
Otakonline.com - Jakarta, laba BTN Agustus 2026 mencapai Rp2,71 triliun hingga Agustus, tumbuh 35,89 persen secara tahunan dibandingkan Rp1,99 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut berjalan seiring dengan ekspansi kredit dan pembiayaan konsolidasian. Hingga Agustus 2026, penyalurannya mencapai Rp431,60 triliun atau tumbuh 14,98 persen secara tahunan.
Selain itu, total aset konsolidasi BTN meningkat 16,60 persen secara tahunan menjadi Rp561,84 triliun. Kinerja ini memperkuat kapasitas perseroan dalam menjalankan fungsi intermediasi, terutama untuk memperluas akses pembiayaan sektor perumahan.
Laba BTN Agustus 2026 Ditopang Ekspansi Kredit
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan pertumbuhan kinerja tersebut memperbesar ruang bagi perseroan untuk menjangkau lebih banyak kebutuhan pembiayaan. Sasaran pembiayaan tidak hanya mencakup masyarakat yang ingin memiliki rumah, tetapi juga pelaku dalam ekosistem perumahan.
“Kami ingin pertumbuhan bisnis BTN memberikan dampak yang semakin luas terhadap sektor perumahan dan perekonomian,” kata Nixon dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga konsolidasian, termasuk Bank Syariah Nasional (BSN), mencapai Rp446,06 triliun hingga Agustus 2026. Jumlah tersebut tumbuh 11,11 persen secara tahunan.
DPK itu terdiri atas giro sebesar Rp174,29 triliun, tabungan Rp46,72 triliun, dan deposito Rp225,05 triliun. Komposisi tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung ekspansi intermediasi perseroan.
Efisiensi Biaya Pendanaan Menopang Kinerja
BTN juga mencatat penurunan beban bunga konsolidasian di tengah pertumbuhan kredit dan pembiayaan. Hingga Agustus 2026, beban bunga turun 8,21 persen secara tahunan menjadi Rp11,28 triliun.
Pada periode yang sama tahun sebelumnya, beban bunga perseroan berada di sekitar Rp12,29 triliun. Penurunan biaya tersebut turut menopang peningkatan laba bersih konsolidasian BTN.
Nixon menyampaikan, perseroan akan menjaga pertumbuhan kredit dan pembiayaan tetap sehat. Upaya itu dilakukan dengan memperkuat pendanaan serta memperluas jangkauan layanan BTN dan BSN.
“Dengan fundamental yang semakin kuat, kapasitas kami untuk mendukung kebutuhan pembiayaan perumahan juga akan semakin besar,” ujar Nixon.
Peran BTN dalam Ekosistem Perumahan
BTN memperkuat perannya dalam ekosistem perumahan melalui pembiayaan dari sisi pasokan dan permintaan. Salah satunya dilakukan melalui Kredit Program Perumahan (KPP).
Sejak program tersebut diluncurkan, penyaluran KPP secara kumulatif telah mencapai Rp7,4 triliun. Angka itu terdiri atas Rp5,4 triliun KPP Supply dan Rp2,0 triliun KPP Demand.
Dari sisi kepemilikan rumah, perseroan juga mendorong skema pembiayaan yang meningkatkan keterjangkauan. Pada Agustus 2026, BTN mendukung pengembangan hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD) Manggarai.
Pengembangan tersebut direncanakan menghadirkan 3.784 unit hunian dalam delapan tower yang terintegrasi dengan transportasi publik. Langkah ini mempertemukan kebutuhan hunian dengan akses mobilitas masyarakat.
Upaya serupa dilakukan melalui Danantara Housing Expo 2026. Pameran tersebut menghadirkan lebih dari 120.000 pilihan properti dari lebih dari 130 pengembang BUMN dan swasta, sekaligus menyediakan akses terhadap berbagai skema pembiayaan perumahan.
Dengan pertumbuhan kredit, penguatan pendanaan, dan efisiensi biaya bunga, BTN berupaya menjaga kinerja bisnis sekaligus memperluas dampak pembiayaan bagi sektor perumahan dan perekonomian.