Omoway OMO-X Lolos Uji Tabrak 30 Km/Jam, Baterai Tetap Aman

Editor OtakOnline.com
Waktu baca Menghitung...
Diterbitkan

Otakonline.com - Pontianak, Omoway OMO-X mencatat hasil positif dalam uji tabrak laboratorium pada kecepatan 30 km/jam. Motor listrik berteknologi robotik ini tetap mempertahankan sejumlah komponen penting setelah benturan.

Omoway OMO-X Lolos Uji Tabrak 30 Km/Jam, Baterai Tetap Aman

Pengujian tersebut menjadi perhatian karena OMO-X mengandalkan teknologi seperti self-balancing dan self-parking. Kedua fitur itu membutuhkan sistem elektronik serta komponen keseimbangan yang bekerja secara terintegrasi.

Selain itu, hasil pengujian menunjukkan sasis OMO-X tetap utuh. Smart System juga masih menyala normal setelah benturan, sementara baterai tidak mengalami kerusakan maupun kebocoran.

Omoway OMO-X Lolos Uji Tabrak 30 Km/Jam

Omoway melakukan uji tabrak OMO-X di laboratorium dengan kecepatan 30 km/jam. Pengujian tersebut menunjukkan beberapa komponen utama tetap berada dalam kondisi aman setelah benturan.

Sasis tidak berubah bentuk dan tidak mengalami patah. Karena itu, struktur utama motor tetap mampu menjaga posisi berbagai komponen setelah tabrakan.

Kemudian, Smart System tetap berfungsi normal. Kondisi tersebut menunjukkan sistem masih dapat bekerja setelah menerima guncangan dari benturan.

Di sisi lain, hasil pengujian juga mencakup sejumlah komponen yang berhubungan langsung dengan sistem keseimbangan. Giroskop OMO-X tetap berfungsi dengan baik setelah tabrakan.

Giroskop memiliki peran penting karena OMO-X mengusung teknologi self-balancing. Sistem tersebut memungkinkan motor menjaga posisi tegak tanpa harus mengandalkan standar samping atau standar tengah secara manual.

Sasis, Fork Depan, dan Giroskop Tetap Berfungsi

Selain sasis, fork depan menjadi bagian penting dalam pengujian. Komponen tersebut tidak patah dan mampu menyerap energi benturan secara optimal.

Fork depan berfungsi meredam gaya yang muncul ketika motor mengalami benturan. Dengan demikian, energi benturan tidak langsung diteruskan ke komponen lain.

Sementara itu, giroskop tetap berfungsi dengan baik. Komponen listrik lainnya juga tetap berada dalam kondisi baik setelah pengujian berlangsung.

Hasil tersebut menjadi relevan bagi OMO-X karena motor ini membawa sejumlah teknologi yang mengandalkan sistem elektronik. Self-balancing, misalnya, membutuhkan sistem yang mampu menjaga keseimbangan motor secara otomatis.

Selain itu, OMO-X mempunyai fitur self-parking. Fitur tersebut memungkinkan motor memosisikan dirinya secara otomatis ketika berhenti atau parkir.

Kombinasi kedua teknologi tersebut menjadi salah satu ciri utama OMO-X sebagai motor yang membawa konsep robotik. Karena itu, ketahanan komponen elektronik setelah benturan menjadi salah satu perhatian dalam pengujian.

Baterai OMO-X Tetap Aman Setelah Benturan

Bagian lain yang menjadi perhatian dalam uji tabrak adalah baterai. OMO-X menggunakan baterai Lithium Iron Phosphate atau LFP.

Setelah benturan, baterai dinyatakan aman. Tidak ada kerusakan maupun kebocoran pada baterai yang terlihat dalam hasil pengujian tersebut.

Kondisi ini penting dalam pembahasan keselamatan kendaraan listrik. Baterai menjadi salah satu komponen utama yang harus mendapat perhatian ketika kendaraan mengalami benturan.

Namun, pengujian berlangsung pada kecepatan 30 km/jam di laboratorium. Karena itu, hasil tersebut tidak otomatis menggambarkan seluruh kondisi kecelakaan yang bisa terjadi di jalan.

