IHSG Menguat 1,04%, BIKE Akuisisi Tambang dan MAHA Raih Kontrak Rp2,2 Triliun

Editor Otak Online
Waktu baca Menghitung...
Diterbitkan

IHSG Menguat 1,04%, BIKE Akuisisi Tambang dan MAHA Raih Kontrak Rp2,2 Triliun

OtakOnline.com - Jakarta, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,04% ke level 6.093,76 pada penutupan perdagangan Jumat (9/10). Penguatan ini terjadi seiring mayoritas sektor saham yang bergerak positif. Sejumlah saham berkapitalisasi besar, termasuk BBRI, AMMN, dan TLKM, turut menopang pergerakan indeks.

Di tengah penguatan pasar, aktivitas investor asing menunjukkan pergerakan yang berbeda antara pasar reguler dan keseluruhan pasar. Investor asing mencatatkan penjualan bersih atau net sell Rp141,50 miliar di pasar reguler. Namun, jika mencakup seluruh pasar, investor asing justru membukukan pembelian bersih atau net buy Rp29,63 miliar.

Selain pergerakan indeks, perhatian investor juga tertuju pada perkembangan sejumlah emiten. PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi (BIKE) memperluas bisnis ke sektor energi dan pertambangan melalui akuisisi mayoritas saham perusahaan tambang batu bara. Sementara itu, PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk (MAHA) memperoleh kontrak transportasi batu bara senilai sekitar Rp2,20 triliun hingga 2030.

PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) juga melanjutkan kegiatan eksplorasi batu bara hingga September 2026. Perkembangan ketiga emiten tersebut menjadi perhatian di tengah pergerakan pasar saham yang kembali positif.

IHSG Menguat, 10 Sektor Saham Berakhir Positif

IHSG menutup perdagangan Jumat dengan kenaikan 1,04% ke level 6.093,76. Penguatan indeks mendapat dukungan dari sejumlah saham yang mencatat kenaikan cukup signifikan. BBRI naik 2,31%, AMMN menguat 4,01%, sedangkan TLKM bertambah 2,65%.

Meski demikian, tidak semua saham bergerak searah dengan indeks. Beberapa emiten mengalami tekanan jual, terutama saham yang mencatatkan koreksi cukup dalam. BYAN turun 4,07%, GEMS melemah 9,97%, dan TINS terkoreksi 2,41%.

Dari sisi sektoral, mayoritas sektor saham berakhir di zona hijau. Sebanyak 10 dari 11 sektor mencatat penguatan. Sektor Basic Industry memimpin kenaikan dengan pertumbuhan 1,67%. Sebaliknya, sektor Property menjadi satu-satunya sektor yang mencatat penurunan terdalam, yakni 0,16%.

Perbedaan kinerja antarsektor menunjukkan bahwa penguatan pasar tidak terjadi secara merata. Karena itu, investor tetap perlu memperhatikan pergerakan saham individual dan kondisi fundamental masing-masing emiten, bukan hanya melihat perubahan IHSG secara keseluruhan.

Bursa AS Ikut Menguat Setelah Koreksi Tajam

Sentimen positif juga terlihat di pasar saham Amerika Serikat. Sejumlah indeks utama di Wall Street mencatat kenaikan setelah pasar sebelumnya mengalami koreksi tajam. Dow Jones menguat 0,83% ke level 51.654, sedangkan S&P 500 naik 0,59% ke 7.811.

Nasdaq turut mencatat penguatan sebesar 0,64% ke level 27.366. Pergerakan positif tersebut memberikan gambaran bahwa pasar saham Amerika Serikat mengalami pemulihan pada perdagangan yang dilaporkan.

Sementara itu, instrumen yang berkaitan dengan pasar Indonesia juga bergerak positif. ETF EIDO naik 1,89%, sedangkan indeks MSCI Indonesia meningkat 1,40%. Kenaikan kedua instrumen ini sejalan dengan penguatan IHSG pada perdagangan Jumat.

Namun, kenaikan dalam satu sesi belum cukup untuk memastikan tren penguatan akan berlanjut. Investor perlu mencermati perkembangan pasar berikutnya serta menilai apakah sentimen positif tersebut mampu bertahan.

BIKE Akuisisi 72% Saham Perusahaan Tambang Batu Bara

PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi (BIKE) memperluas kegiatan usahanya ke sektor energi dan pertambangan. Melalui anak usahanya, Prambanan Nusantara Energi (PNE), BIKE resmi mengakuisisi 72% saham Berau Usaha Mandiri (BUM). Langkah ini menjadi bagian dari strategi transformasi dan diversifikasi bisnis perusahaan.

