
Otakonline.com - Jakarta, Microsoft menghadirkan WSL 3.0 di Windows 11 dengan sejumlah pembaruan untuk pengguna Linux di lingkungan Windows. Versi ini memakai Linux kernel 6.18, menggunakan virtiofs secara default, dan menambahkan kemampuan pengelolaan container.
Pembaruan tersebut tidak hanya mencakup ketersediaan umum WSL Containers. Microsoft juga membawa perubahan pada performa akses file dan kompatibilitas jaringan. Dengan berbagai kemampuan itu, WSL 3.0 menawarkan sejumlah peningkatan untuk penggunaan sehari-hari maupun workflow pengembangan.
Pengguna aktif WSL dapat memperbarui versinya melalui Terminal dengan mengetik wsl –update. Berikut sejumlah perubahan yang dibawa WSL 3.0.
WSL 3.0 menggunakan Linux kernel 6.18
WSL 3.0 berpindah ke Linux kernel 6.18. Microsoft menyebut kernel baru ini membawa peningkatan pada waktu startup dan penggunaan memori. Versi tersebut juga mengurangi driver serta subsystem yang tidak diperlukan.
WSL berjalan menggunakan virtual disk image dengan file system ext4 dan virtual network adapter. Komponen tersebut menjadi bagian dari lingkungan Linux yang berjalan melalui WSL di Windows. Namun, informasi yang tersedia tidak merinci angka perubahan waktu startup atau penggunaan memori.
Karena itu, peningkatan pada aspek tersebut merujuk pada keterangan Microsoft, bukan angka pengujian tertentu. Pengguna bisa memperbarui WSL untuk menggunakan versi baru ini, sementara rincian dampaknya dapat berbeda menurut kebutuhan dan lingkungan penggunaan.
Akses file Windows dan kompatibilitas jaringan
Perubahan lain hadir pada akses file. WSL 3.0 menggunakan virtiofs secara default, dan Microsoft mengklaim akses Linux ke file Windows bisa mencapai dua kali lebih cepat dibandingkan sebelumnya.
Peningkatan ini berkaitan dengan akses Linux terhadap file yang berada di Windows. Dengan virtiofs sebagai pilihan bawaan, pengguna tidak perlu mengaktifkan mekanisme tersebut secara manual untuk memperoleh perubahan yang disebutkan Microsoft.
WSL 3.0 juga menghadirkan mode jaringan baru bernama consomme. Mode ini ditujukan untuk meningkatkan kompatibilitas dengan VPN, proxy, dan lingkungan jaringan perusahaan. Dalam pengaturan ini, traffic Linux melewati Windows.
Dengan demikian, aplikasi Linux dapat mengikuti kebijakan jaringan dan konfigurasi yang diterapkan pada host Windows. Kemampuan ini relevan bagi pengguna yang menjalankan WSL dalam jaringan dengan aturan tertentu, termasuk saat memakai VPN atau proxy.
Pengelolaan WSL Containers lebih lengkap
Microsoft menghadirkan WSL Containers sebagai General Availability sekaligus menambahkan beberapa kemampuan pengelolaan container. Pengguna kini dapat me-restart container, menyalin file, melihat system information, serta mengatur koneksi jaringan.
Selain itu, pengguna dapat menjalankan health check dan menentukan lokasi penyimpanan container. Rangkaian operasi ini memberi lebih banyak pilihan untuk mengelola container langsung dalam lingkungan WSL.
Microsoft juga membawa integrasi dengan development tools, termasuk VS Code dev containers. Integrasi tersebut membuat WSL dapat digunakan sebagai bagian dari workflow pengembangan sehari-hari. Namun, pembaruan ini tidak berarti setiap pengguna harus memakai seluruh kemampuan container yang tersedia.
Pembaruan untuk pengguna WSL
Secara keseluruhan, WSL 3.0 mencakup pembaruan kernel, akses file, jaringan, dan container. Microsoft menyebut peningkatan pada startup dan penggunaan memori, sementara virtiofs ditujukan untuk mempercepat akses Linux ke file Windows.
Pengguna aktif WSL dapat mencoba memperbarui versi melalui Terminal dengan perintah wsl –update. Apakah Anda sudah menggunakan WSL 3.0? Pengalaman penggunaan versi baru ini dapat dibagikan kepada pengguna lainnya.