Baseus EnerGeek GH21, Charger 160W dengan Kipas Aktif

Editor masheksa
Waktu baca Menghitung...
Diterbitkan

Baseus EnerGeek GH21, Charger 160W dengan Kipas Aktif

OtakOnline.com - China, Baseus EnerGeek GH21 mulai memasuki tahap pemesanan awal sebagai charger berdaya tinggi dengan teknologi Gallium Nitride (GaN). Perangkat ini menawarkan daya total hingga 160W, tiga port USB-C, serta layar berwarna berukuran 1,8 inci. Menariknya, Baseus juga menghadirkan kipas pendingin aktif untuk membantu mengendalikan panas saat pengguna mengisi daya beberapa perangkat sekaligus.

Kehadiran EnerGeek GH21 menyasar pengguna yang membutuhkan satu adaptor untuk berbagai perangkat elektronik. Dengan dukungan daya tinggi, charger ini dapat digunakan untuk mengisi daya laptop, tablet, hingga smartphone yang kompatibel.

Selain mengandalkan teknologi GaN, Baseus memadukan sistem pendingin aktif, pengaturan distribusi daya, dan pemantauan suhu adaptif. Kombinasi tersebut bertujuan menjaga kinerja pengisian tetap stabil ketika beberapa perangkat tersambung secara bersamaan.

Baseus EnerGeek GH21 Mengusung Tiga Port USB-C

Baseus EnerGeek GH21 memiliki dimensi 45 × 47 × 77,4 mm dengan bobot sekitar 230 gram, belum termasuk kemasan. Ukuran tersebut membuatnya relatif ringkas untuk charger dengan kemampuan daya hingga 160W. Karena itu, perangkat ini berpotensi menjadi pilihan bagi pengguna yang ingin mengurangi jumlah adaptor saat bepergian.

Pada bagian konektivitas, Baseus menyediakan tiga port USB-C. Setiap port mampu menyalurkan daya hingga 140W ketika pengguna memakainya secara terpisah. Namun, ketika dua atau tiga port bekerja bersamaan, total daya keluarannya dibatasi hingga 160W.

Artinya, angka 140W pada setiap port tidak berarti ketiga port dapat menghasilkan daya tersebut secara bersamaan. Sistem harus membagi kapasitas daya sesuai jumlah perangkat yang terhubung dan kebutuhan masing-masing perangkat.

Charger ini juga mendukung input listrik 100–240V. Dukungan tersebut memungkinkan penggunaan di berbagai wilayah dengan standar tegangan berbeda, meskipun pengguna tetap perlu memperhatikan jenis colokan dan kompatibilitas perangkat.

Berikut sejumlah spesifikasi utama Baseus EnerGeek GH21:

  • Daya maksimum: 160W secara total.
  • Port pengisian: tiga port USB-C.
  • Daya setiap port: hingga 140W saat digunakan sendiri.
  • Teknologi pengisian: GaN.
  • Layar: TFT berwarna berukuran 1,8 inci.
  • Dimensi: 45 × 47 × 77,4 mm.
  • Bobot: sekitar 230 gram.
  • Input listrik: 100–240V.

Kipas Pendingin Aktif Berputar hingga 12.500 RPM

Salah satu pembeda utama Baseus EnerGeek GH21 terletak pada sistem pendinginnya. Baseus menggunakan desain aliran udara yang terinspirasi dari perangkat gaming untuk membantu mengeluarkan panas dari bagian dalam charger.

Menurut klaim perusahaan, rancangan pendingin tersebut meningkatkan efisiensi pelepasan panas hingga 35% dibandingkan pendekatan sebelumnya yang menjadi pembanding. Sistem ini mengandalkan kipas sentrifugal berkecepatan tinggi dengan motor levitasi magnetik.

Kipas tersebut mampu berputar hingga 12.500 RPM dan menghasilkan aliran udara sebesar 0,96 CFM. Baseus juga mengklaim kapasitas aliran udara ini mencapai 128% lebih tinggi dibandingkan desain konvensional.

Sistem pendinginan aktif menjadi perhatian penting pada charger berdaya tinggi. Ketika pengguna mengisi beberapa perangkat sekaligus, komponen internal harus menangani beban kerja yang lebih besar. Oleh sebab itu, pengelolaan panas dapat membantu menjaga kestabilan kinerja selama proses pengisian.

