Otakonline.com - Jakarta, BRI mendapat penugasan untuk membuka rekening bagi masyarakat di seluruh Indonesia. Khusus wilayah Aceh, Bank Syariah Indonesia atau BSI akan menjalankan penugasan tersebut.
CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Roeslani menjelaskan pembagian tugas tersebut pada Rabu (9/9/2026). Ia mengatakan BRI menangani pembukaan rekening secara nasional.
Sementara itu, BSI mendapat tugas khusus untuk wilayah Aceh. Pemerintah kini menyiapkan mekanisme pelaksanaan penugasan tersebut agar prosesnya dapat segera berjalan.
Rosan juga menyebut manajemen BRI dan BSI sudah melakukan koordinasi. Selanjutnya, pemerintah masih merancang mekanisme penyerahan rekening kepada masyarakat.
BRI Buka Rekening Secara Nasional
Rosan Roeslani mengatakan BRI akan membuka rekening bagi masyarakat di seluruh Indonesia. Penugasan tersebut mencakup wilayah nasional di luar skema khusus Aceh.
“Pembukaan rekening di seluruh Indonesia melalui BRI dan untuk Aceh itu khusus dengan BSI bisa terlaksana dengan secepatnya ya,” kata Rosan saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (9/9/2026).
Penugasan itu menjadi bagian dari rencana pemerintah untuk menyediakan rekening bagi masyarakat. Program tersebut menyasar warga yang telah memasuki usia 17 tahun.
Karena itu, BRI akan memegang peran utama dalam pembukaan rekening secara nasional. Di sisi lain, BSI mengambil peran khusus untuk masyarakat yang berada di Aceh.
Pembagian tersebut membuat pelaksanaan program memiliki dua jalur perbankan. BRI menjalankan pembukaan rekening secara nasional, sedangkan BSI menangani wilayah Aceh.
Aceh Mendapat Layanan Melalui BSI
Aceh memiliki skema khusus dalam program pembukaan rekening tersebut. Pemerintah menugaskan BSI untuk menangani pembukaan rekening di wilayah tersebut.
Rosan mengatakan BRI dan BSI sudah berkoordinasi mengenai penugasan masing-masing. Koordinasi itu menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan program.
“Ya nanti mekanismenya lagi dirancang segera kok,” ujar Rosan.
Selanjutnya, pemerintah akan menyusun mekanisme penyerahan rekening kepada masyarakat. Proses tersebut menjadi bagian penting sebelum program berjalan secara lebih luas.
Dengan adanya pembagian tugas tersebut, masyarakat Aceh akan menggunakan jalur BSI. Sementara itu, masyarakat di wilayah Indonesia lainnya akan mendapatkan rekening melalui BRI.
Adapun pembagian tugas perbankan dalam program tersebut mencakup:
BRI: membuka rekening bagi masyarakat di seluruh Indonesia.
BSI: membuka rekening khusus bagi masyarakat di Aceh.
Pemerintah: merancang mekanisme penyerahan rekening.
BRI dan BSI: melakukan koordinasi terkait pelaksanaan penugasan.
Rekening Disiapkan untuk Warga Usia 17 Tahun
Program pembukaan rekening tersebut berkaitan dengan rencana pemerintah memberikan rekening kepada warga berusia 17 tahun. Pemerintah juga menyiapkan saldo awal sebesar Rp50 ribu untuk rekening tersebut.
Rencana itu menjadi bagian dari kebijakan yang sebelumnya disampaikan pemerintah. Rekening tersebut nantinya memiliki saldo yang dapat digunakan oleh pemiliknya.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemilik rekening dapat mencairkan seluruh saldo tersebut. Dengan demikian, saldo Rp50 ribu tidak sekadar menjadi angka awal dalam rekening.
“Bisa, bisa ditarik,” kata Airlangga saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (9/9/2026).
Pemerintah menyediakan saldo tersebut melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN. Anggaran yang disiapkan untuk program tersebut mencapai Rp11 triliun.
