JFX Siap Dukung BMKS, Indonesia Bidik Jadi Penentu Harga Komoditas
OtakOnline.com, Jakarta - JFX siap mendukung BMKS yang akan dibangun pemerintah untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai penentu harga komoditas strategis. Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) dijadwalkan mulai beroperasi pada 1 Januari 2027.
Rencana tersebut mendapat dukungan penuh dari Jakarta Futures Exchange (JFX). Perusahaan menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk meningkatkan perannya dalam pembentukan harga berbagai komoditas unggulan di pasar global.
Dengan pengalaman lebih dari 27 tahun mengelola perdagangan komoditas, JFX mengaku telah memiliki sistem, infrastruktur, dan ekosistem pasar yang siap dimanfaatkan untuk mendukung operasional BMKS.
JFX Siap Dukung BMKS Mulai 2027
Direktur Utama JFX, Yazid Kanca Surya, mengatakan Indonesia memiliki posisi yang sangat kuat sebagai produsen berbagai komoditas strategis dunia. Menurutnya, kekuatan tersebut harus dimanfaatkan agar Indonesia tidak hanya menjadi pemasok, tetapi juga penentu harga atau price setter.
Ia menjelaskan bahwa pembentukan harga suatu komoditas biasanya dipengaruhi oleh negara dengan kapasitas produksi atau daya beli terbesar. Dalam hal ini, Indonesia memiliki potensi besar karena menjadi salah satu produsen utama berbagai komoditas.
"Sekarang adalah momentum yang tepat bagi Indonesia untuk menjadi price setter. Indonesia memiliki posisi yang sangat kuat sebagai produsen berbagai komoditas dunia," ujar Kanca dalam keterangan tertulis, Rabu (26/8/2026).
Selain itu, ia menilai pembentukan BMKS merupakan langkah strategis untuk memperkuat daya saing Indonesia di pasar komoditas internasional.
Fondasi BMKS Sudah Dimiliki Indonesia
Menurut Kanca, Indonesia tidak memulai pembangunan BMKS dari awal. Berbagai sistem perdagangan komoditas telah berjalan dan dapat menjadi fondasi bagi bursa baru tersebut.
JFX sendiri berdiri sejak 1999 dan mulai beroperasi pada tahun 2000. Selama lebih dari dua dekade, perusahaan terus mengembangkan berbagai layanan perdagangan sesuai kebutuhan pasar.
Awalnya, JFX mengelola kontrak berjangka Olein dan Kopi Robusta. Namun, seiring perkembangan industri, perusahaan juga menghadirkan Sistem Perdagangan Alternatif, pasar fisik Timah, perdagangan Emas Digital, hingga layanan Penyaluran Amanat Nasabah ke Bursa Berjangka Luar Negeri (PALN).
Perjalanan panjang tersebut membentuk ekosistem perdagangan yang mencakup mekanisme transaksi, sistem kliring, penyelesaian perdagangan, pengawasan transaksi, hingga jaringan anggota bursa di dalam dan luar negeri.
Namun, Kanca menegaskan bahwa keberhasilan sebuah bursa tidak hanya bergantung pada teknologi. Kepercayaan pelaku pasar juga menjadi faktor yang sangat penting.
"Bursa yang berhasil tidak dibangun dalam semalam, tetapi melalui proses. Yang paling penting adalah memberikan kenyamanan bagi penjual dan kepastian bagi pembeli."
Pengalaman JFX Jadi Modal Besar BMKS
Salah satu bukti kesiapan JFX terlihat dari perdagangan fisik Timah yang telah berjalan selama beberapa tahun terakhir. Komoditas ini menjadi salah satu contoh sukses perdagangan melalui bursa Indonesia.
Sejak 2019 hingga Agustus 2025, volume perdagangan Timah melalui JFX telah mencapai lebih dari 300 ribu ton. Nilai transaksinya juga melampaui USD 8 miliar.
Selain itu, lebih dari 60 pelaku usaha aktif terlibat dalam perdagangan tersebut. Bahkan, pada 2024, lebih dari 95 persen transaksi Timah nasional tercatat melalui JFX.