Meski begitu, kipas yang berputar dapat menghasilkan suara. Untuk mengakomodasi pengguna yang membutuhkan suasana lebih tenang, Baseus menyediakan mode tidur yang memungkinkan pengguna mematikan kipas secara manual.

Fitur tersebut dapat berguna saat pengguna memakai charger pada malam hari atau di ruangan yang membutuhkan tingkat kebisingan rendah. Namun, ketika kipas mati, sistem tidak memperoleh bantuan pendinginan aktif selama mode tersebut berlangsung.

Baseus Mengklaim Suhu Turun hingga 18 Derajat Celsius

Baseus turut memadukan kipas pendingin dengan area pembuangan panas berbahan grafena seluas 2.584 mm². Charger ini juga menggunakan pengaturan suhu adaptif berbasis kecerdasan buatan atau AI untuk membantu mengelola kondisi operasionalnya.

Berdasarkan klaim Baseus, kombinasi teknologi tersebut mampu menurunkan suhu hingga 18 derajat Celsius dalam 10 menit pertama ketika charger bekerja pada daya penuh. Perusahaan menyebut suhu operasionalnya dapat bertahan di kisaran 66 derajat Celsius.

Baseus juga menyatakan suhu tersebut sekitar 15 derajat Celsius lebih rendah dibandingkan kebanyakan charger berdaya tinggi yang hanya mengandalkan pendinginan pasif. Selain itu, perusahaan mengklaim EnerGeek GH21 mampu mempertahankan daya penuh hingga 72 jam tanpa penurunan daya akibat pembatasan termal atau thermal throttling.

Namun, angka-angka tersebut masih merupakan klaim produsen, bukan hasil pengujian independen yang tercantum dalam informasi produk. Hasil sebenarnya dapat berubah mengikuti suhu ruangan, jumlah perangkat yang tersambung, tingkat konsumsi daya, serta kondisi pengujian.

Karena itu, pengguna sebaiknya melihat kemampuan pendinginan tersebut sebagai fitur pendukung, bukan jaminan bahwa charger selalu bekerja pada suhu yang sama dalam setiap situasi.

PowerTune 3.0 Mengatur Distribusi Daya Secara Adaptif

Selain sistem pendingin, Baseus EnerGeek GH21 mengandalkan teknologi PowerTune 3.0 untuk mengatur distribusi daya. Sistem ini memeriksa kondisi setiap port setiap tiga detik, kemudian menyesuaikan keluaran berdasarkan kebutuhan perangkat yang terhubung.

Mekanisme tersebut dirancang untuk membantu menjaga proses pengisian ketika pengguna menyambungkan atau melepaskan perangkat lain. Dengan demikian, pengguna dapat memanfaatkan beberapa port tanpa harus mengatur pembagian daya secara manual.

Meskipun demikian, perubahan daya pada setiap port tetap bergantung pada konfigurasi perangkat dan protokol pengisian yang digunakan. Perangkat yang memerlukan daya besar juga harus berbagi kapasitas dengan perangkat lain ketika beberapa port aktif secara bersamaan.

Khusus port USB-C C3, Baseus menyebut dukungan terhadap protokol Xiaomi 120W HyperCharge. Perusahaan mengklaim Xiaomi 17 Pro dapat mencapai kapasitas baterai 80% dalam waktu sekitar 30 menit menggunakan dukungan pengisian tersebut.

Kecepatan itu tidak selalu berlaku untuk setiap perangkat. Kondisi baterai, suhu smartphone, protokol pengisian, serta pengaturan sistem dapat memengaruhi hasil akhirnya. Oleh karena itu, pengguna perlu memastikan perangkatnya kompatibel sebelum mengharapkan kecepatan pengisian tertentu.

Layar Berwarna 1,8 Inci Tampilkan Status Pengisian

Baseus menghadirkan layar TFT berwarna berukuran 1,8 inci pada bagian depan EnerGeek GH21. Layar tersebut menjalankan antarmuka BaseusView 2.0 yang menampilkan informasi operasional selama proses pengisian berlangsung.

