Yamaha NMAX Neo Touring 863 Km ke Toraja, Konsumsi 40,6 Km/L

Editor OtakOnline.com
Waktu baca Menghitung...
Diterbitkan

Otakonline.com - Tana Toraja, Yamaha NMAX Neo membuktikan kemampuannya melibas perjalanan touring sejauh 863 kilometer di Tana Toraja. Skutik 155 cc ini mencatat konsumsi BBM mencapai 40,6 km/liter tanpa teknologi YECVT.

Yamaha NMAX Neo Touring 863 Km ke Toraja, Konsumsi 40,6 Km/L

Perjalanan tersebut berlangsung dalam rangkaian MAXi Tour Boemi Nusantara (MTBN) 2026 Final Chapter pada 15-18 Agustus. Tana Toraja menjadi panggung terakhir dari perjalanan yang membawa rombongan Yamaha MAXi menjelajahi berbagai karakter jalan.

Menariknya, Yamaha NMAX Neo berada di tengah rombongan yang didominasi NMAX Turbo dan NMAX Turbo Tech MAX. Kedua model tersebut mengandalkan Yamaha Electric Continuously Variable Transmission (YECVT), sedangkan NMAX Neo memakai transmisi otomatis konvensional.

Namun, perbedaan teknologi itu tidak membuat NMAX Neo kehilangan kemampuan untuk mengikuti perjalanan. Bahkan, odometer perjalanan mencatat jarak 863 kilometer atau sedikit lebih jauh dari sekitar 800 kilometer yang ditempuh dalam rangkaian tersebut.

Yamaha NMAX Neo Tempuh Beragam Karakter Jalan

Rute Final Chapter MTBN 2026 menghadirkan tantangan yang cukup beragam. Perjalanan tidak hanya melewati kawasan perkotaan, tetapi juga membawa peserta menuju jalur pesisir yang panjang dan panas.

Selanjutnya, rombongan memasuki kawasan pegunungan Tana Toraja. Jalur tersebut menghadirkan tanjakan, turunan, tikungan tajam, serta sejumlah ruas gravel berbatu.

Beberapa destinasi juga menjadi bagian dari perjalanan. Di antaranya Gunung Nona, Buntu Burake, Kete Kesu, Lolai atau Negeri di Atas Awan, hingga Lembah Ollon.

Selain mengikuti jalur utama, perjalanan dengan NMAX Neo juga kerap berlanjut ketika rombongan berhenti. Motor tersebut digunakan untuk mengeksplorasi area sekitar, mencari sudut pandang lain, dan menikmati suasana Toraja.

Karena itu, jarak tempuh akhirnya mencapai 863 kilometer. Angka tersebut terasa semakin menarik karena motor melewati kondisi jalan dan pola penggunaan yang beragam.

Tanpa YECVT, NMAX Neo Tetap Mudah Dikendarai

NMAX Turbo menawarkan teknologi YECVT yang memberikan karakter berkendara berbeda. Teknologi tersebut menghadirkan T-Mode, S-Mode, dan Y-Shift untuk mengatur karakter akselerasi maupun deselerasi.

Fitur tersebut dapat membantu pengendara ketika menghadapi medan seperti Toraja. Tanjakan panjang, turunan, dan kebutuhan menjaga momentum menjadi situasi yang membutuhkan pengaturan berkendara.

Sementara itu, NMAX Neo menggunakan mesin 155,09 cc Blue Core VVA 4-valve SOHC. Motor ini memadukan mesin tersebut dengan transmisi otomatis konvensional tanpa YECVT.

Namun, karakter sederhana itu justru membuat pengoperasian NMAX Neo terasa mudah. Pengendara tidak perlu memilih mode berkendara atau mengatur Y-Shift.

Cukup buka gas dan nikmati perjalanan. Untuk touring jarak jauh, karakter seperti ini tetap memiliki keunggulan tersendiri.

Posisi Berkendara Mendukung Touring Jarak Jauh

Setelah menempuh ratusan kilometer, posisi berkendara menjadi salah satu faktor penting pada NMAX Neo. Karakter MAXI Yamaha menawarkan posisi duduk yang santai serta area kaki yang luas.

Pengendara dapat mengubah posisi kaki selama perjalanan. Dengan demikian, tubuh memiliki kesempatan untuk mencari posisi yang lebih nyaman ketika jalan terasa panjang dan monoton.

Kemudian, pengendara bisa kembali berkonsentrasi ketika memasuki jalur berkelok. Jok berukuran besar juga membantu menjaga kenyamanan selama durasi berkendara yang panjang.

Selain posisi berkendara, kapasitas bagasi turut mendukung kebutuhan touring. NMAX memiliki ruang bagasi 25 liter yang dapat menampung berbagai perlengkapan.

Tangki bahan bakar berkapasitas 7,1 liter juga mendukung perjalanan jarak jauh. Kombinasi tersebut membuat NMAX Neo cukup praktis untuk kebutuhan touring.

Medan Toraja Menguji Kemampuan NMAX Neo

Jalur menuju sejumlah destinasi di Toraja memberikan gambaran lebih jelas mengenai karakter NMAX Neo. Motor ini bukan motor petualang dan bukan pula skutik dengan teknologi performa paling tinggi.

