Porsi Saham 37% di Zankore Perkuat Prospek Bisnis AI Data Center Indosat

Editor Jaya Purnama
Waktu baca Menghitung...
Diterbitkan

Porsi Saham 37% di Zankore Perkuat Prospek Bisnis AI Data Center Indosat

Otakonline.com - Jakarta, PT Indosat Tbk (ISAT) memiliki 37% saham Zankore, perusahaan yang menjadi kendaraan pengembangan bisnis AI data center Indosat. Porsi tersebut lebih besar daripada estimasi sebelumnya dan berpotensi memperkuat kontribusi Zankore terhadap laba perseroan.

Investment Analyst Stockbit Group, Christian William Munaba, menyampaikan potensi tersebut setelah mengikuti pertemuan tertutup dengan Indosat pada Kamis (17/9/2026). Ia memperkirakan kontribusi Zankore terhadap laba ISAT dapat mencapai Rp2,9 triliun ketika kapasitas data center mencapai 200 megawatt (MW).

Proyeksi itu meningkat dari estimasi sebelumnya yang berada di kisaran Rp1,6 triliun hingga Rp2,4 triliun. Namun, perhitungan tersebut belum memasukkan potensi hilangnya pendapatan bunga dari dana yang Indosat gunakan untuk berinvestasi di Zankore.

Struktur kepemilikan Zankore

Christian menjelaskan, Indosat menguasai 37% saham Zankore. Sementara itu, Ooredoo Group memiliki 49% saham, Nvidia 11%, dan Nokia 3%.

Struktur tersebut menempatkan Zankore sebagai kendaraan utama Indosat untuk mengembangkan AI data center setelah perseroan mengoperasikan bisnis AI neocloud secara langsung. Kapasitas akhir bisnis AI neocloud Indosat mencapai 28 MW.

Bisnis AI neocloud itu memiliki margin laba bersih sekitar 15%. Indosat memproyeksikan laba bersih sekitar US$45 juta atau Rp805 miliar dari kontrak pendapatan tahunan sekitar US$300 juta mulai 2027.

Angka tersebut lebih tinggi daripada proyeksi laba bersih 2026 yang berada di kisaran US$15 juta atau Rp268 miliar. Selanjutnya, Indosat akan mengembangkan kapasitas AI data center berikutnya melalui Zankore.

Target kapasitas dan model bisnis AI data center Indosat

Dalam model bisnis Zankore, Indosat hanya menanggung belanja modal untuk GPU dan server. Vendor menyediakan infrastruktur data center, termasuk lahan, listrik, dan air.

Zankore juga mengutamakan kepastian permintaan, kualitas pelanggan, serta kemitraan dengan Nvidia. Perusahaan menargetkan pengembang AI dan perusahaan hyperscaler dari luar negeri yang memiliki kemampuan pembayaran tinggi.

Seluruh pelanggan Zankore memiliki kontrak selama lima tahun dengan skema take or pay. Dengan skema tersebut, pelanggan tetap memiliki kewajiban pembayaran selama masa kontrak.

Selain itu, Indosat berupaya mengurangi risiko investasi dengan membeli GPU setelah memperoleh permintaan yang pasti. Kemitraan strategis dengan Nvidia sejak 2024 turut mempercepat akses GPU menjadi sekitar dua hingga tiga bulan. Waktu tunggu umum untuk memperoleh perangkat tersebut mencapai dua hingga tiga tahun.

Indosat tetap menjaga fleksibilitas keuangan

Indosat memilih metode ekuitas untuk berinvestasi di Zankore. Pilihan ini membantu perseroan menjaga fleksibilitas keuangan, terutama ketika kebutuhan belanja modal untuk jaringan 5G masih besar.

Indosat menyiapkan belanja modal sekitar Rp10 triliun untuk pengembangan 5G. Anggaran tersebut mencakup aktivasi spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz.

Perseroan menargetkan penggunaan spektrum itu dapat meningkatkan kinerja jaringan dan pengalaman pelanggan. Di sisi lain, peningkatan kualitas layanan juga diharapkan mendorong kenaikan rata-rata pendapatan per pengguna atau ARPU Indosat.

Dengan demikian, Zankore memberi Indosat peluang untuk memperluas bisnis AI data center tanpa menanggung seluruh kebutuhan infrastruktur. Namun, potensi kontribusi laba tetap perlu dilihat bersama dampak investasi dan hilangnya pendapatan bunga dari dana yang perseroan alokasikan.

Jaya Purnama
Sekedar Berbagi Informasi seputar Kehidupan