Lampung Pimpin Pembangunan KDKMP Tercepat di Luar Jawa

OtakOnline.com, Lampung - Lampung pembangunan KDKMP terbanyak di luar Pulau Jawa menjadi sorotan nasional pada pertengahan Mei 2026. Provinsi ini mencatat 345 titik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah selesai dibangun dan siap mendukung ekonomi masyarakat desa.

Lampung Pimpin Pembangunan KDKMP Tercepat di Luar Jawa

Percepatan pembangunan koperasi tersebut dilakukan oleh Kodam XXI/Radin Inten bersama Pemerintah Provinsi Lampung. Selain mempercepat pembangunan fisik, pemerintah juga memastikan koperasi nantinya menjadi pusat layanan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi menegaskan pembangunan terus dikebut agar target 700 titik koperasi dapat tercapai pada Juli 2026. Hingga kini, Lampung menjadi wilayah dengan jumlah pembangunan KDKMP terbanyak di luar Pulau Jawa.

Lampung Catat Pembangunan KDKMP Terbanyak

Kodam XXI/Radin Inten mencatat sebanyak 562 titik koperasi telah selesai dibangun di wilayah Lampung dan Bengkulu. Dari jumlah tersebut, 345 titik berada di Lampung dan 217 titik di Bengkulu.

Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan capaian itu menjadi langkah penting dalam memperkuat ekonomi desa. Selain itu, pembangunan koperasi juga diharapkan mampu memperluas distribusi kebutuhan pokok masyarakat.

“Untuk Kodam XXI/Radin Inten, saat ini sudah ada 562 titik koperasi yang selesai 100 persen. Rinciannya 345 titik di Lampung dan 217 titik di Bengkulu,” ujarnya usai mengikuti peresmian operasional KDKMP secara nasional.

Menurutnya, pembangunan koperasi dilakukan secara bertahap dengan tetap menjaga kualitas bangunan. Karena itu, pihaknya terus mendorong jajaran TNI di daerah bekerja sama dengan masyarakat.

Selain mengejar jumlah, Kodam XXI/Radin Inten juga fokus pada kesiapan fasilitas pendukung koperasi. Salah satunya melalui penggunaan pelapis epoxy pada lantai gudang agar terlihat lebih bersih dan rapi.

Target 700 Koperasi Dikejar Juli 2026

Pemerintah bersama TNI kini menargetkan minimal 700 titik koperasi selesai pada Juli 2026. Bahkan, target jangka pendek di akhir Mei atau awal Juni adalah menembus 600 titik koperasi rampung dibangun.

Kristomei menyebut sekitar 300 titik koperasi lainnya kini sudah memasuki progres pembangunan di atas 70 persen. Karena itu, percepatan pembangunan terus dilakukan tanpa mengurangi standar kualitas.

Kendala Lahan di Bandar Lampung

Meski pembangunan berjalan cepat, beberapa daerah masih menghadapi hambatan. Bandar Lampung menjadi salah satu wilayah yang mengalami kendala lahan pembangunan.

Dari target 10 titik koperasi di Bandar Lampung, baru lima titik yang selesai dibangun. Namun, pemerintah optimistis capaian tersebut meningkat dalam beberapa pekan mendatang.

“Kami berharap awal Juni nanti sudah mencapai 80 persen,” kata Kristomei.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Lampung turut membantu menyediakan lahan milik pemprov untuk mendukung pembangunan koperasi. Langkah itu dilakukan agar target pembangunan tidak terhambat masalah aset.

Fungsi KDKMP untuk Ekonomi Masyarakat Desa

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan memastikan pemerintah daerah mendukung penuh percepatan pembangunan KDKMP. Pemprov bersama TNI saat ini terus menginventarisasi aset yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan koperasi.

Menurut Marindo, KDKMP tidak hanya berfungsi sebagai pusat distribusi sembako. Koperasi juga akan dilengkapi berbagai layanan usaha masyarakat.

Beberapa layanan yang disiapkan di KDKMP meliputi:

  • Gerai sembako
  • Apotek desa
  • Layanan kesehatan
  • Penjualan LPG
  • Token listrik
  • Penjualan hasil pertanian masyarakat

Selain itu, keberadaan koperasi diharapkan mampu memperkuat rantai distribusi hasil pertanian desa. Dengan begitu, masyarakat dapat memperoleh akses ekonomi yang lebih luas.

Sementara itu, salah satu koperasi yang telah diresmikan berada di Way Halim, Bandar Lampung. Lokasi tersebut berdiri di atas aset milik Pemerintah Provinsi Lampung.

Marindo menilai pembangunan koperasi desa menjadi bagian penting dalam pemerataan ekonomi daerah. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat terus diperkuat.

Pembangunan KDKMP Jadi Fokus Nasional

Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih kini menjadi salah satu fokus pembangunan nasional. Pemerintah menilai koperasi dapat menjadi motor penggerak ekonomi berbasis masyarakat.

Lampung sendiri berhasil mencatat progres pembangunan tercepat di luar Pulau Jawa. Capaian tersebut menunjukkan tingginya dukungan pemerintah daerah terhadap program ekonomi kerakyatan.

Selain memperkuat sektor perdagangan desa, koperasi juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru. Kehadiran layanan kesehatan, apotek, hingga distribusi LPG membuat fungsi koperasi semakin luas.

Meskipun begitu, pemerintah tetap diminta menjaga kualitas bangunan dan tata kelola koperasi. Hal itu penting agar koperasi benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Dengan capaian 345 koperasi yang telah berdiri, Lampung kini menjadi salah satu daerah paling aktif dalam pengembangan KDKMP nasional. Pemerintah berharap pembangunan yang masif ini dapat memperkuat ekonomi desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.

0 Komentar Untuk "Lampung Pimpin Pembangunan KDKMP Tercepat di Luar Jawa"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel