IHSG Bisa Kembali ke 9.000, Boy Thohir Tetap Optimistis
OtakOnline.com - Jakarta – IHSG Bisa Kembali ke 9.000 menjadi keyakinan sejumlah pelaku usaha besar meski pasar saham Indonesia masih berada dalam tekanan sepanjang 2026. Optimisme itu muncul karena fundamental ekonomi nasional dinilai tetap solid dan memiliki peluang mendorong pemulihan pasar modal.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memang masih bergerak jauh di bawah rekor tertingginya yang sempat menyentuh level 9.174,47 pada pertengahan 2026. Meski demikian, sejumlah tokoh bisnis percaya kondisi tersebut hanya bersifat sementara.
Sementara itu, pergerakan IHSG pada perdagangan Jumat (10/7) menunjukkan sinyal positif. Menjelang penutupan sesi pertama, indeks menguat tipis 0,12% ke level 5.918,47. Walaupun demikian, secara tahunan IHSG masih tercatat melemah hingga 31,54%.
Boy Thohir Optimistis IHSG Bisa Kembali ke 9.000
Presiden Komisaris PT Alamtri Resources Indonesia Tbk, Garibaldi "Boy" Thohir, menyampaikan keyakinannya bahwa pasar saham Indonesia masih memiliki ruang untuk bangkit. Menurutnya, sejarah menunjukkan IHSG pernah mengalami berbagai siklus sebelum akhirnya kembali mencetak kenaikan signifikan.
Boy menilai rekam jejak pasar modal Indonesia menjadi alasan utama munculnya optimisme tersebut. Dalam beberapa periode sebelumnya, indeks saham sempat mengalami tekanan. Namun, setelah itu IHSG mampu bangkit bahkan meningkat berkali-kali lipat.
Ia menjelaskan bahwa investor sebaiknya tidak hanya melihat kondisi jangka pendek. Pergerakan pasar saham selalu dipengaruhi berbagai faktor, termasuk sentimen global dan kondisi ekonomi domestik.
Karena itu, Boy percaya peluang pemulihan masih terbuka lebar apabila stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga. Menurutnya, pengalaman masa lalu menjadi bukti bahwa pasar modal Indonesia memiliki daya tahan yang kuat.
Selain itu, ia juga menilai kepercayaan investor akan meningkat apabila berbagai kebijakan pendukung dari pemerintah terus diperkuat.
Fundamental Perusahaan Dinilai Masih Sangat Baik
Boy Thohir menegaskan bahwa kondisi fundamental emiten di Bursa Efek Indonesia masih tergolong sehat. Banyak perusahaan tetap mencatatkan kinerja operasional yang baik meski pasar sedang mengalami tekanan.
Menurutnya, kekuatan fundamental tersebut menjadi modal penting bagi pemulihan IHSG dalam beberapa waktu mendatang.
Selain itu, Boy mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap pengembangan pasar modal nasional. Ia berharap berbagai kebijakan yang mendukung investasi dapat terus ditingkatkan.
Dengan iklim investasi yang semakin kondusif, minat investor domestik maupun asing diperkirakan akan kembali meningkat. Dampaknya, likuiditas pasar saham juga berpotensi membaik.
Di sisi lain, stabilitas sektor keuangan Indonesia masih menjadi salah satu faktor yang memberikan rasa percaya diri kepada pelaku pasar.
Anindya Bakrie Yakin IHSG Akan Cetak Rekor Baru
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN), Anindya Bakrie, turut menyampaikan pandangan optimistis mengenai masa depan pasar saham Indonesia.
Menurutnya, IHSG bukan hanya mampu kembali ke level normal. Bahkan, dalam jangka waktu sekitar tiga tahun, indeks diperkirakan dapat melampaui rekor tertinggi sebelumnya.
Anindya menilai kekuatan ekonomi Indonesia masih sangat menjanjikan. Oleh sebab itu, fluktuasi pasar yang terjadi saat ini tidak mencerminkan kondisi ekonomi nasional secara keseluruhan.
Ia juga mengatakan bahwa berbagai informasi negatif atau noise yang beredar sering kali membuat pelaku pasar menjadi lebih berhati-hati. Namun, data ekonomi justru menunjukkan kondisi yang relatif stabil.
Karena itu, ia mengajak investor untuk melihat kondisi berdasarkan data fundamental, bukan semata-mata sentimen jangka pendek.
Data Ekonomi Jadi Alasan Optimisme Pasar
Optimisme terhadap peluang IHSG Bisa Kembali ke 9.000 tidak lepas dari sejumlah indikator ekonomi yang masih menunjukkan hasil positif.
Beberapa faktor yang menjadi perhatian antara lain:
Pertumbuhan ekonomi Indonesia rata-rata sekitar 5% dalam tujuh tahun terakhir.
Inflasi tetap terjaga di kisaran 1% hingga 2%.
Penambahan lapangan kerja mencapai sekitar 800 ribu pada kuartal I-2026.
Fundamental perusahaan di pasar modal dinilai masih sehat.
Dukungan pemerintah terhadap pasar modal terus berlanjut.
Menurut Anindya, kombinasi indikator tersebut menunjukkan bahwa fondasi ekonomi Indonesia masih cukup kuat untuk menopang pertumbuhan investasi.
Meskipun pasar saham masih menghadapi tantangan global, kondisi domestik dinilai memberikan ruang bagi proses pemulihan secara bertahap.
Prospek IHSG Masih Bergantung pada Sentimen dan Fundamental
Perjalanan IHSG menuju level 9.000 tentu tidak akan berlangsung secara instan. Pasar saham tetap dipengaruhi berbagai faktor eksternal, mulai dari kondisi ekonomi dunia, kebijakan suku bunga global, hingga pergerakan arus modal asing.
Namun, apabila fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga, peluang kenaikan indeks masih terbuka. Selain itu, meningkatnya kepercayaan investor dapat menjadi katalis penting bagi penguatan pasar modal.
Di sisi lain, investor tetap disarankan memperhatikan risiko investasi dan tidak hanya mengandalkan optimisme pasar. Analisis terhadap kondisi perusahaan dan perkembangan ekonomi tetap menjadi langkah penting sebelum mengambil keputusan investasi.
Meski begitu, pernyataan Boy Thohir dan Anindya Bakrie memberikan sinyal bahwa kalangan pelaku usaha masih menaruh kepercayaan besar terhadap prospek pasar modal Indonesia. Dengan dukungan fundamental ekonomi yang stabil serta kebijakan pemerintah yang mendukung investasi, peluang IHSG Bisa Kembali ke 9.000 dinilai masih terbuka dalam beberapa tahun mendatang.
.webp)
0 Komentar Untuk "IHSG Bisa Kembali ke 9.000, Boy Thohir Tetap Optimistis"
Posting Komentar