Anwar Bashori Dorong Daerah Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi

OtakOnline.com, Jakarta - Anwar Bashori berkomitmen menjadikan daerah sebagai mesin pertumbuhan ekonomi jika terpilih sebagai Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

Anwar Bashori Dorong Daerah Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Komitmen tersebut disampaikan Anwar dalam agenda uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test bersama Komisi XI DPR. Agenda itu berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026).

Anwar membawa sejumlah agenda strategis dengan tema "Dedikasi untuk Negeri, Integritas Tanpa Batas". Ia menilai kekuatan ekonomi Indonesia perlu dibangun dari seluruh wilayah, bukan hanya dari pusat pertumbuhan tertentu.

Daerah sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Anwar menilai daerah memiliki potensi besar untuk menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru. Karena itu, potensi tersebut perlu didorong agar berkembang menjadi aktivitas ekonomi dan investasi yang nyata.

Menurutnya, perekonomian nasional akan semakin kuat ketika sumber pertumbuhan tersebar di berbagai daerah. Pemerataan tersebut juga dapat memperkuat fondasi ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.

"Daerah sebagai mesin pertumbuhan ekonomi. Indonesia akan semakin kuat ketika sumber-sumber pertumbuhan terakselerasi di seluruh daerah," ujar Anwar dalam fit and proper test calon Deputi Gubernur BI.

Ia menyebut upaya pemerintah melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) perlu terus dikonsolidasikan. Selain itu, koordinasi dengan berbagai pihak juga dibutuhkan untuk mengoptimalkan potensi daerah.

Menurut Anwar, kolaborasi dengan 45 Kantor Perwakilan Wilayah Dalam Negeri (KPWDN) juga dapat memperkuat upaya tersebut. Sinergi itu diharapkan mampu mendorong potensi lokal menjadi realisasi investasi.

Dengan demikian, daerah tidak hanya menjadi penerima manfaat pertumbuhan ekonomi. Daerah juga diharapkan mampu menjadi penggerak baru bagi perekonomian nasional.

Anwar Bashori Dorong UMKM Tembus Pasar Global

Selain mengembangkan potensi daerah, Anwar juga menaruh perhatian pada ekonomi kerakyatan. Salah satu sektor yang dinilai memiliki peluang besar adalah usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM.

Indonesia memiliki jumlah UMKM yang besar. Namun, kontribusi sektor tersebut terhadap ekspor nasional masih dinilai perlu ditingkatkan.

Anwar mencatat kontribusi UMKM terhadap ekspor Indonesia saat ini baru sekitar 15%. Karena itu, peningkatan daya saing menjadi salah satu agenda yang ingin didorong.

"Cukup banyak UMKM di Indonesia, namun ada catatan kecil di sana, kontribusi terhadap ekspor kita ternyata masih 15%," jelasnya.

Menurut dia, UMKM perlu memiliki kemampuan yang lebih kuat untuk memasuki pasar global. Peningkatan kualitas produk menjadi salah satu faktor penting dalam proses tersebut.

Selain itu, pelaku UMKM juga membutuhkan ekosistem yang mendukung kegiatan usaha. Akses pasar, pembiayaan, teknologi, serta sistem pembayaran dapat menjadi bagian penting dari penguatan daya saing.

Anwar berharap UMKM tidak hanya mengandalkan pasar domestik. Dengan penguatan kapasitas dan daya saing, sektor tersebut dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian Indonesia.

Perkuat Ekonomi Syariah dan Sistem Pembayaran

Agenda berikutnya yang disoroti Anwar adalah penguatan sektor ekonomi dan keuangan syariah. Ia melihat sektor tersebut memiliki potensi besar untuk menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Indonesia saat ini memiliki ekosistem halal yang cukup besar. Anwar menyebut Indonesia berada di posisi keempat dalam ekosistem halal dunia.

Potensi tersebut dinilai masih dapat dikembangkan lebih jauh. Penguatan industri halal dapat membuka peluang baru bagi pelaku usaha, termasuk UMKM.

Di sisi lain, pengembangan ekonomi syariah juga dapat memperluas sumber pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan masyarakat menjadi penting.

Anwar juga menyatakan komitmen untuk memperkuat sistem pembayaran yang berdaulat. Sistem pembayaran menjadi bagian penting dalam aktivitas ekonomi yang semakin terdigitalisasi.

Penguatan sistem tersebut diharapkan dapat mendukung transaksi ekonomi yang aman, efisien, dan mudah diakses. Dengan begitu, aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan lebih lancar.

Dorong SDM Kompeten dan Profesional

Tidak hanya berfokus pada sektor ekonomi, Anwar juga menempatkan sumber daya manusia atau SDM sebagai bagian dari agenda strategisnya.

Ia berkomitmen mendorong SDM yang kompeten, profesional, dan memiliki akhlak mulia. Menurutnya, kualitas manusia menjadi salah satu fondasi penting untuk menghadapi tantangan ekonomi ke depan.

Agenda tersebut juga dikaitkan dengan target Indonesia Emas 2045. Anwar menilai target tersebut membutuhkan fondasi ekonomi dan kelembagaan yang kuat.

Kepercayaan juga menjadi perhatian utama. Menurutnya, kebijakan ekonomi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjaga kepercayaan terhadap institusi.

"Dedikasi untuk negeri memastikan, setiap kebijakan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," kata Anwar.

Sementara itu, integritas dinilai menjadi landasan penting dalam menjalankan tugas sebagai bagian dari otoritas moneter. Kepercayaan masyarakat terhadap BI, rupiah, dan perekonomian nasional perlu terus dijaga.

Agenda Strategis untuk Pertumbuhan Ekonomi

Secara keseluruhan, Anwar membawa sejumlah fokus jika nantinya mendapat kepercayaan sebagai Deputi Gubernur BI. Agenda tersebut mencakup penguatan daerah, UMKM, ekonomi syariah, sistem pembayaran, serta kualitas SDM.

Beberapa fokus utama yang disampaikan Anwar meliputi:

  • Menjadikan daerah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.

  • Mendorong potensi daerah menjadi realisasi investasi.

  • Meningkatkan daya saing UMKM untuk menembus pasar global.

  • Memperkuat ekonomi dan ekosistem syariah.

  • Mendorong sistem pembayaran yang berdaulat.

  • Mengembangkan SDM yang kompeten dan profesional.

  • Menjaga integritas serta kepercayaan terhadap Bank Indonesia dan rupiah.

Meskipun begitu, pelaksanaan agenda tersebut membutuhkan koordinasi lintas sektor. Pemerintah pusat dan daerah perlu bekerja bersama agar berbagai potensi ekonomi dapat berkembang secara optimal.

Di sisi lain, BI memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi sesuai kewenangannya. Karena itu, sinergi kebijakan menjadi faktor yang tidak dapat dipisahkan.

Anwar menegaskan tema "Dedikasi untuk Negeri, Integritas Tanpa Batas" menjadi landasan dalam menjalankan agenda tersebut. Ia ingin setiap kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Integritas tanpa batas menjadi landasan agar kepercayaan terhadap Bank Indonesia, rupiah, dan perekonomian Indonesia senantiasa terjaga," pungkasnya.

Dengan agenda tersebut, Anwar menempatkan pemerataan sumber pertumbuhan sebagai salah satu perhatian utama. Daerah, UMKM, ekonomi syariah, sistem pembayaran, dan SDM menjadi bagian dari strategi yang ditawarkan untuk memperkuat ekonomi Indonesia menuju 2045.

0 Komentar Untuk "Anwar Bashori Dorong Daerah Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel