Komdigi Siapkan Lelang Frekuensi 900 MHz Tahun Ini

OtakOnline.com - JakartaKomdigi siapkan lelang frekuensi 900 MHz sebagai agenda lanjutan setelah menyelesaikan seleksi pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz. Langkah ini menjadi bagian dari roadmap pemerintah untuk memperkuat infrastruktur digital nasional sekaligus memenuhi kebutuhan kapasitas jaringan yang terus meningkat.


Komdigi Siapkan Lelang Frekuensi 900 MHz Tahun Ini

Pemerintah menargetkan proses pemanfaatan pita 900 MHz dapat dimulai pada tahun ini. Di sisi lain, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) juga mempercepat kajian penggunaan pita frekuensi 3,5 GHz yang diproyeksikan menjadi salah satu fondasi utama pengembangan jaringan 5G di Indonesia.

Rencana tersebut menunjukkan penataan spektrum nasional masih terus berlanjut. Setelah pemanfaatan pita 1,4 GHz pada 2025 serta seleksi pita 700 MHz dan 2,6 GHz pada 2026, pemerintah kini menyiapkan tahapan berikutnya agar transformasi digital berjalan lebih cepat dan merata.

Komdigi Siapkan Lelang Frekuensi 900 MHz Tahun Ini

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan penyelesaian seleksi pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz bukan menjadi akhir dari penataan spektrum nasional. Pemerintah akan terus melanjutkan roadmap pengelolaan frekuensi agar kebutuhan layanan telekomunikasi dapat terpenuhi seiring meningkatnya penggunaan internet dan layanan digital.

Menurut Meutya, pemerintah berharap proses pemanfaatan pita frekuensi 900 MHz dapat segera dimulai. Bahkan, proses lelang ditargetkan bisa berlangsung pada tahun ini apabila seluruh tahapan persiapan berjalan sesuai rencana.

"Insya Allah ke depan, persis ketika ini selesai, kita juga akan mempersiapkan proses pemanfaatan frekuensi di 900 MHz. Mudah-mudahan lelang dapat dimulai di tahun ini juga," ujarnya di kantor Kementerian Komunikasi dan Digital.

Pita frekuensi 900 MHz dinilai memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan kualitas jaringan seluler. Selain itu, spektrum ini juga dapat dimanfaatkan untuk memperluas cakupan layanan di berbagai wilayah, termasuk daerah yang masih membutuhkan peningkatan kualitas konektivitas.

Sementara itu, pemerintah terus memastikan setiap tahapan penataan spektrum dilakukan secara bertahap agar pemanfaatannya dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat maupun industri telekomunikasi.

Blok Kosong 900 MHz Berasal dari Pengembalian Spektrum XLSmart

Rencana pemanfaatan pita 900 MHz tidak lepas dari tersedianya blok frekuensi kosong setelah proses merger XL Axiata dan Smartfren menjadi XLSmart.

Sebagai informasi, terdapat blok kosong sebesar 2 x 7,5 MHz atau total 15 MHz yang dikembalikan ke negara. Spektrum tersebut berasal dari kesepakatan merger kedua operator dan saat ini masih dalam proses pengembalian oleh XLSmart kepada pemerintah.

Ketersediaan blok frekuensi ini membuka peluang bagi pemerintah untuk mengoptimalkan kembali pemanfaatan spektrum. Karena itu, proses lelang diharapkan mampu meningkatkan efisiensi penggunaan frekuensi sekaligus memperkuat kualitas layanan telekomunikasi nasional.

Selain mendukung kapasitas jaringan, penataan spektrum juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menghadapi pertumbuhan trafik data yang terus meningkat setiap tahun.

Kajian Frekuensi 3,5 GHz Dipercepat untuk Jaringan 5G

Selain Komdigi siapkan lelang frekuensi 900 MHz, pemerintah juga mulai mempercepat kajian pemanfaatan pita frekuensi 3,5 GHz.

Band 3,5 GHz selama ini dikenal sebagai salah satu spektrum ideal untuk pengembangan jaringan 5G. Spektrum tersebut mampu menyediakan bandwidth yang lebih besar dibandingkan pita frekuensi rendah sehingga dapat mendukung layanan internet berkecepatan tinggi dan latensi rendah.

Namun, Meutya Hafid menegaskan pemerintah belum menetapkan jadwal pelelangan pita frekuensi tersebut. Saat ini, Komdigi masih menyusun kajian secara menyeluruh terkait peruntukan serta mekanisme pemanfaatannya.

Kajian tersebut diperlukan karena pita 3,5 GHz masih digunakan untuk layanan satelit. Oleh sebab itu, pemerintah harus memastikan proses migrasi maupun pengaturannya tidak mengganggu layanan yang sudah berjalan.

"Waktunya, kalau untuk 3,5 GHz masih kita pikirkan sambil menunggu kajian lengkapnya, terkhusus yang terkait dengan peruntukan band tersebut dan pemanfaatannya," kata Meutya.

Meskipun begitu, pemerintah memastikan pembahasan mengenai spektrum tersebut terus berjalan agar Indonesia memiliki kesiapan dalam mempercepat implementasi teknologi 5G pada masa mendatang.

Hasil Seleksi Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

Sebelumnya, Komdigi telah menetapkan pemenang seleksi pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz.

Untuk pita 700 MHz, hasil seleksi menetapkan:

  • XLSmart memperoleh bandwidth 30 MHz dengan nilai penawaran Rp1,0602 triliun.
  • Telkomsel memperoleh bandwidth 20 MHz dengan nilai penawaran Rp642,5 miliar.
  • Indosat memperoleh bandwidth 20 MHz dengan nilai penawaran Rp507,48 miliar.

Sementara itu, pada seleksi pita 2,6 GHz:

  • Telkomsel memperoleh bandwidth 80 MHz dengan nilai penawaran Rp545,84 miliar.
  • Indosat memperoleh bandwidth 60 MHz dengan nilai penawaran Rp372 miliar.
  • XLSmart memperoleh bandwidth 50 MHz dengan nilai penawaran Rp231,6 miliar.

Hasil seleksi tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas jaringan nasional. Selain meningkatkan kualitas layanan internet, alokasi spektrum baru diharapkan mampu mendukung percepatan transformasi digital di berbagai sektor.

Ke depan, Komdigi siapkan lelang frekuensi 900 MHz sebagai tahapan lanjutan dalam roadmap pengelolaan spektrum nasional. Sementara itu, kajian terhadap pita 3,5 GHz akan menjadi langkah strategis untuk menyiapkan fondasi jaringan 5G yang lebih kuat sehingga kebutuhan konektivitas masyarakat dan industri dapat terus terpenuhi pada masa mendatang.

0 Komentar Untuk "Komdigi Siapkan Lelang Frekuensi 900 MHz Tahun Ini"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel