Otakonline.com - Pontianak, Suzuki Burgman Street 125EX menawarkan efisiensi bahan bakar melalui teknologi Suzuki Eco Performance Alpha atau SEP-α.
Skutik 125 cc ini mampu mencatat konsumsi bahan bakar 52,6 km per liter dalam pengujian WMTC dengan Engine Auto Stop-Start atau EASS.
Selain mengandalkan mesin berkapasitas kecil, Suzuki merancang sistem tersebut untuk mengurangi waktu mesin bekerja saat motor berhenti. Karena itu, Burgman Street 125EX dapat mematikan mesin secara otomatis dalam kondisi tertentu.
Teknologi tersebut menjadi menarik untuk penggunaan sehari-hari. Terlebih lagi, skutik sering menghadapi kondisi berhenti dan kembali berjalan saat melewati lampu merah atau kemacetan.
Suzuki Burgman Street 125EX Mengandalkan EASS
Suzuki Burgman Street 125EX memakai Engine Auto Stop-Start sebagai salah satu teknologi utama dalam sistem SEP-α. Sistem ini dapat mematikan mesin secara otomatis ketika motor berhenti dan sejumlah kondisi sudah terpenuhi.
Pengendara dapat menemukan manfaat teknologi tersebut ketika menghadapi lalu lintas padat. Saat motor berhenti cukup lama, mesin tidak perlu terus menyala dalam kondisi idle.
Kemudian, mesin kembali hidup ketika pengendara memutar gas untuk melanjutkan perjalanan. Dengan cara tersebut, EASS membantu mengurangi waktu mesin berada dalam kondisi idle.
Namun, sistem ini tidak bekerja setiap saat. Suzuki menetapkan beberapa kondisi agar EASS dapat beroperasi.
Beberapa syarat tersebut meliputi:
- Mesin sudah mencapai suhu kerja yang cukup.
- Kondisi baterai berada dalam keadaan baik.
- Standar samping sudah tersimpan.
- Motor sebelumnya telah mencapai kecepatan minimal 10 km/jam.
Dengan demikian, sistem tetap menyesuaikan kondisi kendaraan sebelum menghentikan mesin secara otomatis.
Silent Starter Membantu Mesin Kembali Menyala
Penghentian mesin otomatis membutuhkan sistem penyalaan kembali yang sesuai. Karena itu, Suzuki memadukan EASS dengan Silent Starter System pada Burgman Street 125EX.
Sistem tersebut bekerja ketika mesin perlu menyala kembali setelah berhenti. Suzuki merancang proses restart agar berlangsung lebih halus.
Selanjutnya, mesin dapat kembali bekerja ketika pengendara memutar gas. Kombinasi kedua teknologi tersebut menjadi bagian dari konsep SEP-α yang diterapkan Suzuki.
Selain membantu proses restart, sistem ini mendukung karakter penggunaan Burgman Street 125EX di kondisi stop-and-go. Pengendara pun tidak perlu menyalakan mesin secara manual setelah sistem menghentikannya.
Konsumsi Bahan Bakar Mencapai 52,6 Km per Liter
Suzuki mencatat konsumsi bahan bakar Burgman Street 125EX sebesar 1,9 liter per 100 km. Angka tersebut setara dengan sekitar 52,6 km per liter.
Suzuki memperoleh angka tersebut melalui pengujian WMTC dengan EASS. Namun, angka hasil pengujian tidak selalu sama dengan konsumsi dalam penggunaan harian.
Kondisi cuaca dapat memengaruhi konsumsi bahan bakar. Selain itu, kondisi jalan, gaya berkendara, dan perawatan kendaraan juga memiliki pengaruh.
Karena itu, angka 52,6 km per liter menjadi gambaran hasil pengujian. Pengendara tetap dapat memperoleh angka berbeda saat menggunakan motor dalam kondisi nyata.
Tangki 5,5 Liter Bisa Menempuh Sekitar 289 Km
Burgman Street 125EX membawa tangki bahan bakar berkapasitas 5,5 liter. Suzuki menyebut kombinasi kapasitas tangki tersebut dengan efisiensi mesin memungkinkan jarak tempuh sekitar 289 km.
Jarak tersebut tentu dapat berubah sesuai kondisi penggunaan. Misalnya, gaya berkendara dan kondisi jalan dapat memengaruhi kebutuhan bahan bakar.
Meski begitu, kapasitas tangki tersebut memberikan keuntungan untuk penggunaan harian. Pengendara memiliki ruang lebih besar sebelum harus kembali mengisi bahan bakar.
Selain itu, karakter mesin yang mengejar efisiensi membuat Burgman Street 125EX mengusung pendekatan berbeda di kelas skutik 125 cc.
