Otakonline.com - Surakarta, layanan parkir tepi jalan di Kota Solo memasuki tahap baru dalam transformasi digital. Kehadiran QRIS Pocket kini memudahkan juru parkir menerima pembayaran non-tunai dari masyarakat.
Netzme menghadirkan perangkat tersebut melalui kolaborasi dengan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Solo, Pemerintah Kota Surakarta, dan Dinas Perhubungan Kota Surakarta.
Pada tahap awal, sebanyak 85 unit QRIS Pocket mulai digunakan oleh juru parkir di empat kawasan utama. Wilayah tersebut mencakup Jalan Slamet Riyadi, Jalan Gatot Subroto, Jalan Teuku Umar, dan Jalan Dr. Rajiman.
QRIS Pocket mulai digunakan juru parkir di Solo
QRIS Pocket menjadi bagian dari upaya modernisasi pembayaran parkir tepi jalan di Kota Surakarta. Perangkat berukuran ringkas tersebut memungkinkan juru parkir membawa sarana pembayaran digital saat melayani pengendara.
Regional Head of Central Java Hub Solo Netzme, Pribadie Utomo, mengatakan QRIS Pocket menjawab kebutuhan transaksi dengan mobilitas tinggi.
“QRIS Pocket merupakan salah satu inovasi terbaru Netzme yang kami hadirkan untuk mendukung kebutuhan transaksi dengan mobilitas tinggi, seperti layanan parkir," ujar Pribadie Utomo, dikutip Sabtu (19/9/2026).
Selain itu, kolaborasi tersebut mendorong perluasan penggunaan QRIS dalam aktivitas sehari-hari masyarakat. Pembayaran parkir menjadi salah satu layanan publik yang mulai memanfaatkan teknologi transaksi digital secara lebih praktis.
Serah terima perangkat berlangsung secara simbolis di halaman Kantor Dinas Perhubungan Kota Surakarta. Kegiatan tersebut berlangsung bersamaan dengan ajang Dishub Fun Run dalam rangka Hari Perhubungan Nasional.
Empat kawasan Solo mulai memakai QRIS Pocket
Sebanyak 85 perangkat QRIS Pocket Netzme mulai diterjunkan pada tahap awal. Para juru parkir kemudian menggunakan perangkat tersebut untuk melayani pembayaran dari pengendara.
Empat kawasan yang masuk dalam tahap awal penerapan meliputi:
- Jalan Slamet Riyadi
- Jalan Gatot Subroto
- Jalan Teuku Umar
- Jalan Dr. Rajiman
Pemilihan perangkat portabel tersebut berkaitan dengan karakter layanan parkir tepi jalan. Juru parkir harus bergerak dan melayani pengendara secara langsung di area publik.
Karena itu, QRIS Pocket memiliki bentuk ringkas dan mudah dibawa. Juru parkir dapat menggunakannya saat menerima transaksi tanpa harus bergantung pada perangkat berukuran besar.
Di sisi lain, masyarakat juga mendapatkan pilihan pembayaran yang lebih beragam. Pengendara yang tidak membawa uang tunai tetap dapat membayar melalui metode digital yang kompatibel.
Tiga skema transaksi tersedia dalam QRIS Pocket
QRIS Pocket Netzme tidak hanya menyediakan satu metode pembayaran. Perangkat ini mendukung tiga skema transaksi sekaligus.
Pertama, terdapat QRIS MPM atau Merchant Presented Mode. Dalam skema ini, pengguna memindai kode QR yang muncul pada layar perangkat.
Kedua, perangkat mendukung QRIS CPM atau Customer Presented Mode. Melalui metode tersebut, juru parkir dapat memindai kode QR milik pengguna.
Selanjutnya, QRIS Pocket juga mendukung QRIS TAP berbasis NFC atau Near Field Communication. Pengguna cukup menempelkan ponsel pintar atau kartu yang kompatibel pada perangkat untuk melakukan transaksi.
Ketiga pilihan tersebut memberikan fleksibilitas saat masyarakat membayar parkir. Dengan demikian, pengguna dapat memilih metode yang sesuai dengan perangkat dan layanan pembayaran yang mereka gunakan.
Selain itu, transaksi digital dapat mengurangi kebutuhan juru parkir untuk menyediakan uang kembalian. Kondisi tersebut menjadi salah satu persoalan yang kerap muncul ketika masyarakat membayar menggunakan uang tunai.
Pembayaran tunai tetap tersedia
Meskipun pembayaran digital mulai diperluas, Pemerintah Kota Surakarta tetap mempertahankan transaksi tunai sebagai pilihan. Kebijakan tersebut memberikan alternatif bagi warga yang belum terbiasa menggunakan pembayaran digital.
Dengan demikian, penerapan QRIS Pocket tidak langsung menghilangkan metode pembayaran konvensional. Masyarakat tetap dapat menggunakan uang tunai ketika membayar layanan parkir.
Sementara itu, pilihan pembayaran digital memberikan alternatif bagi warga yang semakin jarang membawa uang tunai. Pengendara juga dapat memilih metode QRIS yang sesuai dengan perangkat mereka.
Kehadiran QRIS Pocket juga memperlihatkan upaya digitalisasi pada layanan publik yang berlangsung langsung di ruang terbuka. Area parkir tepi jalan memiliki kebutuhan transaksi yang berbeda dari toko atau tempat usaha tetap.
Juru parkir harus melayani pengendara secara cepat sambil tetap berpindah di area parkir. Oleh karena itu, perangkat portabel menjadi bagian penting dalam mendukung transaksi digital pada layanan tersebut.
Digitalisasi parkir Solo masuk tahap baru
Penerapan QRIS Pocket di empat kawasan utama menjadi langkah awal digitalisasi pembayaran parkir di Kota Solo. Netzme, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Solo, Pemerintah Kota Surakarta, dan Dinas Perhubungan Kota Surakarta menjalankan kolaborasi tersebut untuk mendukung transaksi non-tunai.
Pada tahap ini, 85 perangkat sudah mulai digunakan oleh para juru parkir. Masyarakat pun memperoleh beberapa pilihan transaksi, mulai dari pemindaian kode QR hingga teknologi NFC.
Selain mempermudah pembayaran, sistem tersebut dapat membantu juru parkir mengurangi kebutuhan uang kembalian. Namun, pembayaran tunai tetap tersedia sehingga warga dapat memilih metode yang paling sesuai.
Pada akhirnya, penggunaan QRIS Pocket menempatkan layanan parkir tepi jalan sebagai salah satu bagian dari perkembangan transaksi digital di Solo. Kehadiran tiga skema pembayaran dalam satu perangkat juga memberikan fleksibilitas bagi juru parkir dan pengendara dalam melakukan transaksi.
