Hisense A10 Pro dan A10 Ultra Resmi Meluncur, Bawa Layar E Ink
Otakonline.com - Jakarta, Hisense resmi meluncurkan A10 Pro dan A10 Ultra, dua smartphone Android unik yang mengandalkan layar utama E Ink 6,13 inci untuk pengalaman membaca. -
Hisense A10 Pro dan A10 Ultra hadir dengan konsep yang berbeda dari smartphone Android pada umumnya. Layar utamanya menggunakan panel monokrom E Ink, sementara layar tambahan berwarna dapat dipasang di bagian belakang perangkat.
Konsep tersebut membuat kedua smartphone ini menawarkan dua pengalaman penggunaan. Pengguna bisa mengandalkan layar E Ink untuk membaca dengan lebih nyaman, kemudian memasang layar LCD ketika membutuhkan tampilan warna.
Kehadiran layar sekunder menjadi salah satu daya tarik utama perangkat ini. Namun, Hisense tidak hanya menawarkan desain unik. A10 Pro dan A10 Ultra juga membawa dukungan 5G, Android 16, NFC, wireless charging, serta sejumlah fitur modern lainnya.
Layar E Ink Jadi Andalan Hisense A10 Pro dan A10 Ultra
Layar utama Hisense A10 Pro dan A10 Ultra berukuran 6,13 inci. Panel yang digunakan adalah E Ink Carta 1300 dengan resolusi 1648 × 824 piksel.
Layar tersebut memiliki kepadatan 300 PPI. Untuk kebutuhan membaca, panel ini menyediakan 256 tingkat grayscale dan 36 tingkat front lighting.
Hisense juga membekali layar dengan teknologi E Ink T2000. Teknologi ini dirancang untuk mengurangi efek ghosting ketika tampilan pada panel berubah.
Penggunaan E Ink membuat perangkat ini memiliki karakter berbeda dibandingkan smartphone dengan layar LCD atau OLED. Layar monokrom tersebut lebih diarahkan untuk aktivitas membaca.
Dengan demikian, A10 Pro dan A10 Ultra dapat menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang sering membaca melalui smartphone. Konten seperti buku digital menjadi salah satu skenario penggunaan yang sesuai dengan karakter layar tersebut.
Layar LCD Warna Bisa Dipasang Secara Magnetis
Ketika pengguna membutuhkan tampilan berwarna, Hisense menyediakan layar LCD tambahan berukuran 4,96 inci. Aksesori ini dapat dipasang secara magnetis di bagian belakang smartphone.
Layar tambahan tersebut memberikan pengalaman yang lebih menyerupai smartphone konvensional. Pengguna dapat memakainya untuk sejumlah aktivitas yang membutuhkan tampilan warna.
Beberapa penggunaannya antara lain:
- Membuka media sosial.
- Melihat gambar dan foto.
- Membaca komik berwarna.
- Menonton video pendek.
- Menikmati konten lain yang membutuhkan tampilan warna.
Namun, layar sekunder ini memiliki keterbatasan. Pengguna tidak dapat menggunakannya secara wireless seperti layar sekunder OPPO Bubble pada Reno 16 Series.
Artinya, layar LCD tersebut harus dipasang secara fisik pada bagian belakang perangkat. Konsep ini memang sedikit berbeda dari aksesori layar sekunder yang dapat bekerja tanpa koneksi fisik langsung.
Meski begitu, pendekatan Hisense memberikan fleksibilitas. Pengguna dapat menentukan kapan membutuhkan layar monokrom dan kapan memerlukan layar berwarna.
Performa Didukung Snapdragon 4nm dan 5G
Hisense A10 Pro dan A10 Ultra menggunakan Qualcomm QCM6690 yang dibuat dengan proses fabrikasi 4nm. Chip tersebut juga mendukung konektivitas 5G.
Hisense turut menerapkan sistem pengelolaan konsumsi daya dan performa. Saat digunakan untuk membaca, sistem dapat menurunkan konsumsi daya.
Sebaliknya, performa dapat ditingkatkan ketika perangkat menjalankan aplikasi yang membutuhkan kemampuan lebih tinggi. Pendekatan tersebut selaras dengan konsep perangkat yang mengutamakan efisiensi.
Keduanya juga sudah menjalankan Android 16. Pengguna tetap dapat memasang aplikasi Android secara normal seperti pada smartphone Android lainnya.
Hal ini penting karena konsep layar E Ink tidak membuat A10 Pro dan A10 Ultra menjadi perangkat khusus untuk membaca saja. Pengguna tetap mendapatkan akses ke ekosistem aplikasi Android.
