Dolar AS Rp 18.000 hingga Akhir Tahun, Bagaimana Nasib Rupiah?

Editor Otak Online
Waktu baca Menghitung...
Diterbitkan

Otakonline.com - Jakarta, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan masih bergerak di sekitar Rp18.000 hingga akhir 2026. Penguatan dolar AS secara global menjadi salah satu faktor utama yang menekan pergerakan mata uang Garuda.

Dolar AS diperkirakan bertahan di sekitar Rp18.000 hingga akhir 2026. Rupiah berpeluang menguat kembali mulai 2027.

Chief Asia Economist & Co-head Global Investment Research Asia HSBC Frederic Neumann menilai tekanan terhadap rupiah saat ini lebih mencerminkan kekuatan dolar AS. Menurutnya, kondisi tersebut tidak sepenuhnya menunjukkan pelemahan fundamental rupiah.

Sementara itu, Frederic memperkirakan situasi dapat berubah mulai 2027. Ketika penguatan dolar AS mulai mereda, rupiah berpeluang memperoleh dorongan positif. Kondisi tersebut juga berkaitan dengan langkah Bank Indonesia dalam memperketat kebijakan moneter.

Dolar AS Rp 18.000 Jadi Perkiraan hingga Akhir Tahun

Frederic Neumann memperkirakan rupiah akan berada di sekitar Rp18.000 per dolar AS hingga penghujung 2026. Nilai tersebut dapat bergerak sedikit di bawah atau di atas level tersebut.

Menurut Frederic, kisaran Rp18.000 menjadi target yang masuk akal untuk pergerakan rupiah dalam tiga bulan terakhir tahun ini. Penguatan dolar AS terhadap berbagai mata uang dunia menjadi faktor penting dalam perkiraan tersebut.

Selain rupiah, dolar AS juga menguat terhadap sejumlah mata uang utama lainnya. Frederic menyebut yen Jepang, dolar Selandia Baru, dan euro sebagai beberapa mata uang yang turut menghadapi tekanan.

Ia menjelaskan bahwa kebijakan suku bunga The Federal Reserve atau The Fed memberikan dukungan terhadap penguatan dolar AS. Karena itu, pergerakan rupiah hingga akhir tahun diperkirakan cenderung terbatas.

Rupiah Diperkirakan Stabil, tetapi Masih Berpotensi Melemah

Dengan waktu menuju akhir tahun yang hanya tersisa sekitar tiga bulan, Frederic melihat ruang pergerakan rupiah relatif terbatas. Ia memperkirakan rupiah cenderung stabil meski masih berpotensi mengalami pelemahan ringan.

Namun, pelemahan tersebut tidak dipandang sebagai tekanan fundamental yang besar terhadap rupiah. Sebaliknya, kondisi tersebut lebih berkaitan dengan penguatan dolar AS secara keseluruhan.

Karena itu, level Rp18.000 tidak serta-merta menunjukkan kondisi fundamental rupiah yang memburuk. Pergerakan tersebut juga mencerminkan perubahan kekuatan dolar AS di pasar global.

Di sisi lain, kondisi rupiah pada awal 2026 dinilai sudah mengalami perbaikan. Frederic mengatakan pelemahan khusus yang terjadi pada rupiah di awal tahun sudah tidak lagi menjadi persoalan utama.

Mulai 2027, Rupiah Diperkirakan Mendapat Dorongan

Perubahan arah diperkirakan terjadi pada awal 2027. Frederic menilai penguatan dolar AS pada akhirnya dapat mereda sehingga memberikan ruang bagi rupiah untuk kembali menguat.

Menurutnya, ketika dolar AS mulai melemah, rupiah berpotensi mendapatkan dorongan positif. Dengan demikian, tekanan terhadap mata uang Garuda dapat berkurang dibandingkan kondisi hingga akhir 2026.

Perubahan tersebut juga berkaitan dengan kebijakan Bank Indonesia. Frederic menilai langkah BI dalam menaikkan suku bunga acuan pada awal tahun memberikan kepastian kepada investor mengenai stabilitas rupiah.