Mesin 124 Cc Tetap Mengutamakan Respons
Suzuki Burgman Street 125EX menggunakan mesin satu silinder berkapasitas 124 cc. Mesin tersebut memakai konfigurasi SOHC dan sistem pendingin udara.
Suzuki juga membekali mesin dengan sistem bahan bakar fuel injection. Selanjutnya, tenaga maksimum mencapai 6,3 kW pada 6.500 rpm.
Sementara itu, torsi puncaknya mencapai 10 Nm pada 5.500 rpm. Motor menggunakan transmisi CVT untuk menyalurkan tenaga ke roda.
Suzuki merancang karakter torsi tersebut untuk memberikan respons pada kondisi stop-and-go. Karakter itu juga mendukung penggunaan motor ketika membawa penumpang.
Dengan demikian, efisiensi tidak hanya berasal dari sistem penghentian mesin. Mesin 124 cc dan pengaturan tenaga juga menjadi bagian dari pendekatan tersebut.
Eco Drive Indicator Membantu Pengendara
Burgman Street 125EX juga memiliki Suzuki Eco Drive Indicator pada panel instrumen. Fitur ini memberikan umpan balik kepada pengendara ketika motor berjalan dengan gaya berkendara yang dianggap efisien.
Namun, indikator tersebut tidak secara otomatis membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih irit. Fungsinya lebih sebagai panduan bagi pengendara.
Pengendara dapat melihat indikator tersebut untuk memahami pola berkendara yang mendukung efisiensi. Setelah itu, kebiasaan berkendara dapat disesuaikan dengan kondisi jalan.
Terlebih lagi, fitur tersebut melengkapi teknologi EASS dan Silent Starter System. Suzuki pun membangun efisiensi Burgman Street 125EX melalui beberapa pendekatan sekaligus.
Efisiensi Tidak Hanya Mengandalkan Kapasitas Mesin
Suzuki Burgman Street 125EX menunjukkan pendekatan efisiensi yang lebih menyeluruh. Mesin 124 cc memang menjadi salah satu faktor, tetapi teknologi pendukung ikut memainkan peran.
SEP-α menggabungkan EASS dan Silent Starter System. Sementara itu, Eco Drive Indicator membantu pengendara memahami pola berkendara yang lebih efisien.
Di sisi lain, EASS secara khusus menyasar kondisi ketika motor berhenti. Saat lalu lintas mengharuskan pengendara berhenti berulang kali, sistem dapat menghentikan mesin sesuai kondisi yang ditentukan.
Kemudian, Silent Starter System membantu mesin kembali menyala ketika pengendara hendak melanjutkan perjalanan. Kombinasi tersebut membuat teknologi efisiensi tetap berkaitan dengan penggunaan sehari-hari.
Pada akhirnya, Suzuki mencatat konsumsi 52,6 km per liter dalam pengujian WMTC dengan EASS. Angka tersebut memperlihatkan bagaimana Suzuki memanfaatkan teknologi untuk mengurangi pemborosan bahan bakar saat motor berhenti.
Kesimpulan
Suzuki Burgman Street 125EX tidak hanya mengandalkan mesin 124 cc untuk mengejar efisiensi. Suzuki juga menggunakan SEP-α yang menggabungkan EASS dan Silent Starter System.
Selain itu, Eco Drive Indicator memberikan panduan kepada pengendara dalam menjaga pola berkendara. Tangki 5,5 liter juga mendukung klaim jarak tempuh sekitar 289 km.
Dengan konsumsi 52,6 km per liter dalam pengujian WMTC, Burgman Street 125EX menawarkan pendekatan efisiensi yang berfokus pada kondisi berkendara sehari-hari. Namun, konsumsi aktual tetap dapat berubah sesuai kondisi jalan, cuaca, gaya berkendara, dan perawatan kendaraan.
FAQ Suzuki Burgman Street 125EX
Berapa konsumsi bahan bakar Suzuki Burgman Street 125EX?
Suzuki mencatat konsumsi 1,9 liter per 100 km atau sekitar 52,6 km per liter dalam pengujian WMTC dengan EASS.
Apa fungsi EASS pada Burgman Street 125EX?
EASS dapat mematikan mesin secara otomatis ketika motor berhenti dan kondisi yang ditentukan sudah terpenuhi.
Kapan EASS dapat bekerja?
Mesin harus cukup panas, baterai dalam kondisi baik, standar samping tersimpan, dan motor sebelumnya mencapai minimal 10 km/jam.
Berapa kapasitas tangki bahan bakarnya?
Burgman Street 125EX memiliki tangki bahan bakar berkapasitas 5,5 liter.
Apa fungsi Silent Starter System?
Sistem tersebut membantu menghidupkan kembali mesin setelah EASS menghentikan mesin saat motor berhenti.
