Harga RAM dan NAND Diprediksi Tetap Mahal, PC Gaming Terancam Naik

OtakOnline.com - Berlin, JermanHarga RAM dan NAND diperkirakan tidak akan kembali ke level normal dalam waktu dekat. Peringatan tersebut disampaikan Lenovo yang menilai industri memori kini memasuki fase baru akibat tingginya permintaan komponen untuk teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).


Harga RAM dan NAND Diprediksi Tetap Mahal, PC Gaming Terancam Naik

Kondisi tersebut menjadi perhatian besar bagi industri teknologi. Pasalnya, memori DRAM dan NAND merupakan komponen utama yang digunakan pada PC, laptop, smartphone, hingga konsol game modern.

Selain itu, dampaknya diperkirakan akan dirasakan langsung oleh konsumen. Harga perangkat gaming maupun komputer baru berpotensi terus meningkat jika biaya produksi komponen memori tetap tinggi dalam beberapa tahun ke depan.

Harga RAM dan NAND Diprediksi Jadi Normal Baru

Lenovo menyampaikan pandangan tersebut dalam ajang ISC 2026. Executive Director Infrastructure Solutions Group Lenovo EMEA, Martin Hiegl, mengatakan harga DRAM dan NAND Flash kemungkinan besar tidak akan kembali seperti sebelum krisis pasokan yang terjadi sekitar satu tahun terakhir.

Menurutnya, kapasitas produksi memang diperkirakan mulai meningkat pada 2028. Namun, kondisi itu belum tentu membuat harga memori kembali murah.

Sebaliknya, industri diperkirakan akan memasuki era baru. Harga memori yang lebih tinggi justru berpotensi menjadi standar baru bagi produsen perangkat elektronik.

Karena itu, perusahaan teknologi mulai menyesuaikan strategi bisnis mereka agar tetap mampu menjaga keuntungan di tengah biaya produksi yang terus meningkat.

Permintaan AI Menjadi Penyebab Utama

Lonjakan penggunaan teknologi AI menjadi faktor terbesar di balik kenaikan harga memori.

Produsen semikonduktor kini lebih fokus memproduksi High Bandwidth Memory (HBM). Komponen tersebut banyak digunakan pada server AI dan pusat data yang menawarkan margin keuntungan lebih tinggi.

Akibatnya, kapasitas produksi untuk DRAM dan NAND yang digunakan pada perangkat konsumen menjadi lebih terbatas.

Selain itu, meningkatnya investasi perusahaan teknologi dalam pengembangan AI membuat permintaan memori terus melonjak. Sementara itu, pasokan belum mampu mengejar pertumbuhan kebutuhan tersebut.

Kondisi inilah yang menyebabkan Harga RAM dan NAND diperkirakan tetap tinggi dalam jangka panjang.

Dampak Harga RAM dan NAND bagi Gamer

Kenaikan harga memori mulai memberikan dampak nyata terhadap industri gaming.

Microsoft sebelumnya telah mengumumkan kenaikan harga Xbox Series X. Langkah tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana mahalnya komponen mulai memengaruhi harga jual perangkat.

Di sisi lain, berbagai produsen perangkat keras juga mengakui bahwa biaya produksi semakin meningkat.

Apabila harga DRAM dan NAND terus bertahan tinggi, harga PC gaming rakitan diperkirakan ikut mengalami kenaikan.

Pengguna yang ingin membeli laptop gaming baru juga kemungkinan harus menyiapkan anggaran lebih besar dibanding beberapa tahun lalu.

Sony dan Produsen Lain Mulai Mengubah Strategi

Fenomena ini turut memengaruhi strategi bisnis sejumlah perusahaan besar.

Sony sebelumnya mengisyaratkan tidak lagi ingin menjual konsol terbaru dengan skema merugi seperti generasi sebelumnya.

Beberapa laporan juga menyebut biaya produksi PlayStation generasi berikutnya meningkat akibat mahalnya komponen penting, termasuk DRAM dan SSD.

Selain itu, produsen laptop maupun desktop kini mulai melakukan penyesuaian harga agar mampu menutupi biaya produksi yang terus naik.

Meski begitu, persaingan antarprodusen diperkirakan tetap berlangsung ketat sehingga inovasi perangkat tidak akan berhenti.

Apa Dampaknya bagi Konsumen?

Kondisi ini membuat calon pembeli perlu mempertimbangkan waktu yang tepat sebelum membeli perangkat baru.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Harga PC gaming berpotensi terus meningkat.
  • Laptop baru kemungkinan mengalami penyesuaian harga.
  • Konsol generasi berikutnya diperkirakan dijual lebih mahal.
  • Biaya upgrade RAM dan SSD dapat ikut naik.
  • Merakit komputer baru membutuhkan anggaran lebih besar.
  • Pantau promo apabila berencana membeli perangkat dalam waktu dekat.

Selain itu, pengguna yang sudah memiliki perangkat dengan spesifikasi tinggi mungkin tidak perlu terburu-buru melakukan upgrade.

Strategi tersebut dapat membantu menghemat pengeluaran hingga kondisi pasar kembali lebih stabil.

Prospek Industri Memori Beberapa Tahun Mendatang

Lenovo memperkirakan kapasitas produksi memori memang akan meningkat dalam beberapa tahun mendatang.

Namun, peningkatan produksi bukan berarti harga otomatis kembali murah.

Permintaan terhadap komponen AI diprediksi terus tumbuh hingga akhir dekade ini. Karena itu, produsen memori akan tetap memprioritaskan segmen yang memberikan keuntungan lebih tinggi.

Di sisi lain, pasar perangkat konsumen diperkirakan tetap memperoleh pasokan. Hanya saja, harga komponen kemungkinan bertahan di atas rata-rata sebelum krisis.

Kesimpulan

Prediksi Lenovo mengenai Harga RAM dan NAND menjadi sinyal penting bagi industri teknologi dan para gamer. Tingginya permintaan memori untuk kebutuhan AI membuat harga DRAM dan NAND berpotensi bertahan pada level tinggi dalam jangka panjang.

Dampaknya tidak hanya dirasakan produsen komputer, tetapi juga konsumen yang ingin membeli laptop, merakit PC gaming, atau memiliki konsol generasi terbaru.

Meski kapasitas produksi diperkirakan meningkat mulai 2028, harga murah kemungkinan tidak akan kembali seperti sebelumnya. Oleh karena itu, calon pembeli disarankan mempertimbangkan kebutuhan dan anggaran sebelum memutuskan membeli perangkat baru.

0 Komentar Untuk "Harga RAM dan NAND Diprediksi Tetap Mahal, PC Gaming Terancam Naik"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel