Otakonline.com - Jakarta, Toyota Yaris Cross facelift 2026 kembali mendapat penyegaran dengan tetap mengandalkan sistem hybrid bensin-elektrik 1,5 liter. SUV kecil Toyota ini menawarkan konsumsi bahan bakar yang rendah hingga hampir 33 km per liter.
Dalam pengujian Auto Express, Toyota Yaris Cross mencatat konsumsi bahan bakar 55,3 mpg atau sekitar 23,5 km per liter. Pengujian tersebut mencakup perjalanan di perkotaan, jalan pedesaan, dan jalan tol.
Menariknya, konsumsi BBM Toyota Yaris Cross facelift bisa meningkat ketika pengemudi menerapkan gaya berkendara yang lebih efisien. Dengan mode Eco yang digunakan secara konsisten, mobil ini mampu mencatat angka hingga 77,5 mpg atau sekitar 32,9 km per liter.
Konsumsi BBM Toyota Yaris Cross Tembus 32,9 Km per Liter
Efisiensi menjadi salah satu daya tarik utama Toyota Yaris Cross facelift. Hasil pengujian kombinasi mencapai 23,5 km per liter dan angka tersebut hampir menyamai klaim konsumsi resmi Toyota.
Sementara itu, pengujian dengan gaya berkendara lebih hemat menghasilkan angka yang jauh lebih tinggi. Konsumsi hingga 32,9 km per liter menunjukkan kemampuan sistem hybrid dalam menekan penggunaan bahan bakar.
Selain itu, biaya operasional Yaris Cross juga tergolong rendah dalam pengujian tersebut. Dengan harga bensin pada saat pengujian, biaya operasionalnya mencapai sekitar 7 pence atau sekitar Rp1.680 per mil.
Toyota hanya menawarkan Yaris Cross facelift dengan sistem hybrid bensin-elektrik 1,5 liter. Mesin tersebut menghasilkan tenaga 129 bhp atau sekitar 131 PS dan torsi 185 Nm.
Kemudian, transmisi CVT otomatis menyalurkan tenaga menuju roda depan. Kombinasi tersebut membuat Yaris Cross lebih mengutamakan efisiensi dan kemudahan berkendara daripada performa agresif.
Performa Cukup Sigap di Perkotaan
Dengan bobot sekitar 1.200 kg, Toyota Yaris Cross mampu berakselerasi dari 0-62 mph atau sekitar 0-100 km per jam dalam 10,7 detik. Angka tersebut memang tidak menunjukkan performa yang sangat cepat.
Namun, motor listrik memberikan respons instan ketika mobil bergerak pada kecepatan rendah. Karena itu, Yaris Cross terasa cukup sigap ketika pengemudi menggunakannya di jalan perkotaan.
Karakter tersebut mulai berubah ketika kecepatan meningkat. Pada kecepatan sekitar 70 mph atau 113 km per jam, transmisi CVT cenderung mempertahankan putaran mesin.
Akibatnya, suara mesin tiga silinder terdengar cukup keras di dalam kabin. Meski begitu, Yaris Cross tetap menjaga kestabilan ketika melaju di jalan berkecepatan tinggi.
Suara angin, ban, dan permukaan jalan juga masih terdengar. Namun, tingkat kebisingan tersebut tidak dianggap terlalu mengganggu selama perjalanan.
Selain itu, Toyota memberikan suspensi yang lebih kaku pada model ini. Pengaturan tersebut membantu meningkatkan stabilitas ketika mobil melaju di jalan tol maupun melewati jalan berkelok.
Konsekuensinya, kenyamanan sedikit berkurang ketika mobil melewati jalan berlubang. Beberapa rival seperti Citroen C3 Aircross menawarkan karakter yang lebih nyaman pada kondisi tersebut.
Desain Eksterior Mendapat Penyegaran
Toyota melakukan perubahan yang relatif terbatas pada model 2026. Penyegaran paling terlihat pada bagian depan untuk menyelaraskan tampilan Yaris Cross dengan model Toyota terbaru.
Lampu depan kini memakai desain berbentuk C. Bentuk tersebut mengingatkan pada Toyota Urban Cruiser.
Sementara itu, grille berbentuk heksagonal mengambil inspirasi dari Toyota RAV4. Toyota juga menghadirkan dua pilihan warna baru serta desain pelek yang diperbarui.
Unit dalam pengujian menggunakan warna Precious Bronze. Pilihan warna tersebut membutuhkan biaya tambahan sebesar 580 pound atau sekitar Rp13,9 juta.
Meskipun perubahan eksterior cukup sederhana, tampilan baru membuat Yaris Cross terlihat lebih mengikuti bahasa desain Toyota terbaru. Dengan demikian, penyegaran tersebut tetap memberikan pembeda dibandingkan model sebelumnya.
Kabin Pertahankan Tombol Fisik
Masuk ke bagian interior, Toyota juga melakukan penyegaran pada material kabin. Namun, konfigurasi sistem infotainment pada dasarnya masih mempertahankan rancangan sebelumnya.
Pada varian tertentu, Toyota menyediakan panel instrumen digital berukuran 12,3 inci. Layar tersebut berpadu dengan layar sentuh berukuran 10,5 inci.
Sementara itu, varian Icon dan Design yang lebih rendah menggunakan layar berukuran lebih kecil. Kedua varian tersebut juga tidak memiliki konektivitas smartphone secara nirkabel.