Melalui layar ini, pengguna dapat memantau sejumlah informasi penting, antara lain:

  • Daya yang sedang digunakan selama pengisian.
  • Perkiraan waktu pengisian yang tersisa.
  • Informasi suhu operasional charger.
  • Ringkasan aktivitas pengisian setelah proses selesai.

Informasi tersebut membantu pengguna memahami kondisi pengisian tanpa harus terus memeriksa laptop atau smartphone yang tersambung. Selain itu, layar memberikan gambaran mengenai perubahan konsumsi daya ketika pengguna menambahkan perangkat lain.

Baseus juga menyediakan fitur ketuk dua kali untuk membalik orientasi layar. Pengguna dapat memilih beberapa tampilan screensaver agar layar terlihat berbeda saat charger beroperasi.

Kehadiran layar ini memberikan fungsi tambahan dibandingkan charger konvensional yang biasanya hanya menyediakan port pengisian dan indikator sederhana. Namun, manfaat utamanya tetap terletak pada kemudahan pemantauan, bukan peningkatan daya pengisian secara langsung.

Harga Baseus EnerGeek GH21 Mulai 399 Yuan

Di pasar China, Baseus EnerGeek GH21 memasuki tahap pemesanan awal dengan harga 399 yuan. Nilai tersebut setara dengan sekitar US$60 berdasarkan perkiraan konversi yang dicantumkan.

Dengan harga tersebut, Baseus menawarkan kombinasi daya hingga 160W, tiga port USB-C, layar pemantau berwarna, dan kipas pendingin aktif. Fitur-fitur ini menyasar pengguna yang sering mengisi beberapa perangkat dan membutuhkan satu charger untuk berbagai kebutuhan.

Meski demikian, informasi mengenai jadwal penjualan reguler, peluncuran internasional, serta harga resmi di Indonesia belum tercantum dalam informasi yang tersedia. Karena itu, calon pembeli di luar China perlu menunggu pengumuman resmi mengenai ketersediaan produk di wilayah masing-masing.

Pengguna juga sebaiknya mempertimbangkan kebutuhan daya perangkat sebelum membeli charger berkapasitas besar. Tidak semua smartphone atau laptop dapat memanfaatkan keluaran 140W, sebab kemampuan pengisian tetap mengikuti spesifikasi perangkat dan protokol yang didukung.

Kesimpulan

Baseus EnerGeek GH21 menawarkan pendekatan berbeda untuk charger berdaya tinggi melalui kombinasi teknologi GaN, tiga port USB-C, layar berwarna 1,8 inci, dan pendinginan aktif. Total daya hingga 160W memberikan ruang bagi pengguna untuk mengisi beberapa perangkat dalam satu waktu.

Di sisi lain, kipas berkecepatan tinggi, pengaturan daya adaptif PowerTune 3.0, serta pemantauan suhu menjadi fitur yang menarik untuk diperhatikan. Namun, klaim penurunan suhu dan kestabilan daya dari Baseus tetap perlu dilihat sesuai kondisi pengujian yang sebenarnya.

Untuk saat ini, EnerGeek GH21 telah memasuki tahap pemesanan awal di China dengan harga 399 yuan. Sementara itu, calon pembeli di Indonesia masih perlu menunggu kepastian jadwal peluncuran dan harga resminya.

FAQ Baseus EnerGeek GH21

Berapa daya maksimum Baseus EnerGeek GH21?

Baseus EnerGeek GH21 menawarkan total daya hingga 160W. Setiap port USB-C mendukung keluaran hingga 140W saat digunakan secara terpisah.

Apakah Baseus EnerGeek GH21 memiliki kipas pendingin?

Ya. Charger ini menggunakan kipas sentrifugal yang mampu berputar hingga 12.500 RPM. Baseus juga menyediakan mode tidur untuk mematikan kipas secara manual.

Apa fungsi layar 1,8 inci pada charger ini?

Layar tersebut menampilkan informasi seperti daya pengisian, perkiraan waktu yang tersisa, suhu operasional, dan ringkasan aktivitas pengisian.

Berapa harga Baseus EnerGeek GH21?

Harga pemesanan awal di China mencapai 399 yuan, atau sekitar US$60 berdasarkan perkiraan konversi yang dicantumkan. Harga resmi untuk pasar Indonesia belum tersedia.