Baterai 4.000mAh dan Kamera 48MP
Untuk mendukung mobilitas, Hisense membekali A10 Pro dan A10 Ultra dengan baterai berkapasitas 4.000mAh.
Pengisian daya kabel mendukung daya 18W. Selain itu, tersedia pula wireless charging 15W.
Kombinasi tersebut membuat perangkat tidak hanya mengandalkan keunggulan layar E Ink. Hisense tetap memberikan fitur pengisian daya nirkabel yang semakin umum ditemukan pada perangkat kelas menengah hingga premium.
Untuk fotografi, kedua smartphone memiliki kamera utama 48MP. Kamera tersebut menjadi salah satu fitur utama yang tetap dipertahankan meskipun perangkat membawa konsep layar yang tidak biasa.
Fitur konektivitas dan pendukung lainnya juga cukup lengkap. Berikut sejumlah fitur yang tersedia:
- 5G.
- NFC.
- Infrared.
- Wi-Fi 6.
- Wireless charging 15W.
- Pengisian daya 18W.
- Kamera utama 48MP.
- Android 16.
Dengan dukungan tersebut, A10 Pro dan A10 Ultra tetap diposisikan sebagai smartphone Android dengan fungsi yang cukup lengkap.
Harga Hisense A10 Pro dan A10 Ultra
Hisense A10 Pro dibanderol mulai 2.799 yuan. Harga tersebut berlaku untuk varian dengan RAM 8GB dan penyimpanan internal 128GB.
Jika dikonversikan, harganya berada di kisaran Rp7,3 jutaan. Sementara itu, Hisense A10 Ultra memiliki harga awal 3.198 yuan atau sekitar Rp8,4 jutaan.
Perbedaan lain terdapat pada paket layar LCD berwarna. Aksesori layar warna sudah termasuk dalam paket penjualan A10 Ultra.
Sementara itu, pembeli A10 Pro harus membeli layar LCD tersebut secara terpisah. Karena itu, calon pengguna perlu memperhitungkan kebutuhan aksesori sebelum memilih salah satu model.
Dari sisi konsep, perbedaan tersebut cukup penting. A10 Ultra menawarkan pengalaman dua layar sejak paket pembelian, sedangkan A10 Pro memberikan opsi kepada pengguna untuk membeli layar warna sesuai kebutuhan.
Konsep Unik yang Menargetkan Pengguna Pembaca
Hisense A10 Pro dan A10 Ultra mencoba menawarkan pendekatan berbeda terhadap penggunaan smartphone. Layar E Ink menjadi pusat pengalaman perangkat, sedangkan LCD warna berfungsi sebagai tambahan ketika dibutuhkan.
Konsep seperti ini dapat menarik perhatian pengguna yang sering membaca melalui perangkat digital. Layar monokrom juga membuat pengalaman penggunaan terasa berbeda dibandingkan panel smartphone konvensional.
Namun, harga mulai Rp7,3 jutaan membuat keputusan membeli perangkat ini tidak hanya bergantung pada spesifikasi. Pengguna perlu mempertimbangkan apakah konsep dua jenis layar benar-benar sesuai dengan kebutuhan sehari-hari.
Di sisi lain, dukungan Android 16, 5G, kamera 48MP, NFC, Wi-Fi 6, dan wireless charging membuat perangkat tetap memiliki fitur smartphone modern.
Dengan demikian, daya tarik utama A10 Pro dan A10 Ultra bukan sekadar spesifikasi. Nilai utamanya berada pada kombinasi layar E Ink untuk membaca dan layar LCD warna untuk kebutuhan multimedia.
Kesimpulan
Hisense A10 Pro dan A10 Ultra hadir sebagai smartphone Android dengan konsep yang tidak biasa. Keduanya menggunakan layar utama E Ink 6,13 inci dan menawarkan layar LCD warna 4,96 inci sebagai aksesori.
Selain itu, perangkat membawa Qualcomm QCM6690 4nm, konektivitas 5G, Android 16, baterai 4.000mAh, kamera 48MP, NFC, infrared, dan Wi-Fi 6.
Harga A10 Pro mulai sekitar Rp7,3 jutaan, sedangkan A10 Ultra mulai Rp8,4 jutaan. Aksesori layar warna sudah termasuk dalam paket A10 Ultra, sementara A10 Pro menjadikannya aksesori tambahan.
Pada akhirnya, daya tarik kedua smartphone ini sangat bergantung pada kebutuhan pengguna. Bagi pembaca yang menginginkan perangkat dengan karakter berbeda, konsep E Ink dan layar warna tersebut tentu menjadi salah satu keunggulan yang menarik.

0 Komentar Untuk "Hisense A10 Pro dan A10 Ultra Resmi Meluncur, Bawa Layar E Ink"
Posting Komentar