QRIS Antarnegara Perluas Akses Pembayaran Digital di Asia

Editor Jaya Purnama
Waktu baca Menghitung...
Diterbitkan

QRIS Antarnegara Perluas Akses Pembayaran Digital di Asia

Otakonline.com - Jakarta, QRIS Antarnegara semakin memudahkan wisatawan Indonesia melakukan pembayaran saat bepergian ke sejumlah negara Asia. Dengan memindai kode QR melalui aplikasi pembayaran dari Indonesia, wisatawan tidak perlu membawa banyak uang tunai atau mencari tempat penukaran mata uang.

Pengalaman itu dirasakan Saniah, perempuan asal Bengkalis, Riau, saat bepergian selama hampir 10 hari di Malaysia. Ia menggunakan ponsel untuk membayar makanan, belanja, dan berbagai transaksi lain di merchant yang menerima pembayaran QR.

“Pembayarannya pakai QRIS lebih mudah. Sekarang enggak butuh bawa duit (tunai) banyak-banyak,” ujar Saniah di kawasan Kampung Baru, Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (16/9/2026). Sebelum ke Malaysia, ia juga telah menggunakan QRIS saat berkunjung ke China dan Jepang.

QRIS Antarnegara mengikuti mobilitas wisatawan

Kebutuhan pembayaran digital lintas negara tumbuh seiring tingginya mobilitas masyarakat Indonesia di kawasan Asia. Singapura menerima 1.339.607 pengunjung dari Indonesia sepanjang Januari-Juli 2026. Data Singapore Tourism Board dan Singapore Department of Statistics menempatkan Indonesia sebagai salah satu pasar sumber utama Singapura.

Di Malaysia, Tourism Malaysia mencatat kunjungan wisatawan Indonesia mencapai 4,3 juta pada 2025. Angka tersebut meningkat 2,9 persen dibandingkan 2024. Wisatawan tidak hanya membayar tiket dan hotel, tetapi juga bertransaksi di restoran, pasar, toko oleh-oleh, dan UMKM.

Bank Indonesia mengembangkan QRIS Antarnegara sebagai konektivitas pembayaran lintas negara. Wisatawan Indonesia dapat membayar di merchant negara mitra menggunakan aplikasi pembayaran yang biasa mereka gunakan di dalam negeri.

Di Malaysia, pembayaran berlangsung melalui merchant yang menerima DuitNow QR. Sementara itu, di Singapura, wisatawan Indonesia dapat melakukan transaksi melalui merchant yang menerima NETS QR. Setelah pembayaran berhasil, transaksi diproses secara real-time.

Konektivitas sistem memudahkan pengguna dan merchant

Dari sisi pengguna, proses pembayaran terlihat sederhana. Pengguna cukup membuka aplikasi pembayaran, memindai kode QR, memastikan nominal, lalu menyelesaikan transaksi.

Namun, proses tersebut didukung konektivitas dua sistem pembayaran di belakangnya. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Singapura Widi Agustin S mengatakan, pengembangan QRIS Antarnegara merupakan bagian dari upaya BI menciptakan efisiensi transaksi keuangan.

Pengguna dapat melihat nilai transaksi dalam rupiah ketika melakukan pembayaran di negara mitra. Sementara itu, merchant menerima pembayaran dalam mata uang lokal sesuai mekanisme yang berlaku.

Manfaat tersebut juga dirasakan merchant. Pemilik toko Hypnovintage di kawasan Haji Lane, Dohartua Parlindungan Sihombing, mengatakan pelanggan dapat melacak pembelian melalui akun mereka. Menurutnya, kondisi itu membantu membangun kepercayaan antara pelanggan dan merchant.

Manajer Nasi Lemak Wanjo Malaysia, Nazri, menilai pembayaran digital memudahkan merchant dan pelanggan karena mereka tidak perlu membawa uang tunai atau mencari tempat penukaran uang.

Transaksi QRIS lintas negara terus bertumbuh

Bank Indonesia mencatat, hingga Juni 2026, QRIS telah digunakan 65,77 juta pengguna dan diterima 44,86 juta merchant. Sebanyak 96,68 persen merchant tersebut merupakan UMKM.

Sejak diluncurkan pada Mei 2023 hingga Februari 2026, konektivitas QRIS Indonesia-Malaysia mencatat 10,66 juta transaksi dengan nominal Rp 2,75 triliun. Di Singapura, QRIS mencatat 554.510 transaksi senilai Rp 179,28 miliar pada periode November 2023 hingga Februari 2026.

Sementara itu, konektivitas dengan Thailand membukukan 1,64 juta transaksi senilai Rp 656,27 miliar selama Agustus 2022 hingga Februari 2026. Sepanjang 2025, transaksi wisatawan asing menggunakan QRIS di Indonesia mencapai 5.892.621 transaksi, sedangkan transaksi masyarakat Indonesia di luar negeri mencapai 1.681.112 transaksi.

Pada Januari-Juli 2026, total transaksi QRIS Antarnegara di wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia Singapura yang mencakup Singapura, Malaysia, dan Thailand mendekati 10 juta transaksi. Khusus Singapura, transaksinya mencapai 407.000 transaksi hingga Juli 2026.

Perluasan konektivitas ke berbagai negara

Bank Indonesia menjalankan Gerakan Akseptasi QRIS Antarnegara untuk Digitalisasi dan Akselerasi atau Garuda. Program tersebut mencakup edukasi melalui maskapai nasional pada rute Jakarta-Singapura, notifikasi kepada wisatawan, serta kerja sama dengan bank sentral dan penyedia infrastruktur pembayaran.

Setelah terhubung dengan Thailand, Malaysia, dan Singapura, konektivitas QRIS diperluas ke Jepang, Korea Selatan, dan China. Pengembangan dengan Korea Selatan diarahkan untuk meningkatkan efisiensi pembayaran, termasuk melalui pengurangan biaya konversi valuta asing dan biaya transaksi.

Perluasan ini menunjukkan bahwa QRIS Antarnegara tidak hanya mendukung kebutuhan wisatawan. Konektivitas tersebut juga menjadi bagian dari pengembangan sistem pembayaran lintas negara untuk mendukung perdagangan, pariwisata, konsumsi, dan UMKM.

Jaya Purnama
Sekedar Berbagi Informasi seputar Kehidupan