Harga RAM DDR5 Melonjak, Penjualan Motherboard Anjlok hingga 50 Persen

OtakOnline.com – Tokyo - Harga RAM DDR5 melonjak dalam beberapa waktu terakhir dan mulai memberikan dampak serius terhadap industri komputer global. Lonjakan harga komponen memori tersebut tidak hanya membebani konsumen, tetapi juga memukul penjualan perangkat keras seperti motherboard dan prosesor.


Harga RAM DDR5 Melonjak, Penjualan Motherboard Anjlok hingga 50 Persen

Kondisi tersebut menjadi perhatian pelaku industri karena kenaikan harga memori berlangsung sangat cepat. Bahkan, sejumlah toko komputer mulai menghapus label harga tetap untuk produk DDR5 dan menyesuaikannya setiap hari mengikuti perubahan pasar.

Selain itu, produsen komponen komputer kini menghadapi tantangan besar. Permintaan yang sangat tinggi dari industri kecerdasan buatan (AI) membuat pasokan DRAM semakin terbatas sehingga pasar konsumen harus menghadapi harga yang jauh lebih mahal dibandingkan sebelumnya.

Harga RAM DDR5 Melonjak Picu Krisis Pasar PC

Media teknologi Jepang Gazlog melaporkan bahwa harga kit RAM DDR5 berkapasitas 64GB kini telah melampaui harga konsol PlayStation 5 maupun kartu grafis RTX 5070.

Kondisi tersebut membuat banyak toko komputer tidak lagi berani memasang harga tetap di etalase. Harga produk kini berubah hampir setiap hari mengikuti kondisi pasar yang terus bergejolak.

Sementara itu, pengguna yang ingin meningkatkan performa komputer dari platform DDR4 ke DDR5 tidak memiliki banyak pilihan. Sistem terbaru memang mengharuskan penggunaan DDR5 sehingga konsumen terpaksa membeli meski harganya sangat tinggi.

Penjualan Motherboard Turun Drastis

Dampak paling terasa terlihat pada pasar motherboard. Produsen besar seperti Asus, MSI, dan Gigabyte dilaporkan memangkas target penjualan karena permintaan terus melemah.

Menurut laporan Gazlog, penjualan motherboard turun sekitar 40 hingga 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini diperkirakan akan berlanjut dan mulai memengaruhi penjualan prosesor dalam beberapa bulan mendatang.

Selain itu, para distributor juga menghadapi tantangan karena banyak calon pembeli memilih menunda perakitan PC baru. Mereka menunggu harga memori kembali stabil sebelum melakukan pembelian.

Mengapa Harga RAM Terus Naik?

Penyebab utama lonjakan harga berasal dari meningkatnya kebutuhan pusat data AI terhadap DRAM.

Beberapa faktor yang mendorong kenaikan harga antara lain:

  • Permintaan DRAM dari pusat data AI meningkat sangat tajam.
  • Kapasitas produksi sudah banyak dipesan perusahaan besar.
  • Pasokan untuk pasar konsumen menjadi semakin terbatas.
  • Produsen lebih memprioritaskan pelanggan sektor enterprise karena memberikan keuntungan lebih tinggi.

Karena itu, pasar komputer rumahan harus bersaing dengan perusahaan teknologi raksasa dalam mendapatkan pasokan memori.

Boikot Gamer Dinilai Sulit Berhasil

Di platform Reddit mulai muncul ajakan kepada komunitas gamer agar memboikot pembelian RAM. Tujuannya adalah menekan produsen supaya menurunkan harga melalui penurunan permintaan dari konsumen umum.

Namun, banyak analis menilai langkah tersebut tidak akan memberikan dampak besar. Sebagian besar pendapatan produsen memori berasal dari sektor enterprise, industri, dan pusat data, bukan dari pengguna PC rumahan.

Meskipun begitu, gerakan tersebut menunjukkan besarnya kekecewaan konsumen terhadap kenaikan harga yang dianggap sudah berada di luar batas wajar.

Pengalaman saat kelangkaan kartu grafis pada masa pandemi juga menjadi contoh bahwa boikot massal sulit berhasil. Selalu ada pembeli yang tetap membutuhkan produk tersebut, sementara pihak lain memanfaatkan kondisi dengan melakukan penjualan kembali pada harga lebih tinggi.

Dampaknya Mulai Menjangkau Pasar GPU

Krisis memori kini mulai merembet ke pasar kartu grafis. Laporan terbaru menyebutkan AMD berencana menaikkan harga GPU hingga sekitar 10 persen.

Di sisi lain, AMD dan Nvidia juga dikabarkan sedang mempertimbangkan penghentian beberapa model kartu grafis kelas bawah dan menengah untuk menjaga keuntungan perusahaan.

Apabila kondisi ini terus berlangsung, biaya membangun komputer baru diperkirakan akan semakin mahal. Tidak hanya RAM, harga motherboard, prosesor, hingga kartu grafis berpotensi mengalami penyesuaian.

Para pengamat industri berharap kapasitas produksi memori dapat meningkat dalam beberapa waktu ke depan. Namun, selama permintaan dari sektor AI masih sangat tinggi, harga RAM diperkirakan akan tetap berada pada level yang mahal.

Bagi konsumen, pilihan paling realistis saat ini adalah menunda upgrade apabila belum benar-benar dibutuhkan. Langkah tersebut dinilai lebih bijak dibandingkan membeli komponen dengan harga yang sedang berada di puncak. Dengan demikian, pengguna dapat menunggu hingga kondisi pasar kembali lebih stabil dan harga komponen komputer menjadi lebih terjangkau.

0 Komentar Untuk "Harga RAM DDR5 Melonjak, Penjualan Motherboard Anjlok hingga 50 Persen"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel