Broadcom Salip NVIDIA di Saham AI Jelang Laporan Keuangan
OtakOnline.com - Broadcom salip NVIDIA di saham AI setelah perusahaan chip asal Amerika Serikat itu mencatat performa pasar yang lebih kuat dalam dua tahun terakhir. Kinerja saham Broadcom atau AVGO bahkan mulai menarik perhatian investor global menjelang laporan keuangan terbaru perusahaan.
Dalam perdagangan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau AI, NVIDIA selama ini dikenal sebagai pemain utama. Namun, Broadcom perlahan membangun posisi sebagai raksasa chip kustom yang semakin diperhitungkan pasar.
Selain itu, investor kini mulai fokus pada potensi kerja sama Broadcom dengan Alphabet. Kemitraan itu dinilai bisa menjadi katalis baru yang memperkuat pertumbuhan bisnis AI perusahaan ke depan.
Broadcom Salip NVIDIA di Saham AI Sepanjang 2025
Data pasar menunjukkan Broadcom berhasil mengungguli NVIDIA sepanjang 2025. Saham AVGO mencatat total return sekitar 51 persen, sementara NVIDIA berada di kisaran 40 persen.
Kinerja itu berlanjut pada 2026. Hingga saat ini, Broadcom masih mencatat kenaikan saham sekitar 20 persen dan sedikit lebih tinggi dibanding NVIDIA.
Di sisi lain, pasar terlihat mulai kebal terhadap laporan keuangan positif NVIDIA. Dalam empat laporan terakhir, saham NVIDIA justru rata-rata turun 2,8 persen setelah perusahaan membukukan kinerja di atas ekspektasi analis.
Bahkan pada laporan keuangan terbaru, saham NVIDIA turun sekitar 1,8 persen meski perusahaan mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba yang kuat.
Sementara itu, Broadcom menunjukkan pergerakan yang lebih agresif setelah laporan pendapatan. Saham perusahaan pernah melonjak hingga 9,4 persen, tetapi juga sempat turun 11,4 persen dalam periode berbeda.
Hal ini menunjukkan investor masih mencoba memahami valuasi dan prospek jangka panjang Broadcom di sektor AI.
Laporan Keuangan Broadcom Jadi Sorotan Pasar
Broadcom dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartal kedua fiskal 2026 setelah penutupan pasar pada 3 Juni mendatang. Investor kini menanti angka penjualan, laba, serta proyeksi bisnis perusahaan.
Analis memperkirakan Broadcom mencatat pendapatan lebih dari US$22 miliar. Angka itu berarti pertumbuhan sekitar 47 persen dibanding tahun sebelumnya.
Selain itu, laba per saham atau EPS diproyeksikan tumbuh sekitar 52 persen secara tahunan. Target tersebut berada di atas US$2,40 per saham.
Broadcom sendiri sebelumnya memberikan panduan pendapatan sekitar US$22 miliar. Sementara itu, margin EBITDA diperkirakan berada di kisaran 68 persen.
Beberapa hal yang menjadi perhatian pasar menjelang laporan keuangan antara lain:
Pertumbuhan penjualan chip AI
Proyeksi bisnis kuartal berikutnya
Kemitraan dengan Alphabet
Penjualan chip pusat data
Permintaan semikonduktor AI global
Karena itu, laporan Broadcom diperkirakan menjadi salah satu momen penting bagi sektor teknologi tahun ini.
Investor Menanti Dampak Kerja Sama dengan Alphabet
Salah satu topik terbesar dalam laporan mendatang adalah kerja sama Broadcom dengan Alphabet, induk perusahaan Google.
Broadcom diketahui membantu Alphabet mengembangkan Tensor Processing Unit atau TPU. Chip tersebut digunakan untuk mendukung komputasi AI dan pusat data.
Sebelumnya, TPU lebih banyak dipakai secara internal oleh Google dan layanan Google Cloud. Namun, Alphabet kini mulai menjual TPU kepada operator pusat data pihak ketiga.
Langkah ini membuka peluang pasar baru yang sangat besar. Semakin banyak TPU dijual, semakin besar potensi pendapatan Broadcom melalui kerja sama pengembangan chip tersebut.
Namun, detail finansial kerja sama itu belum sepenuhnya diketahui publik. Investor juga masih menunggu apakah penjualan eksternal TPU benar-benar mampu meningkatkan pendapatan Broadcom secara signifikan.
Meski begitu, pasar menilai peluang bisnis AI Broadcom semakin kuat. Terlebih lagi, Alphabet dan Meta sebelumnya melaporkan hasil bisnis yang solid di sektor AI.
Target Harga Broadcom Masih Positif
Menjelang laporan keuangan, sejumlah analis Wall Street tetap optimistis terhadap prospek Broadcom.
Konsensus pasar menempatkan target harga saham Broadcom di sekitar US$448. Angka tersebut menunjukkan potensi kenaikan sekitar 10 persen dari posisi saat ini.
Namun, beberapa analis yang memperbarui target harga sejak Mei memberikan proyeksi lebih tinggi. Rata-rata target baru berada di kisaran US$523 per saham.
Jika target itu tercapai, saham Broadcom masih memiliki potensi kenaikan sekitar 25 persen.
Di sisi lain, investor tetap diminta berhati-hati karena saham teknologi AI dikenal sangat fluktuatif. Bahkan perusahaan dengan laporan keuangan kuat sekalipun tetap bisa mengalami tekanan pasar.
Beberapa faktor yang dapat memengaruhi pergerakan saham Broadcom meliputi:
Sentimen pasar terhadap AI
Persaingan dengan NVIDIA
Permintaan chip pusat data
Belanja teknologi perusahaan besar
Kondisi ekonomi global
Meskipun begitu, Broadcom salip NVIDIA di saham AI menjadi salah satu cerita besar di industri teknologi saat ini. Investor kini menunggu apakah momentum tersebut bisa berlanjut setelah laporan keuangan resmi diumumkan awal Juni nanti.
.webp)
0 Komentar Untuk "Broadcom Salip NVIDIA di Saham AI Jelang Laporan Keuangan"
Posting Komentar