Pengendara tetap perlu menggunakan perlengkapan keselamatan secara lengkap. Dengan demikian, teknologi keselamatan pada motor tetap berjalan bersama perilaku berkendara yang aman.

OMO-X Punya Jarak Tempuh hingga 260 Km

Selain membawa teknologi robotik, OMO-X menawarkan dua pilihan baterai dengan kapasitas berbeda. Keduanya sama-sama menggunakan teknologi LFP.

Varian Standar memakai baterai berkapasitas 5,38 kWh. Jarak tempuhnya mencapai 160 km berdasarkan pengujian WMTC.

Sementara itu, jaraknya bisa mencapai lebih dari 200 km pada kecepatan rata-rata 30 km/jam. Angka tersebut berbeda dengan hasil pengujian WMTC karena kondisi pengukuran juga berbeda.

Varian Long Range memakai baterai 7,68 kWh. Jarak tempuhnya mencapai 210 km berdasarkan WMTC dan dapat mencapai hingga 260 km.

Berikut rincian jarak tempuh OMO-X:

  • Standar 5,38 kWh: 160 km berdasarkan WMTC.
  • Standar: lebih dari 200 km pada kecepatan rata-rata 30 km/jam.
  • Long Range 7,68 kWh: 210 km berdasarkan WMTC.
  • Long Range: hingga 260 km.

Kemudian, sistem pengisian daya OMO-X menawarkan beberapa pilihan. Charger 800W membutuhkan waktu sekitar enam jam untuk pengisian.

Pengguna juga bisa memakai charger cepat 2000W. Pilihan tersebut membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam.

Selain itu, Omoway menyediakan stasiun khusus dengan waktu pengisian 0-80 persen sekitar 1,5 jam. Dengan beberapa pilihan tersebut, pengguna memiliki alternatif sesuai kebutuhan pengisian.

Indonesia Jadi Pasar Perdana OMO-X

Omoway memilih Indonesia sebagai pasar perdana untuk peluncuran global OMO-X. Peluncuran tersebut bahkan berlangsung lebih dahulu di Indonesia dibandingkan negara asal produsennya.

Pengembangan OMO-X juga mempertimbangkan kondisi pasar Indonesia. Riset pengembangan berlangsung khusus untuk pasar Tanah Air selama dua tahun sebelum peluncuran resmi.

Riset tersebut bertujuan menyesuaikan spesifikasi, fitur, serta kemampuan motor dengan pola berkendara dan kondisi jalan di Indonesia.

Karena itu, OMO-X tidak hanya membawa konsep motor listrik. Produk tersebut juga menggabungkan teknologi robotik dengan sejumlah fitur otomatis.

Self-balancing membuat motor mampu berdiri tegak sendiri. Sementara itu, self-parking membantu motor melakukan posisi parkir secara otomatis.

Hasil uji tabrak kemudian menambah informasi mengenai ketahanan sejumlah komponen penting. Sasis tetap utuh, giroskop tetap berfungsi, fork depan tidak patah, dan baterai tidak mengalami kerusakan maupun kebocoran.

Meski demikian, pengujian 30 km/jam tetap memiliki batasan. Kondisi laboratorium tidak dapat mewakili seluruh variasi kecelakaan yang mungkin terjadi di jalan.

Kesimpulan

Omoway OMO-X berhasil melewati uji tabrak laboratorium pada kecepatan 30 km/jam. Setelah benturan, sasis tetap utuh dan Smart System masih berfungsi normal.

Selain itu, giroskop dan fork depan tetap aman. Baterai LFP juga tidak mengalami kerusakan maupun kebocoran.

OMO-X juga membawa teknologi self-balancing dan self-parking. Sementara itu, pilihan baterai 5,38 kWh dan 7,68 kWh menawarkan jarak tempuh hingga 260 km pada varian Long Range.

Namun, hasil uji tersebut tidak mewakili seluruh kondisi kecelakaan di jalan. Karena itu, pengendara tetap perlu mengutamakan keselamatan dan memakai perlengkapan pelindung saat berkendara.