Pemerintah Siapkan Mekanisme Penyerahan Rekening
Rosan mengatakan pemerintah masih merancang mekanisme penyerahan rekening kepada masyarakat. Karena itu, pembukaan rekening dan proses penyerahannya menjadi dua tahapan yang perlu berjalan secara terkoordinasi.
BRI dan BSI sudah melakukan koordinasi mengenai penugasan tersebut. Namun, pemerintah masih menyusun mekanisme agar pelaksanaan program dapat segera berjalan.
Sementara itu, pembagian wilayah layanan sudah mendapat penjelasan. BRI akan menangani masyarakat secara nasional, sedangkan BSI secara khusus menangani Aceh.
Selanjutnya, mekanisme teknis akan menentukan bagaimana masyarakat menerima rekening tersebut. Pemerintah juga akan menjalankan proses tersebut dengan melibatkan bank yang mendapat penugasan.
Dengan adanya persiapan tersebut, program pembukaan rekening mulai memasuki tahap perancangan pelaksanaan. Pemerintah bersama bank terkait perlu memastikan mekanisme berjalan sesuai penugasan yang telah ditetapkan.
Saldo Rp50 Ribu Berasal dari APBN
Selain pembukaan rekening, program tersebut juga mencakup pemberian saldo awal. Pemerintah menyiapkan saldo sebesar Rp50 ribu bagi warga berusia 17 tahun.
Saldo tersebut berasal dari APBN. Total anggaran yang disiapkan pemerintah untuk program itu mencapai Rp11 triliun.
Airlangga memastikan pemilik rekening dapat menarik seluruh saldo. Karena itu, dana tersebut dapat dicairkan oleh pemilik rekening sesuai ketentuan program.
Di sisi lain, pembukaan rekening akan melibatkan dua bank dengan pembagian wilayah yang berbeda. BRI menangani pembukaan rekening secara nasional, sementara BSI menjalankan tugas khusus di Aceh.
Terlebih lagi, manajemen kedua bank sudah berkoordinasi mengenai penugasan tersebut. Pemerintah kemudian melanjutkan persiapan melalui perancangan mekanisme penyerahan rekening.
Pembukaan Rekening Menunggu Mekanisme Pelaksanaan
Program ini membutuhkan mekanisme yang jelas agar pembukaan dan penyerahan rekening dapat berjalan secara terkoordinasi. Rosan mengatakan pemerintah sedang merancang mekanisme tersebut.
Sebelumnya, pemerintah telah menyampaikan rencana pemberian rekening bagi warga berusia 17 tahun. Rekening itu akan memiliki saldo awal Rp50 ribu.
Kemudian, BRI mendapat tugas membuka rekening secara nasional. Khusus Aceh, pemerintah menunjuk BSI untuk menjalankan pembukaan rekening.
Karena itu, koordinasi antara pemerintah, BRI, dan BSI menjadi bagian penting dalam persiapan program. Masing-masing pihak memiliki peran dalam menjalankan skema tersebut.
Pada akhirnya, masyarakat akan mendapatkan akses rekening melalui bank sesuai wilayahnya. BRI melayani pembukaan rekening secara nasional, sedangkan BSI menangani wilayah Aceh.
Kesimpulan
BRI mendapat penugasan untuk membuka rekening bagi masyarakat di seluruh Indonesia. Khusus Aceh, pemerintah menugaskan BSI untuk menjalankan pembukaan rekening.
Rosan Roeslani mengatakan BRI dan BSI sudah berkoordinasi terkait penugasan tersebut. Sementara itu, pemerintah masih merancang mekanisme penyerahan rekening.
Program tersebut menyasar warga berusia 17 tahun. Pemerintah juga menyiapkan saldo Rp50 ribu yang berasal dari APBN.
Total anggaran untuk program tersebut mencapai Rp11 triliun. Airlangga Hartarto mengatakan pemilik rekening dapat menarik seluruh saldo tersebut.
Dengan demikian, program pembukaan rekening akan menggunakan BRI sebagai bank pelaksana nasional. BSI secara khusus menangani pembukaan rekening bagi masyarakat di Aceh.
