Trump dan Xi Jinping Sepakat Pangkas Tarif US$30 Miliar

Editor Otak Online
Waktu baca Menghitung...
Diterbitkan

Otakonline.com - Jakarta, China dan Amerika Serikat (AS) menyepakati pengaturan pengurangan tarif timbal balik senilai US$30 miliar atau sekitar Rp531 triliun. Kedua negara juga sepakat melanjutkan dialog mengenai kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Trump dan Xi Jinping Sepakat Pangkas Tarif US$30 Miliar

Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari delapan poin konsensus yang tercapai dalam pertemuan Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump di Washington. Pertemuan itu berlangsung saat kedua negara berupaya melanjutkan pembicaraan mengenai hubungan perdagangan dan sejumlah isu lainnya.

Selain kesepakatan tarif, China dan AS juga menyepakati pembentukan dewan perdagangan. Kedua pihak kemudian berkomitmen memperpanjang hasil pembicaraan sebelumnya yang berlangsung di Kuala Lumpur.

Trump dan Xi Jinping Bahas Pengurangan Tarif

Pengurangan tarif menjadi salah satu bagian utama dari kesepakatan China dan AS. Nilai pengaturan pengurangan tarif timbal balik tersebut mencapai US$30 miliar.

Jika menggunakan kurs Rp17.700 per dolar AS, nilai tersebut setara sekitar Rp531 triliun. Angka itu menggambarkan nilai yang sangat besar dalam hubungan perdagangan kedua negara.

Sementara itu, kedua negara juga sepakat membentuk dewan perdagangan. Forum tersebut menjadi bagian dari upaya melanjutkan pembahasan mengenai hubungan perdagangan antara Washington dan Beijing.

Selain itu, kesepakatan terbaru tersebut berkaitan dengan hasil pembicaraan yang sebelumnya berlangsung di Kuala Lumpur. Dengan demikian, pertemuan Trump dan Xi tidak hanya menghasilkan pembahasan baru, tetapi juga melanjutkan proses negosiasi yang sudah berjalan.

Kesepakatan pengurangan tarif juga muncul ketika kedua negara menghadapi tenggat gencatan senjata perdagangan. Sebelumnya, kedua pihak merencanakan perpanjangan gencatan senjata selama dua bulan.

Gencatan senjata tersebut semula memiliki batas waktu hingga 10 November. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan tambahan waktu itu dapat memberikan ruang bagi kedua pihak untuk mengerjakan kesepakatan perdagangan yang lebih besar.

China dan AS Lanjutkan Dialog AI

Selain perdagangan, kecerdasan buatan menjadi bagian penting dalam pembicaraan Trump dan Xi. Kedua negara sepakat mengadakan dialog mengenai risiko dan manfaat teknologi AI.

Putaran diskusi berikutnya dijadwalkan berlangsung pada November. Dialog tersebut membuka jalur pembicaraan khusus mengenai perkembangan teknologi yang semakin penting bagi kedua negara.

AI memiliki posisi strategis dalam hubungan China dan AS. Karena itu, pembentukan ruang dialog memberikan jalur komunikasi bagi kedua pihak untuk membahas risiko serta manfaat perkembangan teknologi tersebut.

Kedua negara sebelumnya juga telah membicarakan mekanisme komunikasi terkait AI. Namun, kesepakatan terbaru menempatkan dialog mengenai risiko dan manfaat AI sebagai salah satu bagian dari konsensus pertemuan Trump dan Xi.

Dengan adanya dialog tersebut, pembahasan hubungan China-AS tidak hanya berfokus pada tarif dan perdagangan. Teknologi juga masuk dalam agenda hubungan bilateral kedua negara.

Delapan Poin Konsensus Trump dan Xi

Pertemuan Xi Jinping dan Donald Trump menghasilkan delapan poin konsensus. Kesepakatan itu mencakup sejumlah bidang, mulai dari perdagangan hingga kerja sama dalam forum internasional.

Beberapa poin penting yang muncul dalam pembahasan kedua pemimpin meliputi:

  • Pengaturan pengurangan tarif timbal balik senilai US$30 miliar.

  • Pembentukan dewan perdagangan.

  • Perpanjangan hasil pembicaraan sebelumnya di Kuala Lumpur.

  • Dialog mengenai risiko dan manfaat kecerdasan buatan.

  • Dukungan terhadap penyelenggaraan pertemuan APEC.

  • Dukungan terhadap penyelenggaraan KTT G20.

  • Komitmen terkait isu senjata nuklir Iran.

  • Kesepakatan mengenai bea transit di jalur perairan internasional.

Rangkaian kesepakatan tersebut memperlihatkan luasnya agenda dalam pertemuan Trump dan Xi. Pembahasan tidak berhenti pada hubungan dagang, tetapi juga mencakup teknologi serta sejumlah persoalan internasional.

