Dolar AS Dekati Rp 17.900 pada Pembukaan Perdagangan Selasa

Editor Otak Online
Waktu baca Menghitung...
Diterbitkan

Otakonline.com - Jakarta, dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada pembukaan perdagangan Selasa (22/9/2026). Mata uang Paman Sam itu bergerak mendekati level Rp 17.900 pada perdagangan pagi.

Dolar AS Dekati Rp 17.900 pada Pembukaan Perdagangan Selasa

Berdasarkan data Bloomberg, dolar AS menguat 0,24% ke level Rp 17.890. Sebelumnya, dolar AS menutup perdagangan Senin (21/9) pada posisi Rp 17.847.

Dengan penguatan tersebut, dolar AS kembali bergerak mendekati level Rp 17.900. Sementara itu, pergerakan dolar terhadap sejumlah mata uang utama dunia menunjukkan hasil yang beragam.

Dolar AS Menguat ke Rp 17.890

Dolar AS mencatat penguatan pada awal perdagangan Selasa. Data Bloomberg menunjukkan mata uang tersebut naik 0,24% ke level Rp 17.890.

Sehari sebelumnya, dolar AS berada di level Rp 17.847 saat menutup perdagangan. Karena itu, posisi pembukaan hari ini menunjukkan adanya penguatan dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Pergerakan dolar AS menjadi perhatian karena nilainya kembali mendekati level Rp 17.900. Selanjutnya, pasar juga mencermati pergerakan dolar terhadap sejumlah mata uang negara besar.

Dolar AS tidak bergerak seragam terhadap seluruh mata uang tersebut. Penguatan terjadi terhadap beberapa mata uang, sementara dolar justru melemah terhadap mata uang lainnya.

Pergerakan Dolar terhadap Mata Uang Utama

Terhadap euro atau EUR, dolar AS menguat tipis 0,01%. Penguatan serupa juga terjadi terhadap yen Jepang atau JPY.

Dolar AS tercatat menguat 0,08% terhadap yen. Dengan demikian, dolar mencatat penguatan terhadap dua mata uang utama tersebut pada perdagangan pagi.

Selain itu, dolar AS juga menguat terhadap pound sterling atau GBP sebesar 0,01%. Terhadap dolar Kanada atau CAD, mata uang Paman Sam tersebut naik 0,04%.

Namun, pergerakan dolar AS berbalik melemah terhadap beberapa mata uang lainnya. Terhadap dolar Australia atau AUD, dolar AS melemah 0,11%.

Sementara itu, dolar AS juga melemah terhadap franc Swiss atau CHF. Penurunannya tercatat sebesar 0,05%.

Pergerakan tersebut menunjukkan posisi dolar AS yang variatif terhadap mata uang utama dunia. Sebagian pasangan mata uang mencatat penguatan dolar, sedangkan pasangan lainnya menunjukkan pelemahan.

Data RTI Business Catat Penguatan Dolar

Data RTI Business juga menunjukkan penguatan dolar AS pada perdagangan pagi. Berdasarkan data tersebut, dolar AS naik 0,30% ke level Rp 17.879.

Angka tersebut sedikit berbeda dari data Bloomberg. Bloomberg mencatat posisi dolar AS di Rp 17.890, sedangkan RTI Business mencatat level Rp 17.879.

Meski terdapat perbedaan angka, kedua data sama-sama menunjukkan penguatan dolar AS pada perdagangan pagi. Dengan demikian, dolar kembali bergerak di kisaran Rp 17.800 menuju Rp 17.900.

Selain pergerakan harian, data RTI Business juga mencatat penguatan dolar AS sepanjang 2026. Mata uang Paman Sam itu tercatat menguat 7,21% sepanjang tahun berjalan.

Kinerja tersebut menunjukkan penguatan dolar yang cukup besar jika dilihat dari pergerakannya sejak awal tahun. Sementara itu, pasar tetap mencermati perubahan nilai tukar dari waktu ke waktu.

Dolar AS Bergerak Variatif

Pergerakan dolar AS terhadap mata uang utama memperlihatkan kondisi yang beragam. Dolar menguat terhadap EUR, JPY, GBP, dan CAD.

Sebaliknya, dolar melemah terhadap AUD dan CHF. Karena itu, penguatan dolar terhadap rupiah berjalan bersamaan dengan dinamika yang berbeda di pasar valuta asing global.

Pada pembukaan perdagangan Selasa, posisi Rp 17.890 menjadi perhatian karena mendekati level Rp 17.900. Sebelumnya, dolar menutup perdagangan di Rp 17.847.

Selanjutnya, data RTI Business mencatat posisi yang sedikit lebih rendah, yakni Rp 17.879. Namun, data tersebut juga memperlihatkan penguatan harian sebesar 0,30%.

Dengan demikian, perkembangan nilai tukar dolar AS pada Selasa menunjukkan penguatan terhadap rupiah. Pergerakan tersebut juga berlangsung di tengah perubahan posisi dolar terhadap sejumlah mata uang utama dunia.

Kesimpulan

Dolar AS menguat pada pembukaan perdagangan Selasa (22/9/2026). Berdasarkan data Bloomberg, dolar naik 0,24% ke Rp 17.890 dari penutupan sebelumnya di Rp 17.847.

Sementara itu, RTI Business mencatat dolar menguat 0,30% ke Rp 17.879. Sepanjang 2026, dolar AS tercatat menguat 7,21%.

Di pasar global, dolar menguat terhadap EUR, JPY, GBP, dan CAD. Sebaliknya, dolar melemah terhadap AUD dan CHF. Dengan demikian, pergerakan dolar AS pada perdagangan pagi menunjukkan hasil yang beragam terhadap berbagai mata uang.

Otak Online
Media informasi seputar Berita terkini, Kripto, Airdrop,Teknologi, Gadget, Industri Game, Industri Film, Lifestyle etc.