
Otakonline.com - Jakarta, baterai motor listrik tetap perlu diperiksa setelah kendaraan mengalami kecelakaan, meskipun motor masih dapat menyala dan digunakan.
Abdul, pemilik bengkel spesialis motor listrik Dolland Motor Electric di Bekasi, Jawa Barat, mengatakan kendaraan yang diproduksi sesuai standar pabrikan telah memiliki perlindungan terhadap baterai.
"Ini kita ngomongin standar pabrikan ya. Standar pabrikan aman," ujar Abdul saat dihubungi Kompas.com belum lama ini.
Perlindungan pada Baterai Motor Listrik
Salah satu bagian yang menjadi perhatian setelah kecelakaan adalah rumah atau casing baterai. Komponen tersebut dirancang untuk membantu melindungi baterai ketika mengalami benturan.
Abdul menjelaskan, casing baterai dapat menggunakan material seperti aluminium. Material itu dirancang agar tidak mudah rusak atau penyok saat terbentur.
"Jadi, seperti aluminium atau apa yang apabila terbentur dia tidak akan rusak atau penyok. Kalaupun penyok, tidak merusak sel-sel baterainya. Jadi, harusnya aman," kata Abdul.
Kondisi Fisik Tetap Harus Diperiksa
Meski memiliki perlindungan, pemilik motor tetap perlu memperhatikan kondisi baterai setelah kendaraan mengalami benturan keras. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan casing dan bagian internal baterai tidak mengalami kerusakan.
Abdul juga menyebut motor listrik dari pabrikan harus memenuhi standar perlindungan tertentu. Ia mengatakan persyaratan tersebut mencakup IP67, meski ia menyampaikan keterangan itu dengan frasa “kalau tidak salah”, serta perlindungan anti-crash dan penggunaan hard case pada casing baterai.
Karena itu, motor yang masih bisa menyala tidak otomatis menunjukkan seluruh bagian baterai dalam kondisi baik. Kerusakan pada bagian luar maupun internal tetap perlu diperiksa sebelum kendaraan kembali digunakan.
Jangan Hanya Mengandalkan Motor yang Masih Menyala
Setelah kecelakaan, pemilik sebaiknya tidak hanya memeriksa fungsi nyala motor. Kondisi fisik rumah baterai juga perlu diperhatikan, terutama jika kendaraan mengalami benturan keras.
Pemeriksaan sistem kelistrikan menjadi langkah penting untuk memastikan kendaraan tetap aman. Pemilik juga perlu memastikan tidak ada kerusakan pada bagian baterai sebelum motor kembali dipakai di jalan.
Dengan demikian, perlindungan dari pabrikan tetap perlu diimbangi pemeriksaan setelah kecelakaan. Langkah tersebut membantu memastikan casing dan sel baterai tidak terdampak benturan secara langsung.
Pemeriksaan baterai menjadi semakin penting apabila casing terlihat berubah bentuk atau motor mengalami benturan kuat. Dalam kondisi seperti itu, motor sebaiknya tidak langsung digunakan hanya karena masih dapat menyala.
Intinya, baterai motor listrik memang dirancang dengan perlindungan tertentu. Namun, pemeriksaan setelah kecelakaan tetap diperlukan untuk memastikan kondisi fisik dan sistem kelistrikannya sebelum kendaraan kembali digunakan.