Enam Perusahaan Antre IPO, Dua Punya Aset di Atas Rp 250 Miliar

Editor Otak Online
Waktu baca Menghitung...
Diterbitkan

Otakonline.com - Jakarta, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat enam perusahaan yang masuk dalam antrean penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Dari jumlah tersebut, dua perusahaan memiliki aset lebih dari Rp 250 miliar.

Enam Perusahaan Antre IPO, Dua Punya Aset di Atas Rp 250 Miliar

Antrean IPO tersebut menunjukkan adanya perusahaan dari berbagai skala aset yang tengah bersiap mencatatkan saham di pasar modal. Selain perusahaan dengan aset besar, pipeline BEI juga mencakup perusahaan dengan skala aset di bawah Rp 50 miliar dan perusahaan dengan aset Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar.

Data BEI mencatat keenam perusahaan tersebut masuk dalam pipeline pencatatan saham. Sementara itu, klasifikasi skala aset mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017.

Enam Perusahaan Masuk Antrean IPO

BEI mencatat enam perusahaan berada dalam pipeline pencatatan saham hingga periode yang tercantum dalam data tersebut. Jumlah itu mencakup perusahaan dengan ukuran aset yang berbeda.

Dari enam perusahaan tersebut, dua perusahaan memiliki aset di bawah Rp 50 miliar. Kemudian, dua perusahaan lainnya mempunyai aset antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar.

Sementara itu, dua perusahaan masuk dalam kelompok perusahaan dengan aset lebih dari Rp 250 miliar. Dengan demikian, kelompok perusahaan beraset besar mencakup sepertiga dari seluruh perusahaan yang berada dalam antrean IPO.

Pembagian tersebut memberikan gambaran bahwa pipeline IPO tidak hanya diisi perusahaan berskala besar. Perusahaan dengan aset yang lebih kecil juga masuk dalam daftar calon emiten yang tengah menuju pasar modal.

Selain itu, klasifikasi tersebut mengikuti kategori yang mengacu pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017. Karena itu, perbedaan skala aset menjadi salah satu gambaran mengenai ukuran perusahaan dalam pipeline IPO BEI.

Sektor Healthcare Mendominasi

Dari sisi sektor usaha, enam perusahaan dalam antrean IPO tersebut berasal dari tiga kelompok industri. Rinciannya terdiri atas dua perusahaan sektor energi, tiga perusahaan healthcare, dan satu perusahaan industrials.

Sektor healthcare menjadi kelompok dengan jumlah perusahaan terbanyak dalam pipeline tersebut. Jumlahnya mencapai tiga perusahaan atau setengah dari total enam perusahaan yang berada dalam antrean.

Sementara itu, sektor energi menyumbang dua perusahaan. Adapun sektor industrials tercatat memiliki satu perusahaan.

Dengan komposisi tersebut, pipeline IPO BEI memperlihatkan keberagaman sektor. Namun, sektor healthcare memiliki porsi terbesar dibandingkan dua sektor lainnya.

Kehadiran perusahaan dari sektor energi, healthcare, dan industrials juga menunjukkan bahwa calon emiten dalam antrean IPO tidak berasal dari satu jenis industri saja. Masing-masing sektor memiliki satu atau beberapa perusahaan yang tengah masuk dalam proses pencatatan saham.

BEI Catat Tujuh IPO hingga 25 September 2026

Selain mencatat enam perusahaan dalam pipeline, BEI juga mencatat aktivitas IPO yang sudah berlangsung sepanjang periode hingga 25 September 2026.

Hingga tanggal tersebut, sebanyak tujuh perusahaan telah melakukan penawaran umum perdana saham di BEI. Ketujuh perusahaan itu secara keseluruhan menghimpun dana sebesar Rp 2,16 triliun.