BUM memiliki area konsesi tambang batu bara sekitar 500 hektare di Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Dari sekitar 400 hektare wilayah yang telah dieksplorasi, perusahaan memiliki cadangan terbukti sekitar 22 juta metrik ton batu bara.

Manajemen menargetkan produksi batu bara BUM mencapai 1,5 juta hingga 2,5 juta metrik ton per tahun. Target tersebut menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan investor dalam menilai potensi pengembangan usaha BIKE di sektor pertambangan.

Ke depan, BIKE mengarahkan pengembangan bisnis melalui lima pilar utama, yaitu:

  • Memperkuat bisnis yang sudah berjalan, agar kegiatan usaha yang ada dapat berkembang secara berkelanjutan.
  • Membuka lini usaha baru, untuk memperluas sumber pendapatan perusahaan.
  • Mengembangkan bisnis berbasis energi dan teknologi, sebagai bagian dari arah diversifikasi usaha.
  • Membangun sinergi antarperusahaan, dalam kelompok usaha untuk mendukung pengembangan kegiatan bisnis.
  • Memperkuat struktur pendanaan, guna mendukung kebutuhan ekspansi perusahaan.

Meskipun demikian, BIKE belum memutuskan seluruh rencana ekspansinya. Manajemen masih mengkaji kelayakan usaha, skema pendanaan, perizinan, serta pemenuhan ketentuan regulasi sebelum merealisasikan rencana lainnya.

MAHA Raih Kontrak Transportasi Batu Bara Rp2,20 Triliun

PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk (MAHA) memperoleh kontrak baru untuk jasa transportasi batu bara dari Ade Putra Tanrajeng, anak usaha Kutai Bara Nusantara. Nilai kontrak diperkirakan mencapai Rp2,20 triliun dengan periode pelaksanaan hingga 2030.

Kontrak yang memiliki periode sekitar empat tahun tersebut setara dengan nilai rata-rata Rp550 miliar per tahun. Nilai tahunan itu diperkirakan mencapai sekitar 17% dari estimasi pendapatan tahunan MAHA.

Tambahan kontrak ini memperluas portofolio pekerjaan dan basis pelanggan MAHA di sektor angkutan batu bara. Namun, kontribusi aktual terhadap pendapatan perusahaan tetap bergantung pada pelaksanaan pekerjaan dan ketentuan operasional dalam kontrak tersebut.

MAHA sebelumnya juga mencatatkan pertumbuhan kinerja pada semester pertama 2026. Pendapatan perusahaan mencapai Rp1,65 triliun, meningkat 34,13% dibandingkan Rp1,23 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja laba bersih menunjukkan peningkatan yang lebih besar. MAHA membukukan laba bersih Rp142,13 miliar pada semester I 2026, dibandingkan Rp12,90 miliar pada semester I 2025. Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan tahunan sebesar 1.002,01%.

Pertumbuhan pendapatan, peningkatan laba, dan tambahan kontrak menjadi sejumlah faktor yang dapat dicermati ketika menilai perkembangan usaha MAHA. Meski begitu, investor tetap perlu memperhatikan keberlanjutan kinerja keuangan serta realisasi pendapatan dari kontrak baru.

KKGI Lanjutkan Eksplorasi dan Pertahankan Posisi Kas

PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) melanjutkan kegiatan eksplorasi melalui dua anak usahanya hingga September 2026. Sebagian besar pengeluaran eksplorasi perusahaan dialokasikan kepada Insani Baraperkasa (IBP), khususnya di Sub Blok Handil Bakti.

Pengeluaran eksplorasi di wilayah tersebut mencapai USD 2,92 juta atau sekitar 98,55% dari total pengeluaran yang dilaporkan. Sementara itu, pengeluaran eksplorasi di Loa Haur, Blok Utara, tercatat sebesar USD 0,04 juta hingga September 2026.

IBP memiliki cadangan batu bara sebesar 139,26 juta ton dan sumber daya mencapai 565,66 juta ton. Angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan produksi batu bara pada 2025 yang berada di sekitar 3,58 juta ton.

Selain kegiatan eksplorasi yang berjalan, KKGI menyiapkan sejumlah agenda lanjutan. Perusahaan merencanakan pemetaan dan pembebasan lahan di Blok Loajanan. KKGI juga mengkaji pengeboran serta penggunaan area melalui skema pinjam pakai di Blok Separi.

Dari sisi keuangan, kinerja KKGI pada semester pertama 2026 menunjukkan perbaikan margin. Pendapatan perusahaan turun tipis 1,23% secara tahunan menjadi USD 70,34 juta. Namun, laba bersih meningkat 109,61% menjadi USD 2,16 juta.

