Bursa Mineral Dibentuk, Indonesia Siapkan Harga Acuan Sendiri

OtakOnline.com - Jakarta - Pemerintah menyiapkan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis mulai 2027. Kebijakan ini bertujuan menciptakan harga acuan komoditas Indonesia sendiri.

Bursa Mineral Dibentuk, Indonesia Siapkan Harga Acuan Sendiri

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah akan menjalankannya melalui transformasi sejumlah sektor strategis.

Rencana Bursa Mineral juga mendapat dukungan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah menargetkan bursa tersebut mulai beroperasi pada 1 Januari 2027.

Bursa Mineral Jadi Strategi Ekonomi 2027

Airlangga menjelaskan pemerintah menyiapkan strategi mesin pertumbuhan untuk tahun 2027. Strategi tersebut akan diarahkan pada transformasi sektor ekonomi yang memiliki nilai tambah tinggi.

Menurut Airlangga, strategi pertama mencakup reformasi sektor bernilai tinggi. Beberapa sektor yang menjadi perhatian adalah digitalisasi, produksi semikonduktor, dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Sementara itu, strategi kedua berfokus pada revitalisasi sektor yang dinilai memiliki daya tahan kuat. Pertanian dan energi menjadi bagian dari sektor tersebut.

Dalam strategi kedua inilah pemerintah akan membangun Bursa Mineral dan Komoditas Strategis. Kehadiran bursa diharapkan membuat Indonesia memiliki harga referensi sendiri.

“Termasuk pendirian bursa komoditas mineral. Indonesia mempunyai harga sendiri sebagai reference price,” ujar Airlangga.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers APBN dan Nota Keuangan 2027. Acara berlangsung di Kantor Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Indonesia Ingin Punya Harga Referensi Sendiri

Rencana pembentukan Bursa Mineral berkaitan erat dengan posisi Indonesia sebagai produsen berbagai komoditas penting. Selama ini, sejumlah harga komoditas ditentukan oleh mekanisme pasar internasional.

Presiden Prabowo menilai kondisi tersebut perlu diperbaiki. Indonesia memiliki sumber daya alam yang besar, tetapi acuan harga komoditasnya masih banyak dipengaruhi pasar luar negeri.

Prabowo menyoroti posisi Indonesia sebagai salah satu produsen utama berbagai komoditas dunia. Komoditas tersebut antara lain kelapa sawit, nikel, timah, batu bara, kopi, dan karet.

Menurut Prabowo, kondisi ketika produsen tidak menentukan harga komoditasnya sendiri perlu dievaluasi. Pemerintah ingin Indonesia memiliki instrumen yang lebih kuat dalam pembentukan harga.

Prabowo mengatakan pemerintah tetap memahami mekanisme pasar yang berlaku. Namun, Indonesia dinilai perlu memiliki referensi harga yang mencerminkan kondisi komoditas nasional.

Karena itu, Bursa Mineral dan Komoditas Strategis akan diarahkan menjadi pusat pembentukan harga acuan. Pemerintah menyebut harga tersebut nantinya menjadi Indonesia Reference Price.

Target Bursa Mineral Beroperasi 1 Januari 2027

Presiden Prabowo menargetkan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis mulai beroperasi pada 1 Januari 2027. Target tersebut menjadi bagian dari langkah lanjutan pemerintah dalam memperkuat tata kelola perdagangan komoditas.

Bursa tersebut nantinya berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pengawasan diperlukan agar aktivitas perdagangan berjalan secara transparan dan sesuai aturan.

Prabowo juga meminta dukungan DPR RI untuk mempercepat pembentukan dasar hukum bursa. Pemerintah menargetkan ketentuan penyelenggaraan bursa dapat dibahas dan diterbitkan paling lambat 17 September 2026.

Target tersebut menjadi pekerjaan penting bagi pemerintah dalam beberapa bulan ke depan. Berbagai aspek regulasi dan mekanisme perdagangan harus disiapkan sebelum bursa mulai beroperasi.

Selain itu, pemerintah perlu memastikan sistem perdagangan dapat memberikan informasi harga secara kredibel. Data yang transparan akan menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan pelaku usaha.

Tiga Arah Strategi Pertumbuhan Ekonomi

Pembentukan Bursa Mineral merupakan bagian dari strategi ekonomi yang lebih luas. Pemerintah menyiapkan tiga arah utama untuk mendorong mesin pertumbuhan ekonomi pada 2027.

Beberapa fokus kebijakan tersebut meliputi:

  • Reformasi sektor bernilai tinggi seperti digitalisasi, semikonduktor, dan AI.

  • Revitalisasi sektor yang memiliki daya tahan, termasuk pertanian dan energi.

  • Peningkatan daya saing investasi dan ekspor melalui deregulasi serta optimalisasi perjanjian internasional.

Pemerintah juga akan mendorong pembentukan pusat finansial internasional. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi.

Di sisi lain, Airlangga menyebut kebijakan ekonomi 2027 akan ditopang empat faktor utama. Faktor tersebut menjadi dasar pemerintah dalam menjaga pertumbuhan sekaligus stabilitas ekonomi.

Empat faktor tersebut mencakup investasi yang atraktif, kepastian regulasi, stabilitas makroekonomi, dan perhitungan dampak APBN yang berkelanjutan.

Dengan kombinasi kebijakan tersebut, pemerintah ingin menciptakan iklim ekonomi yang lebih kompetitif. Reformasi perdagangan komoditas menjadi salah satu bagian penting dari agenda tersebut.

Dampak bagi Perdagangan Komoditas Indonesia

Jika berjalan sesuai target, Bursa Mineral dapat memberikan perubahan dalam perdagangan komoditas strategis. Salah satu manfaat yang diharapkan adalah tersedianya harga referensi yang berasal dari pasar Indonesia.

Kehadiran harga acuan nasional juga dapat meningkatkan transparansi perdagangan. Pelaku usaha memiliki referensi yang lebih jelas dalam melakukan transaksi komoditas.

Selain itu, bursa dapat memperkuat posisi Indonesia dalam rantai perdagangan komoditas global. Indonesia tidak hanya berperan sebagai produsen, tetapi juga memiliki instrumen pasar yang lebih kuat.

Namun, pembentukan bursa membutuhkan kesiapan regulasi dan infrastruktur. Pemerintah juga harus memastikan mekanisme perdagangan mampu mencerminkan kondisi pasar secara objektif.

Meskipun begitu, langkah tersebut menunjukkan arah baru kebijakan pemerintah terhadap komoditas strategis. Indonesia ingin meningkatkan kendali atas perdagangan sumber daya yang menjadi kekuatan ekonominya.

Pada akhirnya, Bursa Mineral dan Komoditas Strategis diharapkan menjadi instrumen penting bagi perekonomian nasional. Target beroperasi pada 1 Januari 2027 akan menjadi tahap awal dari reformasi perdagangan komoditas.

Jika seluruh persiapan berjalan sesuai rencana, Indonesia berpeluang memiliki Indonesia Reference Price untuk sejumlah komoditas utama. Kebijakan ini sekaligus menjadi upaya memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan komoditas dunia.

0 Komentar Untuk "Bursa Mineral Dibentuk, Indonesia Siapkan Harga Acuan Sendiri"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel