Otakonline.com - Jakarta, Lenovo Yoga Pro 7i Aura Edition Gen 11 menawarkan kombinasi performa tinggi, layar akurat, dan fitur AI untuk kebutuhan desain grafis serta editing video 4K.
Laptop untuk editing video 4K membutuhkan lebih dari sekadar prosesor cepat. Perangkat juga perlu GPU diskrit, kapasitas RAM besar, sistem pendinginan stabil, serta layar dengan akurasi warna tinggi.
Lenovo Yoga Pro 7i Aura Edition Gen 11 membawa kombinasi tersebut dalam bodi yang relatif tipis. Laptop ini menggunakan prosesor Intel® Core™ Ultra dengan NPU hingga 50 TOPS dan GPU NVIDIA GeForce RTX.
Tim kumparanTEKNO menguji laptop ini selama lebih dari sepekan. Pengujian mencakup DaVinci Resolve, Blender, Microsoft Paint dengan fitur AI, hingga gim berat seperti Hell Let Loose.
Performa Laptop untuk Editing Video 4K
Unit yang diuji menggunakan Intel® Core™ Ultra 9 386H dari lini Core Ultra Series 3. Prosesor tersebut memiliki NPU hingga 50 TOPS dan dipadukan dengan NVIDIA GeForce RTX 5060 Laptop GPU 8GB.
Kombinasi CPU, GPU, dan NPU tersebut membagi beban sesuai jenis pekerjaan. Untuk rendering video, CPU dan GPU menangani sebagian besar proses. Sementara itu, NPU bekerja lebih intensif pada fitur AI generatif tertentu.
Pengujian DaVinci Resolve menggunakan video 4K berdurasi 5 menit 52 detik. Video memakai resolusi 2160 × 3840 dengan rasio 9:16 dan codec H.264 Master.
Pada mode Adaptive Power dengan kabel daya terhubung, proses render tanpa tambahan color grading selesai dalam 3 menit 47 detik. Pengujian lain dengan color grading LUT Leica L-Log to Rec 709 Gamma 2.4 juga menunjukkan performa yang konsisten.
Saat laptop tanpa kabel daya, mode Extreme Power Boost membutuhkan 4 menit 45 detik. Sementara itu, mode Adaptive Performance membutuhkan 4 menit 56 detik.
Selama render pada mode Adaptive Performance, suhu CPU sempat mencapai 95 derajat Celsius. Namun, suhu rata-rata berada di angka 67 derajat Celsius.
Karena itu, pengguna yang melakukan rendering panjang sebaiknya tetap menghubungkan laptop ke sumber daya. Beban kerja seperti ini memang menguras baterai lebih cepat.
Layar OLED dengan Akurasi Warna Tinggi
Untuk desainer dan editor video, kualitas layar menjadi bagian penting dari alur kerja. Lenovo membekali Yoga Pro 7i Aura Edition Gen 11 dengan layar PureSight Pro OLED.
Panel tersebut memiliki resolusi 2,5K WQXGA 2560 x 1600. Layar juga mendukung refresh rate 165Hz VRR, tingkat kecerahan hingga 1.100 nits, serta cakupan 100 persen sRGB, P3, dan AdobeRGB.
Salah satu fitur pentingnya adalah Delta E<1. Nilai tersebut menunjukkan tingkat perbedaan warna yang sangat kecil dari warna acuannya.
Dalam pengujian DaVinci Resolve, warna yang terlihat ketika proses editing dan color grading tetap konsisten dengan hasil video setelah rendering. Kondisi ini membantu kreator mengurangi proses revisi warna yang berulang.
Selain itu, panel OLED memberikan sudut pandang yang tetap jelas dari samping. Visual juga terlihat tajam dan realistis ketika digunakan untuk pekerjaan dalam durasi panjang.
Force Pad dan Yoga Pen untuk Desain
Lenovo tidak hanya mengandalkan performa komputasi. Laptop ini juga menyediakan Force Pad dan Yoga Pen Gen 2 untuk mendukung pekerjaan kreatif.
Force Pad berfungsi sebagai trackpad sekaligus permukaan untuk menggambar. Permukaannya terasa lembut dan memberikan respons terhadap tekanan saat pengguna membuat garis atau melakukan sketsa.
Kemudian, Yoga Pen Gen 2 terhubung melalui Bluetooth. Saat digunakan untuk menggambar, pena tersebut terasa responsif dan melengkapi fungsi Force Pad.
Kombinasi keduanya membuat laptop ini relevan untuk ilustrator dan desainer. Pengguna juga tetap mendapatkan keyboard yang solid untuk mengetik catatan proyek atau menggunakan pintasan pada aplikasi kreatif.
Transfer File dan Workflow Kreatif
Workflow editing tidak berhenti pada proses rendering. Kreator juga membutuhkan transfer file cepat, terutama ketika menangani footage berukuran besar.
Dalam pengujian, tim kumparanTEKNO memindahkan footage 4K berukuran 4,33 GB dari ponsel ke laptop melalui USB-C. Proses tersebut membutuhkan waktu 2 menit 21 detik.
Laptop ini menyediakan dua port Thunderbolt™ 4. Selain itu, tersedia dua USB-A, HDMI 2.1, dan pembaca kartu SD.
Pengguna juga dapat memanfaatkan Smart Share melalui Smart Connect. Setelah ponsel dan laptop terhubung, pengguna dapat memindahkan foto serta video dengan cara yang lebih praktis.
Setelah file masuk ke DaVinci Resolve, proses editing berjalan melalui pemotongan klip, penerapan LUT, hingga rendering akhir. Seluruh rangkaian tersebut berjalan lancar selama pengujian.
Rendering 3D dan AI On-Device
Kemampuan laptop ini juga diuji melalui Blender. Tim kumparanTEKNO menggunakan demo resmi Blender Foundation berjudul Space Fabric Cloth Tear.
Animasi tersebut terdiri dari 167 frame pada resolusi 1024 x 1024 dengan frame rate 24 FPS. Proses rendering selesai dalam 1 menit 8 detik, dengan rata-rata 0,41 detik per frame.
Selain itu, fitur AI generatif di Microsoft Paint memperlihatkan penggunaan NPU secara lebih intensif. Pengujian dimulai dari sketsa gunung, jalan, dan sawah.
Kemudian, fitur Cocreator mengolah sketsa tersebut menjadi ilustrasi yang lebih detail melalui perintah teks. Pada proses ini, penggunaan NPU terlihat aktif melalui Task Manager.
Pengguna yang membutuhkan workflow AI lokal lebih lanjut juga dapat memasang Krita bersama plugin AI Diffusion. Dengan demikian, kemampuan AI laptop tidak hanya bergantung pada fitur bawaan Windows.
Spesifikasi Utama Lenovo Yoga Pro 7i Aura Edition Gen 11
Berikut beberapa spesifikasi utama yang tersedia pada lini Lenovo Yoga Pro 7i Aura Edition Gen 11:
- Prosesor: hingga Intel® Core™ Ultra 9 386H.
- NPU: hingga 50 TOPS.
- GPU: NVIDIA® GeForce RTX™ 5050, RTX™ 5060, atau RTX™ 5070 Laptop GPU.
- Layar: 15,3 inci PureSight Pro OLED, 2,5K, 165Hz VRR.
- Akurasi warna: 100 persen sRGB, P3, AdobeRGB, Delta E<1.
- RAM: 32GB terpasang.
- Penyimpanan: SSD NVMe hingga 2TB PCIe Gen4.
- Baterai: 84Wh.
- Bobot: mulai 1,59 kg.
- Konektivitas: Wi-Fi 7 dan Bluetooth 5.4.
- Port: dua Thunderbolt™ 4, dua USB-A, HDMI 2.1, dan SD card reader.
- Audio: empat speaker dengan Dolby Atmos®.
- Input kreatif: Force Pad dan Yoga Pen Gen 2.