Gencatan Senjata Perdagangan Jadi Perhatian

Kesepakatan terbaru juga berkaitan dengan masa depan gencatan senjata perdagangan China-AS. Kedua pihak sebelumnya merencanakan perpanjangan gencatan senjata selama dua bulan.

Batas waktu gencatan senjata sebelumnya ditetapkan pada 10 November. Karena itu, tambahan waktu menjadi bagian penting dalam proses negosiasi perdagangan kedua negara.

Scott Bessent menyatakan tenggat tersebut memberikan kesempatan lebih panjang untuk mengerjakan kesepakatan perdagangan yang berpotensi lebih besar. Sementara itu, pembahasan antara kedua negara terus berlanjut setelah pertemuan tingkat tinggi tersebut.

Di sisi lain, laporan Reuters sebelum pertemuan Trump dan Xi menunjukkan bahwa perdagangan, AI, dan sejumlah isu strategis memang menjadi agenda utama pembicaraan kedua negara. Kedua pihak sebelumnya juga membahas kemungkinan memperpanjang gencatan perdagangan yang akan berakhir pada November.

Karena itu, pengaturan pengurangan tarif senilai US$30 miliar menjadi salah satu perkembangan dalam proses negosiasi yang lebih luas. Kedua negara masih memiliki sejumlah agenda perdagangan yang perlu dibahas dalam pertemuan lanjutan.

Kesepakatan Internasional di Luar Perdagangan

Trump dan Xi juga membahas agenda internasional di luar hubungan ekonomi. Kedua negara sepakat saling mendukung penyelenggaraan pertemuan para pemimpin Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) dan KTT G20.

Kedua pemimpin berencana menghadiri pertemuan berikutnya. Dengan demikian, hubungan China dan AS juga menyentuh agenda multilateral yang melibatkan negara-negara lain.

Pada isu kebijakan luar negeri, kedua pemimpin sepakat bahwa Iran harus memenuhi komitmennya untuk tidak mengembangkan senjata nuklir. Selain itu, kedua negara menyatakan tidak ada negara atau entitas yang boleh mengenakan bea transit di jalur perairan internasional.

Kesepakatan tersebut memperluas cakupan hasil pertemuan Trump dan Xi. Selain perdagangan dan teknologi, kedua negara memasukkan sejumlah isu internasional dalam konsensus yang mereka capai.

Apa Dampak Kesepakatan Trump-Xi?

Pengaturan pengurangan tarif senilai US$30 miliar menjadi bagian penting dalam hubungan perdagangan China dan AS. Tarif menjadi salah satu isu utama dalam hubungan kedua negara selama beberapa tahun terakhir.

Sementara itu, pembentukan dewan perdagangan dapat menjadi saluran untuk melanjutkan pembicaraan kedua pihak. Forum tersebut juga dapat mendukung proses negosiasi setelah pertemuan tingkat tinggi Trump dan Xi.

Di bidang teknologi, dialog AI membuka ruang komunikasi mengenai risiko dan manfaat kecerdasan buatan. Putaran berikutnya yang dijadwalkan pada November akan menjadi bagian dari kelanjutan pembahasan tersebut.

Namun, kesepakatan terbaru tetap menjadi bagian dari proses negosiasi yang lebih luas. Kedua negara masih harus melanjutkan pembahasan berbagai isu perdagangan dan hubungan bilateral.

Dengan demikian, hasil pertemuan Trump dan Xi mencakup beberapa bidang sekaligus. Pengurangan tarif, perdagangan, AI, forum internasional, serta sejumlah isu kebijakan luar negeri masuk dalam rangkaian kesepakatan yang dicapai kedua negara.

Kesimpulan

China dan AS menyepakati pengaturan pengurangan tarif timbal balik senilai US$30 miliar atau sekitar Rp531 triliun. Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari delapan poin konsensus dalam pertemuan Xi Jinping dan Donald Trump di Washington.

Selain tarif, kedua negara sepakat membentuk dewan perdagangan dan melanjutkan pembahasan sebelumnya di Kuala Lumpur. Kedua pihak juga membuka dialog mengenai risiko dan manfaat kecerdasan buatan dengan putaran pembicaraan berikutnya pada November.

Sementara itu, hubungan China dan AS juga mencakup agenda APEC, G20, isu nuklir Iran, serta jalur perairan internasional. Karena itu, hasil pertemuan Trump dan Xi mencakup agenda ekonomi, teknologi, dan hubungan internasional secara bersamaan.

Otak Online
Media informasi seputar Berita terkini, Kripto, Airdrop,Teknologi, Gadget, Industri Game, Industri Film, Lifestyle etc.