Varian Excel yang menjalani pengujian menjadi salah satu pilihan dengan perlengkapan paling lengkap. Fitur yang tersedia meliputi jok kombinasi kulit dengan pemanas, pengatur suhu kabin dua zona, kamera 360 derajat, dan pintu bagasi elektrik.
Di sisi lain, varian Design menawarkan pertimbangan harga yang lebih menarik. Konsumen bisa menghemat sekitar 4.000 pound atau sekitar Rp96 juta dibandingkan varian Excel.
Desain interior Yaris Cross juga cenderung konservatif dibandingkan sejumlah SUV kecil baru. Namun, pendekatan tersebut memiliki keuntungan dalam hal ergonomi.
Toyota masih mempertahankan banyak tombol dan sakelar fisik. Karena itu, pengemudi dapat mengoperasikan sejumlah fungsi tanpa terlalu bergantung pada layar sentuh.
Harga Menjadi Tantangan Utama
Keunggulan efisiensi Toyota Yaris Cross harus berhadapan dengan harga jual yang relatif tinggi. Varian Design memiliki harga di atas 30.000 pound atau sekitar Rp720 juta.
Sementara itu, varian Icon sebagai pilihan paling rendah memiliki harga mendekati 27.500 pound atau sekitar Rp660 juta. Adapun varian Excel yang menjalani pengujian mencapai 34.280 pound atau sekitar Rp822,7 juta.
Harga tersebut menempatkan Yaris Cross cukup tinggi di antara SUV kecil. Sebagai pembanding, Chery Tiggo 4 memiliki harga lebih murah lebih dari 7.000 pound atau sekitar Rp168 juta.
Meski sistem hybrid Chery memiliki konsumsi bahan bakar yang disebut lebih boros, model tersebut menawarkan interior yang terasa lebih premium. Yaris Cross justru mengutamakan kesan kokoh dan daya tahan.
Namun, material kabinnya terasa kurang mewah jika dibandingkan dengan banderolnya. Desain interior yang konservatif juga membuat Yaris Cross terlihat lebih tua daripada beberapa model baru.
Toyota memberikan garansi hingga 10 tahun. Karena itu, daya tahan dan konstruksi menjadi salah satu nilai yang ikut memperkuat posisi Yaris Cross.
Kepraktisan Masih Menjadi Catatan
Selain harga, ruang kabin menjadi pertimbangan lain bagi calon pembeli. Yaris Cross memiliki bagasi yang relatif kecil untuk kebutuhan keluarga.
Ruang kaki penumpang belakang juga terbatas. Selain itu, bukaan pintu belakang yang sempit dapat mengurangi kepraktisan ketika pengguna membawa barang berukuran besar.
Karena itu, Yaris Cross lebih cocok bagi konsumen yang mengutamakan efisiensi dan kemudahan berkendara. Mobil ini kurang ideal bagi keluarga yang membutuhkan ruang kabin dan kapasitas angkut lebih besar.
Di sisi lain, karakter pengendaliannya cukup menyenangkan. Toyota memberikan bobot kemudi yang seimbang dengan tingkat presisi yang baik.
Pengaturan tersebut membuat Yaris Cross mudah dikendalikan di jalan perkotaan. Mobil ini juga tetap praktis ketika pengemudi harus bermanuver di area parkir yang sempit.
Kesimpulan
Toyota Yaris Cross facelift 2026 mempertahankan keunggulan utama pada efisiensi bahan bakar. Sistem hybrid 1,5 liter mampu mencatat 23,5 km per liter dalam pengujian kombinasi.
Bahkan, pengemudi dapat mencapai konsumsi hingga 32,9 km per liter dengan gaya berkendara efisien dan mode Eco. Selain itu, motor listrik memberikan respons yang cukup sigap pada kecepatan rendah.
Namun, harga menjadi tantangan terbesar Yaris Cross. Kabin yang tidak terlalu lapang dan bagasi yang relatif kecil juga membatasi kepraktisannya.
Dengan demikian, Toyota Yaris Cross facelift lebih menarik bagi konsumen yang mengutamakan efisiensi, kemudahan berkendara, stabilitas, serta daya tahan. Sementara itu, konsumen yang mengejar ruang lebih luas atau perlengkapan lebih modern perlu mempertimbangkan pilihan SUV lain.
FAQ Toyota Yaris Cross Facelift 2026
Berapa konsumsi BBM Toyota Yaris Cross facelift?
Dalam pengujian kombinasi, Yaris Cross mencatat sekitar 23,5 km per liter. Dengan gaya berkendara lebih efisien dan mode Eco, angkanya mencapai sekitar 32,9 km per liter.
Apa mesin yang digunakan Toyota Yaris Cross facelift?
Toyota Yaris Cross facelift menggunakan sistem hybrid bensin-elektrik 1,5 liter. Mesin tersebut menghasilkan tenaga sekitar 131 PS dan torsi 185 Nm.
Berapa akselerasi Toyota Yaris Cross?
Yaris Cross mampu mencapai 0-100 km per jam dalam 10,7 detik.
Apa kelemahan Toyota Yaris Cross facelift?
Harga yang relatif tinggi menjadi salah satu kelemahannya. Selain itu, bagasi relatif kecil dan ruang kaki penumpang belakang cukup terbatas.
Apa kelebihan utama Toyota Yaris Cross facelift?
Efisiensi bahan bakar menjadi keunggulan utama. Selain itu, mobil ini menawarkan pengendalian yang mudah, stabilitas baik, serta respons motor listrik yang sigap pada kecepatan rendah.
