Otakonline.com - Indonesia, iPhone 17e lebih mahal dari iPad 11 meski ukuran tablet Apple jauh lebih besar. iPhone 17e memiliki harga mulai USD 599 atau sekitar Rp 10,5 juta. Sementara itu, iPad generasi ke-11 menjadi model paling terjangkau dengan harga USD 449 atau sekitar Rp 7,9 juta.
Perbedaan tersebut sekilas terasa janggal. Umumnya, perangkat dengan ukuran lebih besar membutuhkan material dan komponen lebih banyak. Namun, Apple justru memasang harga awal lebih tinggi pada iPhone dibandingkan iPad standar.
Mengutip Engadget, Rabu (9/9/2026), sejumlah faktor memengaruhi perbedaan harga tersebut. Desain perangkat, perangkat keras, permintaan pasar, hingga segmen pengguna ikut menentukan harga setiap produk.
iPhone Menghadapi Tantangan Ruang Komponen
Ukuran perangkat menjadi salah satu faktor penting dalam proses pengembangan iPhone. Apple harus menempatkan banyak komponen ke dalam bodi yang relatif kecil.
Para insinyur perlu memadatkan motherboard, baterai, System-on-Chip (SoC), antena radar, sensor, dan pengeras suara. Mereka juga harus mengatur posisi setiap komponen secara presisi.
Selain itu, tata letak tersebut harus mencegah gangguan antarkomponen. Sistem juga perlu mengendalikan panas yang muncul ketika perangkat bekerja.
Baterai turut menjadi perhatian penting. Komponen tersebut harus mampu menyuplai daya untuk berbagai perangkat keras dalam ruang yang terbatas.
Sebaliknya, iPad menyediakan ruang internal yang lebih luas. Kondisi ini memberi keleluasaan lebih besar dalam menempatkan komponen.
Ruang yang lebih lega juga membantu sistem penyebaran panas bekerja secara lebih optimal. Karena itu, Apple dapat menerapkan pendekatan berbeda pada iPad standar.
Dengan demikian, ukuran fisik yang lebih besar tidak otomatis membuat sebuah perangkat memiliki harga lebih tinggi. Kompleksitas pemadatan komponen juga berpengaruh terhadap biaya pengembangan.
iPhone 17e Lebih Mahal dari iPad 11 karena Teknologi
Perbedaan teknologi menjadi faktor lain yang menjelaskan mengapa iPhone 17e lebih mahal dari iPad 11. iPhone membutuhkan sejumlah perangkat keras yang berkaitan dengan fungsi telepon seluler.
iPhone mendukung komponen seluler untuk panggilan telepon konvensional. Sementara itu, iPad versi seluler tetap berfokus pada koneksi data.
Perbedaan juga terlihat pada kemampuan kamera. iPhone 17 membawa kamera beresolusi 48MP. Sebagai pembanding, iPad Pro M5 menggunakan kamera 12MP.
Selain resolusi, iPad juga tidak memiliki optical zoom dan Cinematic mode seperti yang tersedia pada lini iPhone. Karena itu, sistem kamera menjadi salah satu bagian yang membedakan kedua perangkat.
Kemudian, Apple menggunakan layar OLED pada lini iPhone 17. Teknologi tersebut berbeda dari layar LCD yang terdapat pada model iPad di luar lini Pro.
iPhone juga membawa sejumlah fitur tambahan. Beberapa di antaranya mencakup pengisian daya MagSafe, NFC, dan sertifikasi ketahanan air IP.
Fitur-fitur tersebut turut membuat rancangan iPhone lebih kompleks. Sementara itu, iPad standar mengambil pendekatan yang lebih sederhana untuk menjaga harga awal tetap terjangkau.
Segmen Pasar Ikut Menentukan Harga
Selain perangkat keras, kebutuhan konsumen turut memengaruhi strategi harga Apple. Ponsel pintar sudah menjadi bagian dari kebutuhan sehari-hari bagi banyak pengguna.
Sebaliknya, banyak konsumen memandang iPad sebagai perangkat sekunder. Pengguna biasanya memanfaatkannya untuk streaming, membaca, dan mencatat.
Posisi iPhone juga sangat penting bagi bisnis Apple. iPhone menjadi sumber pendapatan terbesar perusahaan. Karena itu, Apple memiliki alasan kuat untuk menjaga iPad tetap menarik bagi konsumen baru.
