Dana Pensiun Pasangan Lansia Amerika Tembus Rp18,5 Miliar
Temuan tersebut berasal dari analisis Investopedia terhadap data pemerintah federal Amerika Serikat. Studi itu menghitung kebutuhan tabungan pasangan berusia 65 tahun ke atas dengan mempertimbangkan pengeluaran tahunan, manfaat Social Security, hingga biaya hidup di masing-masing wilayah.
Selain besarnya tabungan, lokasi tempat pensiun juga menjadi faktor penting. Pasangan dengan jumlah aset yang sama bisa memiliki kualitas hidup berbeda hanya karena memilih negara bagian yang memiliki biaya hidup lebih tinggi atau lebih rendah.
Dana Pensiun Pasangan Lansia Amerika Capai US$1,16 Juta
Berdasarkan analisis terbaru, pasangan pensiunan di Amerika Serikat membutuhkan rata-rata sekitar US$1,16 juta atau setara sekitar Rp18,5 miliar agar dapat menikmati masa pensiun dengan nyaman.
Angka tersebut merupakan rata-rata nasional yang dihitung dari seluruh 50 negara bagian serta Washington, D.C. Meski demikian, kebutuhan dana tidak sama di setiap wilayah.
Di negara bagian dengan biaya hidup paling rendah seperti North Dakota, pasangan cukup memiliki tabungan sekitar US$800.000. Sementara itu, pasangan yang ingin pensiun di New Jersey atau Hawaii membutuhkan dana hingga US$1,33 juta.
Perbedaan tersebut mencapai lebih dari US$500.000, sehingga menunjukkan bahwa lokasi pensiun berpengaruh besar terhadap kebutuhan finansial seseorang.
Jika dihitung per individu, kebutuhan rata-rata sekitar US$579.000. Nilai ini sekitar 35 persen lebih rendah dibanding kebutuhan pensiunan tunggal yang mencapai sekitar US$898.000.
Hal itu terjadi karena pasangan dapat berbagi biaya tempat tinggal, tagihan utilitas, serta pengeluaran rumah tangga lainnya. Selain itu, mereka juga menerima dua manfaat Social Security.
Pengeluaran Tahunan Pasangan Pensiunan
Analisis tersebut memperkirakan pasangan berusia 65 tahun ke atas menghabiskan sekitar US$84.000 setiap tahun.
Jumlah ini lebih tinggi dibanding pengeluaran pensiunan tunggal yang rata-rata sekitar US$60.000 per tahun.
Namun, angka tersebut bukan hanya untuk kebutuhan pokok. Biaya itu juga mencakup gaya hidup yang lebih nyaman, seperti bepergian, makan di restoran, menikmati hiburan, dan aktivitas rekreasi lainnya.
Sementara itu, besarnya pengeluaran tidak berubah meski sumber manfaat Social Security pasangan berbeda. Yang membedakan adalah besarnya pendapatan yang diterima dari program jaminan sosial tersebut.
Peran Social Security dalam Membiayai Pensiun
Social Security masih menjadi sumber pemasukan utama bagi sebagian besar pensiunan di Amerika Serikat.
Rata-rata pasangan menerima manfaat sekitar US$37.700 setiap tahun. Jumlah tersebut mampu menutup sekitar 45 persen dari total pengeluaran tahunan mereka.
Artinya, masih terdapat kekurangan sekitar US$46.000 yang harus dipenuhi melalui tabungan pribadi atau investasi.
Perhitungan kebutuhan dana tersebut menggunakan aturan 4 persen (4% rule). Aturan ini menyebut seseorang dapat menarik sekitar 4 persen dari total dana pensiun setiap tahun agar tabungan tetap bertahan dalam jangka panjang.
Dengan metode tersebut, kebutuhan tabungan pasangan rata-rata mencapai US$1,16 juta.
Status Penerima Manfaat Berpengaruh
Selain lokasi tempat tinggal, status penerima manfaat Social Security juga memengaruhi besarnya tabungan yang harus dipersiapkan.
Pasangan yang sama-sama memiliki riwayat pekerjaan dan memperoleh manfaat penuh membutuhkan dana pensiun lebih rendah.
Mereka diperkirakan menerima sekitar US$47.400 per tahun dari Social Security. Dengan pendapatan tersebut, kebutuhan tabungan turun menjadi sekitar US$916.000.
Sebaliknya, pasangan yang hanya mengandalkan satu pencari nafkah akan menerima manfaat lebih kecil. Akibatnya, jumlah tabungan yang harus dipersiapkan menjadi lebih besar.
Karena itu, riwayat pekerjaan kedua pasangan turut menentukan kesiapan finansial saat memasuki masa pensiun.
Mengapa Lokasi Menjadi Faktor Penting?
Lokasi tempat tinggal setelah pensiun ternyata memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kebutuhan dana.
Negara bagian dengan biaya hidup tinggi umumnya memiliki harga rumah, pajak properti, layanan kesehatan, dan kebutuhan sehari-hari yang lebih mahal.
Sebaliknya, wilayah dengan biaya hidup rendah memungkinkan pasangan menikmati kualitas hidup yang sama dengan jumlah tabungan lebih kecil.
Beberapa faktor yang paling memengaruhi kebutuhan dana pensiun meliputi:
Biaya tempat tinggal dan pajak properti.
Harga layanan kesehatan serta asuransi.
Pengeluaran makanan dan transportasi.
Tarif listrik, air, serta utilitas lainnya.
Inflasi dan biaya hidup di masing-masing negara bagian.
Karena itu, banyak perencana keuangan menyarankan agar calon pensiunan mempertimbangkan lokasi tempat tinggal jauh sebelum memasuki masa pensiun.
Kesimpulan
Dana pensiun pasangan lansia Amerika tidak hanya dipengaruhi oleh jumlah tabungan, tetapi juga oleh lokasi tempat tinggal dan manfaat Social Security yang diterima.
Rata-rata pasangan membutuhkan sekitar US$1,16 juta untuk menikmati masa pensiun yang nyaman. Namun, angka tersebut bisa turun menjadi sekitar US$916.000 apabila kedua pasangan memperoleh manfaat penuh dari Social Security.
Di sisi lain, pasangan yang memilih tinggal di negara bagian dengan biaya hidup tinggi harus menyiapkan dana jauh lebih besar dibanding mereka yang pensiun di wilayah dengan biaya hidup rendah.
Oleh sebab itu, perencanaan sejak dini menjadi kunci utama. Menabung secara konsisten, memaksimalkan manfaat Social Security, dan memilih lokasi pensiun yang sesuai kemampuan finansial dapat membantu pasangan menikmati masa tua dengan lebih tenang dan sejahtera.
.webp)
0 Komentar Untuk "Dana Pensiun Pasangan Lansia Amerika Tembus Rp18,5 Miliar"
Posting Komentar