Namun, selama permukaan jalan masih mampu dilalui skutik, NMAX Neo dapat menjalankan tugasnya. Pengendara perlu menjaga momentum ketika menghadapi tanjakan.

Selain itu, bukaan gas yang halus membantu menjaga laju motor. NMAX Neo memang tidak memiliki bantuan Y-Shift seperti NMAX Turbo.

Karena itu, gaya berkendara menjadi lebih penting. Saat menghadapi turunan, pengendara perlu mengatur kecepatan dan menggunakan rem secara tepat.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa touring tidak selalu membutuhkan motor dengan teknologi paling tinggi. Kesesuaian karakter motor dengan gaya berkendara juga memegang peranan penting.

Konsumsi BBM NMAX Neo Capai 40,6 Km/Liter

Catatan konsumsi bahan bakar menjadi salah satu hasil paling menarik dari perjalanan tersebut. NMAX Neo mencatat konsumsi 40,6 km/liter setelah menempuh total 863 kilometer.

Jika menggunakan perhitungan sederhana, kebutuhan bahan bakar secara teoritis berada di kisaran 21 liter untuk seluruh perjalanan. Angka itu tentu mengikuti kondisi penggunaan sepanjang perjalanan.

Perjalanan tersebut juga tidak berlangsung dalam kondisi laboratorium. NMAX Neo beberapa kali meninggalkan jalur utama ketika rombongan beristirahat.

Motor digunakan untuk mengeksplorasi lokasi sekitar dan mengambil jalur tambahan. Karena itu, catatan 40,6 km/liter memberikan gambaran mengenai efisiensi NMAX Neo dalam penggunaan yang beragam.

Dengan demikian, efisiensi tersebut menjadi salah satu nilai menarik bagi pengendara yang mempertimbangkan NMAX Neo sebagai motor touring.

NMAX Neo dan NMAX Turbo Punya Karakter Berbeda

Pengalaman berada dalam satu perjalanan dengan NMAX Turbo dan Tech MAX menunjukkan adanya perbedaan karakter di antara ketiganya. Namun, perbedaan tersebut tidak harus berujung pada perbandingan siapa yang lebih baik.

NMAX Turbo menawarkan teknologi lebih tinggi melalui YECVT. Y-Shift dan Riding Mode juga memberikan fleksibilitas tambahan ketika pengendara menghadapi berbagai kondisi jalan.

Di sisi lain, NMAX Neo menawarkan pendekatan yang lebih sederhana. Motor ini mengandalkan formula MAXI Yamaha melalui posisi riding yang nyaman, area kaki luas, bagasi besar, mesin 155 cc Blue Core VVA, serta transmisi otomatis yang mudah digunakan.

Karena itu, NMAX Neo memiliki daya tarik bagi pengendara yang ingin menjalani touring tanpa harus mengejar teknologi paling canggih.

Pengalaman menempuh 863 kilometer di Toraja memperlihatkan bahwa kesederhanaan tersebut tetap mampu mendukung perjalanan panjang.

Penutup

MAXi Tour Boemi Nusantara 2026 akhirnya berakhir di Tana Toraja setelah melewati sembilan etape. Secara keseluruhan, rangkaian tersebut menjelajahi lebih dari 3.300 kilometer, 36 kota dan kabupaten, serta enam pulau di Indonesia.

Namun, perjalanan NMAX Neo di Final Chapter memberikan cerita tersendiri. Motor tersebut menghadapi tanjakan, tikungan, jalan berbatu, udara panas, hingga kondisi pegunungan selama perjalanan.

Pada akhirnya, Yamaha NMAX Neo mampu menyelesaikan 863 kilometer dengan konsumsi BBM 40,6 km/liter. Catatan tersebut memperlihatkan bahwa motor touring tidak selalu membutuhkan teknologi paling canggih.

NMAX Neo membuktikan bahwa mesin 155 cc, posisi berkendara yang nyaman, ruang penyimpanan besar, dan transmisi otomatis konvensional tetap dapat menjadi kombinasi yang menarik untuk perjalanan jauh.

FAQ Yamaha NMAX Neo Touring

Berapa jarak yang ditempuh Yamaha NMAX Neo di Toraja?

Yamaha NMAX Neo menempuh jarak 863 kilometer selama perjalanan Final Chapter MTBN 2026 di Tana Toraja.

Berapa konsumsi BBM Yamaha NMAX Neo?

NMAX Neo mencatat konsumsi bahan bakar 40,6 km/liter sepanjang perjalanan tersebut.

Apakah NMAX Neo menggunakan YECVT?

Tidak. NMAX Neo menggunakan transmisi otomatis konvensional tanpa teknologi YECVT.

Berapa kapasitas mesin NMAX Neo?

NMAX Neo menggunakan mesin 155,09 cc Blue Core VVA 4-valve SOHC.

Apakah NMAX Neo cocok untuk touring?

Pengalaman perjalanan 863 kilometer di Toraja menunjukkan bahwa NMAX Neo mampu mendukung touring jarak jauh, termasuk melewati tanjakan, turunan, tikungan, dan sejumlah ruas gravel.