Angka tersebut menunjukkan adanya aktivitas penghimpunan dana melalui pasar modal dari perusahaan yang telah menyelesaikan proses penawaran umum perdana. Sementara itu, enam perusahaan lain masih berada dalam pipeline pencatatan saham.

Dengan demikian, data tersebut memperlihatkan dua kelompok yang berbeda. Tujuh perusahaan telah melakukan IPO, sedangkan enam perusahaan masih berada dalam antrean pencatatan saham BEI.

Apa Arti Pipeline IPO bagi Pasar Modal?

Pipeline IPO merupakan daftar perusahaan yang berada dalam proses menuju pencatatan saham di BEI. Karena prosesnya masih berjalan, keberadaan perusahaan dalam pipeline tidak sama dengan status perusahaan yang sudah resmi mencatatkan saham.

Dalam data tersebut, enam perusahaan tercatat dalam pipeline pencatatan saham BEI. Komposisinya mencakup dua perusahaan beraset di bawah Rp 50 miliar, dua perusahaan dengan aset Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar, serta dua perusahaan dengan aset di atas Rp 250 miliar.

Dari sisi industri, pipeline itu terdiri atas dua perusahaan energi, tiga perusahaan healthcare, dan satu perusahaan industrials. Komposisi tersebut memberikan gambaran mengenai sektor usaha yang saat ini muncul dalam antrean IPO.

Namun, data pipeline tidak memberikan rincian nama keenam perusahaan maupun detail nilai emisi masing-masing perusahaan. Karena itu, informasi yang dapat dilihat dari data tersebut terutama mencakup jumlah perusahaan, klasifikasi aset, dan sektor usaha.

Selanjutnya, perkembangan pipeline dapat berubah mengikuti proses yang berlangsung menuju pencatatan saham. Oleh karena itu, jumlah perusahaan dalam antrean dapat menjadi salah satu indikator aktivitas calon emiten di pasar modal pada periode tertentu.

Perbedaan Perusahaan dalam Pipeline dan Emiten Baru

Perusahaan yang berada dalam pipeline IPO masih menjalani tahapan menuju pencatatan saham. Sementara itu, perusahaan yang sudah melakukan penawaran umum perdana telah mencapai tahap IPO di BEI.

Dalam catatan hingga 25 September 2026, BEI mencatat tujuh perusahaan telah melakukan IPO. Di sisi lain, masih terdapat enam perusahaan yang berada dalam pipeline.

Kedua angka tersebut menggambarkan aktivitas pasar modal dalam dua tahap berbeda. Tujuh perusahaan sudah menghimpun dana melalui penawaran umum perdana, sedangkan enam perusahaan masih berada dalam antrean pencatatan.

Dengan demikian, perkembangan IPO di BEI tidak hanya terlihat dari jumlah perusahaan yang sudah melantai di bursa. Pipeline juga menjadi bagian penting untuk melihat perusahaan yang sedang menuju proses pencatatan saham.

Kesimpulan

BEI mencatat enam perusahaan berada dalam pipeline IPO. Dari jumlah tersebut, dua perusahaan memiliki aset di bawah Rp 50 miliar, dua perusahaan memiliki aset Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar, dan dua perusahaan memiliki aset di atas Rp 250 miliar.

Dari sisi sektor, tiga perusahaan bergerak di healthcare, dua perusahaan berada di sektor energi, dan satu perusahaan berasal dari industrials. Sementara itu, hingga 25 September 2026, tujuh perusahaan telah melakukan IPO dengan total penghimpunan dana mencapai Rp 2,16 triliun.

Data tersebut menunjukkan bahwa aktivitas IPO di BEI mencakup perusahaan dari berbagai skala aset dan sektor usaha. Selanjutnya, perkembangan enam perusahaan dalam pipeline akan menentukan pencatatan saham mereka di pasar modal.

Otak Online
Media informasi seputar Berita terkini, Kripto, Airdrop,Teknologi, Gadget, Industri Game, Industri Film, Lifestyle etc.