjadi sinyal bahwa terdapat persoalan yang harus segera dibenahi bersama.
OJK IHSG Merah Terus Jadi Alarm Perbaikan Pasar Modal
Hasan Fawzi mengatakan bahwa kondisi OJK IHSG merah terus tidak bisa dianggap sebagai hal yang normal. Menurutnya, pelemahan berkepanjangan menjadi tanda bahwa terdapat faktor mendasar yang perlu mendapat perhatian serius.
Ia menyampaikan bahwa apabila pasar saham terus berada di zona merah, maka regulator wajib mencari akar persoalannya. Karena itu, OJK bersama Bursa Efek Indonesia, Self Regulatory Organization (SRO), dan seluruh pemangku kepentingan akan melakukan berbagai langkah perbaikan secara bertahap dan berkelanjutan.
Selain itu, Hasan menegaskan bahwa pasar modal kini memasuki era baru. Dalam kondisi tersebut, kepercayaan investor menjadi aset yang paling penting bagi keberlangsungan industri keuangan.
Menurutnya, membangun kembali kepercayaan membutuhkan transparansi, pengawasan yang kuat, serta penyediaan informasi yang akurat kepada masyarakat. Dengan demikian, investor dapat mengambil keputusan investasi secara lebih rasional.
Pasar Modal Didorong Kembali Menjadi Sumber Pembiayaan Nasional
Hasan menjelaskan bahwa perubahan kondisi ekonomi global membuat cara dunia memandang risiko ikut berubah. Dampaknya juga dirasakan oleh Indonesia yang saat ini sedang menjalankan berbagai agenda pembangunan nasional.
Karena itu, pasar modal diharapkan kembali memainkan peran strategis sebagai sumber pembiayaan jangka panjang. Kehadiran pasar modal yang sehat dinilai mampu membantu pembentukan modal untuk mendukung pembangunan nasional.
Selain itu, pasar modal juga diharapkan menjadi pusat investasi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan. Peran tersebut dinilai semakin penting di tengah meningkatnya kebutuhan pembiayaan berbagai proyek strategis.
Meskipun begitu, upaya mengembalikan fungsi tersebut memerlukan kolaborasi seluruh pelaku industri. OJK menilai perbaikan tidak dapat dilakukan oleh regulator saja, melainkan membutuhkan dukungan emiten, investor, perusahaan sekuritas, hingga pelaku pasar lainnya.
Langkah yang menjadi fokus perbaikan
Beberapa fokus yang akan terus didorong regulator antara lain:
- Memperkuat kepercayaan investor.
- Meningkatkan transparansi informasi.
- Mendorong perbaikan pasar secara berkelanjutan.
- Memperkuat fungsi pasar modal sebagai sumber pembiayaan.
- Memberikan edukasi kepada investor pemula.
Jumlah Emiten dan Investor Terus Bertambah
Di tengah tekanan yang terjadi pada IHSG, OJK mencatat perkembangan positif dari sisi jumlah perusahaan tercatat maupun investor.
Hingga 26 Juni 2026, jumlah perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia telah mencapai 957 emiten. Angka tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan sekitar 440 emiten pada tahun 2011.
Sementara itu, jumlah investor pasar modal juga terus mengalami peningkatan. Hingga saat ini tercatat sekitar 28,81 juta investor telah terdaftar. Bahkan sepanjang tahun 2026, jumlah investor tumbuh sekitar 41,45 persen secara year to date.
Namun, Hasan mengingatkan bahwa mayoritas investor baru merupakan investor pemula dengan usia yang relatif muda. Kondisi tersebut menjadi tanggung jawab besar bagi regulator untuk memastikan mereka memperoleh informasi yang benar, tervalidasi, dan berimbang.
Selain edukasi, perlindungan investor juga menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia. Oleh sebab itu, penguatan literasi keuangan akan terus menjadi salah satu prioritas OJK.
IHSG Masih Tertekan Sepanjang Tahun 2026
Tekanan terhadap IHSG masih menjadi tantangan utama pasar modal Indonesia. Sepanjang Juni 2026, indeks tercatat turun sekitar 7,9 persen.
Sementara itu, secara year to date, pelemahan IHSG telah mencapai sekitar 35,49 persen. Pada penutupan perdagangan Selasa (30/6/2026), IHSG berada di level 5.643,19 atau turun 177,6 poin setara 3,05 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Penurunan tersebut menjadi perhatian regulator karena terjadi saat beberapa pasar saham regional mulai menunjukkan pemulihan. Karena itu, OJK menilai momentum ini harus dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi sekaligus memperkuat fondasi pasar modal nasional.
Ke depan, regulator berharap berbagai langkah pembenahan yang dilakukan mampu meningkatkan kepercayaan investor domestik maupun asing. Dengan pasar modal yang lebih sehat, stabil, dan transparan, diharapkan IHSG dapat kembali mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia yang terus berkembang.
.webp)
0 Komentar Untuk "OJK Akui IHSG Merah Terus, Pasar Modal RI Perlu Perbaikan"
Posting Komentar