Dalam perdagangan fisik, JFX memastikan setiap komoditas memenuhi spesifikasi kontrak yang telah disepakati. Di sisi lain, lembaga kliring juga menjamin barang tidak akan keluar dari tempat penyimpanan sebelum pembayaran diselesaikan.
Karena itu, sistem tersebut memberikan rasa aman bagi penjual maupun pembeli selama proses transaksi berlangsung.
Harga Timah JFX Mulai Jadi Acuan Internasional
Keberhasilan perdagangan Timah juga menarik perhatian pembeli dari berbagai negara. Menurut Kanca, banyak pembeli internasional memilih bertransaksi melalui JFX meskipun tidak diwajibkan oleh pemerintah Indonesia.
Beberapa negara yang aktif membeli Timah melalui JFX antara lain:
China.
Jepang.
Singapura.
Sejumlah negara di kawasan Eropa.
Menurut Kanca, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasar yang dibangun Indonesia sudah mendapatkan kepercayaan dari pelaku industri global.
"Pembeli punya pilihan. Mereka tidak diwajibkan membeli melalui JFX, tetapi tetap datang dan bertransaksi di sini. Ini menunjukkan pasar Indonesia sudah dipercaya," katanya.
Sementara itu, harga Timah yang terbentuk di JFX juga mulai diperhatikan oleh pelaku pasar internasional. Pembeli kini tidak hanya mengacu pada harga London Metal Exchange (LME), tetapi juga mempertimbangkan harga dari JFX.
Meski bobotnya belum sebesar bursa komoditas global lainnya, Kanca menilai harga JFX telah menjadi salah satu referensi penting dalam transaksi Timah Indonesia.
BMKS Berpeluang Perkuat Posisi Indonesia
Pengalaman JFX tidak hanya terbatas pada perdagangan Timah. Selama 27 tahun, perusahaan juga mengembangkan perdagangan berbagai komoditas lain, seperti:
Olein.
Kopi.
Kakao.
Emas.
Timah.
Menurut Kanca, setiap komoditas memiliki karakteristik pasar yang berbeda. Karena itu, mekanisme perdagangan juga harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sektor.
Ia menilai pendekatan yang tepat akan membantu menciptakan pasar yang lebih efisien, transparan, dan dipercaya oleh pelaku usaha.
Selain itu, pengalaman mengelola berbagai jenis komoditas menjadi modal penting untuk mendukung implementasi BMKS pada 2027.
Kanca menegaskan bahwa kesiapan JFX tidak memerlukan pembangunan sistem dari awal. Infrastruktur, mekanisme perdagangan, hingga ekosistem pasar sudah tersedia dan tinggal diperkuat sesuai kebutuhan pemerintah.
Indonesia Ingin Jadi Penentu Harga Komoditas
Target pemerintah menghadirkan BMKS pada awal 2027 dinilai sebagai langkah penting dalam memperkuat posisi Indonesia di perdagangan komoditas global.
Selama ini, banyak komoditas Indonesia masih mengacu pada harga yang terbentuk di bursa luar negeri. Dengan hadirnya BMKS, pemerintah berharap Indonesia dapat memiliki peran yang lebih besar dalam menentukan harga komoditas strategis.
JFX menyatakan siap mendukung penuh agenda tersebut melalui pengalaman, sistem, dan jaringan pasar yang telah dibangun selama lebih dari dua dekade.
"Kalau pemerintah menghendaki BMKS beroperasi pada 2027, kami sangat siap membantu mewujudkannya. Fondasi sistem, mekanisme, dan ekosistemnya sudah ada," tutup Kanca.
Dengan kesiapan tersebut, BMKS diharapkan menjadi salah satu instrumen penting untuk meningkatkan daya saing Indonesia sekaligus memperkuat posisi sebagai penentu harga komoditas strategis di tingkat global.

0 Komentar Untuk "JFX Siap Dukung BMKS, Indonesia Bidik Jadi Penentu Harga Komoditas"
Posting Komentar