Bank Indonesia dinilai telah mengambil langkah agresif dalam memperketat kebijakan moneter. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam upaya menjaga stabilitas nilai tukar.

BI Diperkirakan Tinggal Naikkan Suku Bunga Sekali

Frederic memperkirakan Bank Indonesia masih akan menaikkan suku bunga acuan satu kali lagi menjelang akhir 2026. Setelah itu, BI diperkirakan mengakhiri siklus pengetatan moneternya.

Menurut Frederic, Indonesia sudah mendekati akhir siklus pengetatan moneter. BI sebelumnya telah mengambil sejumlah langkah agresif pada awal tahun untuk membantu menjaga stabilitas nilai tukar.

Langkah tersebut juga dinilai membantu meyakinkan investor. Terlebih lagi, stabilitas mata uang menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor terhadap kondisi ekonomi Indonesia.

Sementara itu, Frederic menyebut arus masuk modal mulai kembali terlihat. Kondisi tersebut menjadi salah satu tanda bahwa stabilitas rupiah mulai membaik.

Pergerakan Rupiah Tahun Depan Diperkirakan Lebih Terbatas

Setelah siklus pengetatan moneter berakhir, pergerakan rupiah pada 2027 diperkirakan berlangsung dalam kisaran yang relatif sempit. Frederic melihat stabilitas nilai tukar sudah mulai terlihat menjelang akhir 2026.

Selain itu, kembalinya arus masuk modal juga menjadi faktor yang mendukung stabilitas tersebut. Karena itu, pergerakan rupiah pada tahun depan diperkirakan tidak terlalu lebar.

Perkembangan dolar AS tetap menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan. Jika penguatan dolar mulai mereda, rupiah berpotensi mendapatkan ruang untuk menguat.

Namun, kondisi pasar valuta asing tetap bergantung pada perkembangan kebijakan moneter. Kebijakan The Fed dan Bank Indonesia akan menjadi bagian penting dalam menentukan arah pergerakan mata uang.

Apa Artinya bagi Nilai Tukar Rupiah?

Perkiraan tersebut menunjukkan bahwa level Rp18.000 per dolar AS masih menjadi titik perhatian hingga akhir 2026. Rupiah dapat bergerak sedikit di atas atau di bawah level tersebut.

Sementara itu, prospek 2027 terlihat berbeda. Ketika penguatan dolar AS mulai berkurang, rupiah diperkirakan memperoleh dorongan untuk menguat.

Beberapa faktor utama yang menjadi perhatian meliputi:

  • Penguatan dolar AS terhadap berbagai mata uang dunia.

  • Kebijakan suku bunga The Fed.

  • Kebijakan suku bunga Bank Indonesia.

  • Stabilitas nilai tukar rupiah.

  • Arus masuk modal ke Indonesia.

  • Berakhirnya siklus pengetatan moneter BI.

Dengan demikian, pergerakan rupiah tidak hanya bergantung pada kondisi domestik. Kekuatan dolar AS secara global juga memiliki pengaruh besar terhadap nilai tukar.

Kesimpulan

Dolar AS diperkirakan masih berada di sekitar Rp18.000 hingga akhir 2026. Frederic Neumann menilai kondisi tersebut lebih mencerminkan penguatan dolar AS secara global daripada pelemahan fundamental rupiah.

Namun, arah pergerakan dapat berubah mulai 2027. Ketika dolar AS mulai melemah, rupiah diperkirakan mendapatkan dorongan positif.

Bank Indonesia juga dinilai telah mengambil langkah agresif untuk menjaga stabilitas rupiah. Dengan perkiraan satu kali kenaikan suku bunga lagi menjelang akhir tahun, siklus pengetatan moneter Indonesia mendekati tahap akhir.

Selain itu, kembalinya arus masuk modal menjadi faktor yang mendukung stabilitas mata uang. Karena itu, pergerakan rupiah pada 2027 diperkirakan berlangsung dalam kisaran yang relatif terbatas.

Otak Online
Media informasi seputar Berita terkini, Kripto, Airdrop,Teknologi, Gadget, Industri Game, Industri Film, Lifestyle etc.