Harga iPad yang lebih terjangkau dapat membantu Apple menarik pengguna ke ekosistem layanannya. Layanan seperti iCloud dan Apple Music menjadi bagian dari ekosistem tersebut.
Selain itu, Apple perlu menghadapi persaingan di sektor pendidikan. Harga iPad yang lebih rendah dapat membantu perusahaan bersaing dengan Chromebook.
Di sisi lain, Apple juga perlu mempertahankan citra eksklusif iPhone. Menjual iPhone dengan harga terlalu rendah berpotensi mengubah posisi produk yang sudah dibangun selama puluhan tahun.
Cara konsumen membeli iPhone juga ikut memengaruhi persepsi harga. Di sejumlah negara, operator seluler menawarkan subsidi serta skema cicilan bulanan.
Akibatnya, harga ritel iPhone tidak selalu terasa sama bagi konsumen. Skema pembayaran tersebut dapat membuat perangkat premium lebih mudah dijangkau.
iPad Bisa Mengalahkan Harga iPhone
Perbandingan harga tidak selalu membuat iPhone berada di posisi lebih mahal. Hasilnya bisa berubah ketika konsumen membandingkan iPhone dengan iPad kelas lebih tinggi.
Contohnya, iPad mini memiliki harga mulai USD 600 atau sekitar Rp 10,5 juta. Harga tersebut bahkan sedikit lebih tinggi dari iPhone 17e.
iPad mini menghadapi tantangan pemadatan komponen yang mirip dengan iPhone. Ukurannya yang ringkas membuat Apple perlu mengatur berbagai perangkat keras secara lebih padat.
Sementara itu, lini iPad Pro berada di kelas yang berbeda. Apple membekali model tersebut dengan chipset kelas laptop seperti Apple Silicon M5.
iPad Pro juga menawarkan layar OLED yang lebih canggih. Karena itu, harga model tersebut dapat melampaui sejumlah varian iPhone.
Perbandingan harga kelas atas menunjukkan perbedaan yang cukup jelas. iPhone 17 Pro Max dengan kapasitas 2TB memiliki harga USD 2.000 atau sekitar Rp 35,2 juta.
Sebaliknya, iPad Pro M5 13 inci dengan penyimpanan 2TB mencapai USD 2.600 atau sekitar Rp 45,8 juta. Harga tersebut belum memasukkan opsi nano-texture glass dan konektivitas seluler.
Kenaikan Harga iPad pada 2026
Perbedaan harga kedua lini produk juga semakin terlihat setelah Apple menaikkan harga pada Juni 2026. Sebelum perubahan tersebut, selisih harga iPad dan iPhone tidak terlalu besar.
iPad standar dan iPad mini mengalami kenaikan masing-masing USD 100 atau sekitar Rp 1,7 juta. Sementara itu, iPad Air dan iPad Pro mengalami kenaikan antara USD 150 hingga USD 200 per unit.
Jika dikonversikan, kenaikan iPad Air dan iPad Pro berada di kisaran Rp 2,6 juta hingga Rp 3,5 juta per unit. Perubahan tersebut ikut menggeser posisi harga beberapa model iPad.
Namun, harga tidak hanya mencerminkan ukuran perangkat. Apple juga memperhitungkan teknologi, desain, komponen, fungsi, serta posisi setiap produk di pasar.
Dengan demikian, iPhone 17e lebih mahal dari iPad 11 bukan semata-mata karena Apple membuat ponsel lebih mahal. Kompleksitas perangkat berukuran kecil dan kebutuhan fitur tertentu ikut memainkan peran.
Pada akhirnya, iPad standar memang menawarkan ukuran layar lebih besar dengan harga awal lebih rendah. Namun, konsumen yang memilih model iPad premium bisa menemukan harga yang jauh lebih tinggi.
Kesimpulan
Perbedaan harga iPhone dan iPad menunjukkan bahwa ukuran perangkat bukan satu-satunya penentu harga. Apple juga memperhitungkan kompleksitas komponen, teknologi, fitur, serta target pengguna.
iPhone 17e hadir dengan harga awal USD 599. Sementara itu, iPad generasi ke-11 mulai dari USD 449.
Namun, posisi tersebut berubah ketika konsumen melihat model premium. iPad Pro M5 13 inci 2TB bahkan mencapai USD 2.600, lebih mahal daripada iPhone 17 Pro Max 2TB yang berharga USD 2.000.
Karena itu, harga produk Apple sangat bergantung pada kelas dan fungsi perangkat. Ukuran layar yang lebih besar tidak selalu berarti harga yang lebih mahal.