Tetap Mampu untuk Gaming
Walaupun fokus utama laptop ini adalah pekerjaan kreatif, kemampuan GPU RTX 5060 juga memungkinkan penggunaan untuk gaming.
Tim kumparanTEKNO menguji Hell Let Loose menggunakan pengaturan grafis Epic. Frame rate sempat melewati 100 FPS, sedangkan rata-ratanya berada di kisaran 70-80 FPS ketika adegan berlangsung padat.
Suhu CPU selama sesi gaming berada di kisaran 64-84 derajat Celsius dengan rata-rata 70,5 derajat Celsius. Sementara itu, GPU RTX 5060 berada di kisaran 57,3-64,2 derajat Celsius dengan rata-rata 61,3 derajat Celsius.
GPU bahkan sempat mencapai utilisasi 100 persen pada beberapa momen. Namun, rata-rata utilisasinya berada di kisaran 55 persen selama sesi pengujian.
Baterai dan Desain Tetap Portabel
Yoga Pro 7i Aura Edition Gen 11 memiliki baterai 84Wh. Lenovo mencantumkan daya tahan hingga 19,5 jam untuk pemutaran video lokal serta dukungan Rapid Charge Express.
Dalam pengujian pengisian daya, baterai naik dari 5 persen pada pukul 10.45 menjadi 100 persen pada pukul 12.37. Proses tersebut berlangsung sekitar 1 jam 52 menit sambil laptop tetap menjalankan berbagai aktivitas.
Pada penggunaan berat dengan beberapa sesi rendering, baterai turun dari 98 persen menjadi 10 persen dalam sekitar tiga jam. Sementara itu, penggunaan ringan seperti browsing, mengetik, email, dan YouTube mampu bertahan lebih lama.
Dari sisi desain, laptop menggunakan warna Luna Grey dengan bodi aluminium. Bobot mulai 1,59 kg dan ketebalan 16,7 mm membuatnya tetap mudah dibawa.
Dengan desain tersebut, perangkat terlihat lebih dekat dengan laptop kerja premium daripada laptop gaming. Karena itu, pengguna dapat membawanya ke kantor, kafe, atau pertemuan tanpa membawa perangkat yang terasa terlalu besar.
Audio Mendukung Kreativitas dan Hiburan
Lenovo juga membekali perangkat ini dengan empat speaker Dolby Atmos®. Penempatannya berada di sisi kanan dan kiri bagian atas serta bawah laptop.
Dalam pengujian dengan beberapa jenis musik, suara terdengar jernih dan tetap memiliki tenaga pada frekuensi rendah. Karakter audio juga tetap nyaman ketika pengguna memutar musik dengan aransemen yang lebih ramai.
Kualitas tersebut tidak hanya berguna untuk hiburan. Editor video juga dapat memanfaatkannya ketika melakukan pemeriksaan audio pada konten sebelum proses finalisasi.
Kesimpulan
Lenovo Yoga Pro 7i Aura Edition Gen 11 menggabungkan performa CPU, GPU, dan NPU untuk kebutuhan kreatif yang berat. Pengujian DaVinci Resolve menunjukkan kemampuannya menangani rendering video 4K, sedangkan Blender memperlihatkan kemampuannya menjalankan simulasi dan rendering 3D.
Layar PureSight Pro OLED dengan Delta E<1 juga menjadi bagian penting bagi desainer dan editor video. Selain itu, Force Pad serta Yoga Pen Gen 2 memberikan opsi input tambahan untuk menggambar dan membuat sketsa.
Di sisi lain, laptop ini tetap mampu menjalankan gim berat seperti Hell Let Loose. Bodi dengan bobot mulai 1,59 kg juga membuatnya lebih mudah dibawa dibandingkan laptop gaming berperforma tinggi pada umumnya.
Dengan kombinasi tersebut, Yoga Pro 7i Aura Edition Gen 11 menghadirkan perangkat serbaguna untuk editing video 4K, desain grafis, animasi 3D, pekerjaan berbasis AI, hingga hiburan.
