Otakonline.com - Kuala Lumpur, penggunaan QRIS Cross-Border semakin memudahkan wisatawan Indonesia saat bertransaksi di Malaysia dan Singapura. Pelancong kini dapat membayar makanan hingga belanja hanya dengan memindai kode QR melalui aplikasi perbankan dalam negeri.
Gambaran itu terlihat saat Gustidha bertransaksi di Nasi Lemak Wanjo, Kampung Baru, Kuala Lumpur. Ia cukup mengarahkan kamera ponsel ke kode QR DuitNow yang tersedia di meja kasir.
Beberapa detik kemudian, transaksi berhasil. Saldo rekening langsung berkurang tanpa perlu menukar rupiah ke ringgit terlebih dahulu. Karena itu, wisatawan tidak lagi harus selalu membawa uang tunai dalam jumlah besar saat bepergian ke luar negeri.
QRIS Cross-Border Mudahkan Pembayaran di Malaysia
Gustidha mengaku terbantu dengan kemudahan pembayaran tersebut. Ia bahkan belum sempat menukarkan uang tunai ke valuta asing ketika bertransaksi di Malaysia.
Selain praktis, sistem tersebut menampilkan nominal transaksi dalam mata uang ringgit. Setelah itu, proses konversi berlangsung melalui rekening pengguna.
"Ternyata pas di-scan itu (langsung) tertera nominalnya MYR, jadi kita tinggal nulis aja, nggak harus di-convert-convert dulu berapa, dan lainnya langsung ter-convert sendiri di rekeningnya, kayak pakai QRIS biasa aja," ujar Gustidha.
Menurutnya, QRIS antarnegara juga memberikan transparansi nilai tukar secara real-time. Ia menilai kemudahan tersebut dapat mengurangi ketergantungan wisatawan terhadap uang tunai valuta asing.
Sementara itu, kemudahan pembayaran turut dirasakan pelaku usaha di Malaysia. Pemilik Nasi Lemak Wanjo, Mohammad Nazri, menyebut sekitar 80 persen wisatawan Indonesia yang datang ke restorannya memilih pembayaran digital melalui QRIS dan kode QR DuitNow.
Nazri menilai transaksi nontunai membuat operasional restoran lebih mudah. Selain itu, sistem tersebut membantu memperpendek antrean dan mempercepat pelayanan kepada pelanggan.
Ia juga menyambut kedatangan wisatawan Indonesia yang menggunakan QRIS. Menurutnya, pelanggan tidak perlu membawa uang tunai atau mencari money changer sebelum makan di restorannya.
Wisatawan Indonesia Makin Banyak Gunakan QRIS
Penggunaan QRIS Cross-Border juga terlihat di kawasan Central Market, Kuala Lumpur. Wiwi, penjual oleh-oleh di kawasan tersebut, mengatakan mayoritas pembelinya berasal dari Indonesia dan banyak yang memilih pembayaran nontunai.
Bahkan, rombongan wisatawan dalam jumlah besar kerap menggunakan QRIS saat berbelanja. Kondisi tersebut membuat transaksi berjalan lebih praktis karena mereka tidak perlu mencari tempat penukaran uang.
"Kadang-kadang rombongan 1 bus 2 bus, banyak menggunakan QRIS ke sini, karena lebih mudah, enggak usah lagi cari money changer mau tukar rupiah ke ringgit kan," ungkap Wiwi.
Selain itu, wisatawan dapat melihat nominal belanja dalam rupiah. Kemudahan tersebut membantu pelanggan menghindari perhitungan nilai tukar secara manual.
Sebelum integrasi pembayaran tersedia, sebagian wisatawan bahkan batal membeli jajanan tradisional karena tidak membawa mata uang lokal. Kini, kondisi tersebut mulai berubah dan turut memberikan dampak terhadap pendapatan pedagang.
Dengan demikian, QRIS Cross-Border tidak hanya memberi kemudahan kepada wisatawan. Sistem ini juga membuka akses pembayaran yang lebih sederhana bagi pelaku usaha di negara tujuan.
QRIS Cross-Border Tumbuh di Singapura
Tren serupa berkembang di Singapura. Penggunaan QRIS antarnegara hadir di berbagai lokasi, termasuk Maxwell Food Centre dan kawasan Haji Lane.
Dohartua Parlindungan Sihombing, pemilik toko barang vintage di Haji Lane, mengatakan 70 persen pembelinya merupakan turis asing. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 persen berasal dari Indonesia.
Wisatawan Indonesia melakukan pembayaran melalui QRIS yang terintegrasi dengan QR NETS. Menurut Dohartua, faktor kepraktisan menjadi salah satu alasan pelanggan memilih pembayaran digital.
Di sisi lain, ia mengatakan wisatawan juga mempertimbangkan nilai tukar dari bank dibandingkan money changer. Kondisi tersebut membuat QRIS menjadi pilihan bagi pelanggan yang ingin bertransaksi tanpa membawa banyak uang tunai.
Dohartua menyebut rata-rata transaksi wisatawan Indonesia di tokonya mencapai SGD 200 hingga SGD 300. Ia juga mencatat omzet hingga SGD 10.000 dalam sebulan dari aktivitas penjualan tersebut.
Menurutnya, sistem pembayaran digital antarnegara berjalan lancar selama koneksi internet tersedia. Karena itu, faktor konektivitas tetap menjadi bagian penting dalam kelancaran transaksi digital lintas negara.
Bank Indonesia Perluas Penggunaan QRIS Antarnegara
Bank Indonesia mulai mengembangkan penggunaan QRIS di Malaysia dan Singapura melalui kerja sama dengan otoritas setempat sejak 2023. Integrasi tersebut menghubungkan QRIS dengan DuitNow di Malaysia dan NETS di Singapura.
Kepala Perwakilan BI Singapura Widi Agustin S mengatakan transaksi QRIS di wilayah kerja KPw Singapura menunjukkan pertumbuhan signifikan. Wilayah tersebut mencakup Singapura, Malaysia, dan Thailand.
Dari Januari hingga Juli 2026, total transaksi di tiga negara tersebut hampir mencapai 10 juta transaksi. Khusus Singapura, jumlah transaksi mencapai 407 ribu transaksi hingga Juli 2026.
Selanjutnya, KPw BI Singapura menjalankan berbagai strategi untuk memperluas penggunaan QRIS. Salah satunya melalui GARUDA atau Gerakan Akseptasi QRIS Antarnegara untuk Digitalisasi dan Akselerasi.
Program tersebut mencakup sosialisasi kepada penumpang melalui kerja sama dengan maskapai nasional yang melayani rute Jakarta-Singapura. Edukasi juga menyasar wisatawan setelah mereka tiba di Singapura.
Selain itu, BI bekerja sama dengan penyedia layanan telekomunikasi. Wisatawan Indonesia yang tiba di Singapura dapat menerima notifikasi mengenai penggunaan QRIS Antarnegara.
BI juga menggandeng bank sentral negara kawasan serta perusahaan switching untuk memperluas penggunaan sistem pembayaran tersebut.
Transaksi Malaysia Masih Lebih Tinggi
Meski penggunaan QRIS di Singapura terus tumbuh, transaksi di negara tersebut masih berada di bawah Malaysia. Perbedaan tersebut berkaitan dengan mobilitas wisatawan yang lebih besar di Malaysia.
Widi mengatakan transaksi Malaysia masih lebih tinggi dari sisi jumlah maupun nominal. Sementara itu, Singapura terus menunjukkan perkembangan sebagai salah satu negara yang menerima pembayaran QRIS.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penggunaan pembayaran digital lintas negara mengikuti pola mobilitas wisatawan. Semakin tinggi aktivitas perjalanan antarnegara, semakin besar pula peluang penggunaan sistem pembayaran digital.
Karena itu, perluasan QRIS tidak hanya bergantung pada kesiapan teknologi. Kesadaran wisatawan dan merchant juga menjadi faktor penting agar sistem tersebut semakin banyak digunakan.
QRIS Disiapkan untuk Ekspansi ke India
Bank Indonesia juga menyiapkan rencana memperluas QRIS Cross-Border ke kawasan Asia lainnya. Salah satu negara yang menjadi perhatian adalah India.
Rencana tersebut mengikuti meningkatnya potensi perjalanan wisatawan India ke Indonesia. BI melihat perkembangan tersebut sebagai peluang untuk memperluas penggunaan pembayaran digital lintas negara.
Widi mengatakan perluasan ke India akan berjalan seiring dengan rencana pengembangan transaksi lintas negara. Dengan demikian, wisatawan India nantinya berpotensi memperoleh kemudahan pembayaran menggunakan skema yang terhubung dengan QRIS.
Namun, perluasan infrastruktur saja tidak cukup. BI juga menilai peningkatan kesadaran pengguna dan merchant menjadi bagian penting dalam pengembangan QRIS Cross-Border.
Merchant di negara tujuan perlu mengetahui bahwa wisatawan Indonesia dapat menggunakan QRIS. Sebaliknya, pelaku usaha di Indonesia juga perlu memahami peluang pembayaran dari wisatawan negara mitra.
Kesimpulan
QRIS Cross-Border perlahan mengubah cara wisatawan Indonesia bertransaksi di luar negeri. Malaysia dan Singapura menjadi contoh penggunaan pembayaran digital yang semakin dekat dengan aktivitas wisata sehari-hari.
Wisatawan dapat membayar makanan, oleh-oleh, hingga barang lainnya tanpa harus selalu membawa uang tunai dalam mata uang lokal. Sementara itu, merchant memperoleh alternatif pembayaran yang dapat mempercepat transaksi.
Selanjutnya, Bank Indonesia berupaya memperluas ekosistem tersebut melalui edukasi, kerja sama dengan berbagai pihak, dan ekspansi ke negara lain. India menjadi salah satu tujuan yang masuk dalam rencana pengembangan QRIS antarnegara.
Dengan meningkatnya mobilitas wisatawan, perluasan QRIS Cross-Border berpotensi membuat pembayaran lintas negara semakin praktis. Pada saat yang sama, pemahaman pengguna dan kesiapan merchant tetap menjadi bagian penting dalam mendorong pemanfaatannya.