Peningkatan laba tersebut berjalan seiring dengan kenaikan laba kotor sebesar 28,51% secara tahunan. Perusahaan juga memiliki posisi kas sebesar USD 44,67 juta. Kondisi ini menjadi salah satu aspek penting dalam menilai kemampuan perusahaan mendukung kegiatan operasional dan eksplorasi.

Rekomendasi Saham Hari Ini: PSAB hingga GPRA

Dalam analisis perdagangan saham, terdapat lima emiten yang masuk dalam daftar rekomendasi beli beserta rentang harga masuk, target keuntungan, dan batas kerugian. Rincian tersebut dapat digunakan sebagai referensi untuk memahami skenario transaksi yang direncanakan analis.

  • PSAB: rekomendasi beli pada rentang 525–535, target harga 550–555, dan batas kerugian pada 505.
  • ARCI: rekomendasi beli pada rentang 1.305–1.315, target harga 1.345–1.370, dan batas kerugian pada 1.235.
  • EMAS: rekomendasi beli pada rentang 7.975–8.050, target harga 8.225–8.375, dan batas kerugian pada 7.600.
  • INDY: rekomendasi beli pada rentang 2.760–2.780, target harga 2.840–2.870, dan batas kerugian pada 2.630.
  • GPRA: rekomendasi beli pada rentang 99–101, target harga 104–105, dan batas kerugian pada 96.

Rentang beli menunjukkan area harga yang menjadi acuan untuk skenario transaksi. Sementara itu, target harga menggambarkan tingkat harga yang ingin dicapai, sedangkan batas kerugian atau stop loss menjadi acuan untuk membatasi risiko penurunan.

Namun, rekomendasi tersebut tidak menjamin keuntungan. Harga saham dapat bergerak di luar perkiraan karena perubahan sentimen pasar, kondisi perusahaan, maupun aktivitas perdagangan. Karena itu, investor perlu mempertimbangkan profil risiko, tujuan investasi, dan kemampuan finansial sebelum mengambil keputusan.

Kesimpulan: Penguatan IHSG Diiringi Perkembangan Emiten

IHSG menguat 1,04% ke level 6.093,76 pada penutupan perdagangan Jumat (9/10), didukung kenaikan saham BBRI, AMMN, dan TLKM. Sebanyak 10 dari 11 sektor saham berakhir positif. Pada saat yang sama, bursa Amerika Serikat dan instrumen terkait pasar Indonesia juga mencatat penguatan.

Dari sisi korporasi, BIKE memperluas bisnis melalui akuisisi 72% saham perusahaan tambang batu bara BUM. MAHA mendapatkan kontrak transportasi batu bara senilai sekitar Rp2,20 triliun hingga 2030. Sementara itu, KKGI melanjutkan eksplorasi dengan dukungan cadangan, sumber daya, dan posisi kas yang dilaporkan perusahaan.

Perkembangan tersebut memberikan sejumlah bahan pertimbangan bagi investor dalam memantau pasar saham Indonesia. Meski demikian, keputusan investasi sebaiknya tidak hanya mengandalkan penguatan indeks atau rekomendasi beli. Investor perlu melakukan analisis mandiri terhadap kondisi keuangan, prospek usaha, valuasi, dan risiko setiap emiten.

FAQ Seputar IHSG dan Rekomendasi Saham

Berapa level penutupan IHSG pada 9 Oktober 2026?

IHSG ditutup pada level 6.093,76, naik 1,04% dibandingkan penutupan sebelumnya.

Saham apa saja yang menopang penguatan IHSG?

Beberapa saham yang mencatat kenaikan dan menopang indeks adalah BBRI sebesar 2,31%, AMMN sebesar 4,01%, dan TLKM sebesar 2,65%.

Berapa nilai kontrak baru MAHA?

MAHA mendapatkan kontrak jasa transportasi batu bara dengan nilai diperkirakan Rp2,20 triliun hingga 2030. Nilai rata-ratanya sekitar Rp550 miliar per tahun.

Apakah rekomendasi saham menjamin keuntungan?

Tidak. Rekomendasi saham merupakan bahan pertimbangan, bukan jaminan keuntungan atau ajakan untuk membeli maupun menjual saham tertentu. Setiap investor perlu menilai risiko dan melakukan analisis mandiri sebelum bertransaksi.

Disclaimer: Artikel ini disajikan untuk tujuan informasi dan edukasi, bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Rekomendasi harga tidak menjamin hasil investasi. Keputusan transaksi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor setelah mempertimbangkan risiko yang ada.

Otak Online
Media informasi seputar Berita terkini, Kripto, Airdrop,Teknologi, Gadget, Industri Game, Industri Film, Lifestyle etc.