Pasar Motherboard Anjlok, Demam AI Picu Kelangkaan Chip

OtakOnline.com - JakartaPasar Motherboard Anjlok menjadi salah satu dampak nyata dari pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Permintaan chip AI yang terus meningkat membuat pasokan komponen komputer untuk konsumen semakin terbatas.


Pasar Motherboard Anjlok, Demam AI Picu Kelangkaan Chip

Fenomena tersebut tidak hanya memengaruhi produsen perangkat keras, tetapi juga konsumen yang berencana merakit atau meningkatkan spesifikasi komputer. Harga berbagai komponen penting terus naik sehingga banyak pengguna memilih menunda pembelian perangkat baru.

Selain itu, sejumlah produsen motherboard terbesar dunia mulai memangkas target penjualan mereka sepanjang 2026. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa industri PC sedang menghadapi tantangan yang cukup besar di tengah perubahan arah bisnis semikonduktor global.

Pasar Motherboard Anjlok Akibat Demam AI

Ledakan penggunaan AI membuat produsen semikonduktor mengalihkan fokus produksi mereka. Chip yang sebelumnya banyak digunakan untuk komputer pribadi kini mulai kalah prioritas dibanding chip AI untuk kebutuhan pusat data.

Perusahaan besar seperti Nvidia, Intel, dan AMD berlomba memenuhi permintaan industri AI yang terus meningkat. Akibatnya, pasokan prosesor dan komponen komputer konsumen menjadi semakin terbatas.

Karena itu, harga RAM, SSD, hingga prosesor mengalami kenaikan cukup tajam dalam enam bulan terakhir. Kenaikan tersebut membuat biaya merakit komputer baru menjadi jauh lebih mahal dibanding tahun sebelumnya.

Di sisi lain, banyak pengguna memilih mempertahankan komputer lama. Langkah itu dinilai lebih hemat daripada membeli komponen baru dengan harga yang terus meningkat.

Produsen Motherboard Pangkas Target Penjualan

Laporan terbaru menunjukkan empat produsen motherboard terbesar dunia merevisi target pengiriman mereka sepanjang 2026.

Asus diperkirakan hanya mampu menjual sekitar 10 juta unit motherboard. Angka tersebut turun sekitar 33 persen dibanding pencapaian tahun sebelumnya yang mencapai 15 juta unit.

Sementara itu, Gigabyte juga memangkas target penjualan menjadi sekitar 9 juta unit. Sebelumnya, perusahaan menargetkan pengiriman hingga 11,5 juta unit.

MSI mengalami kondisi serupa. Produsen tersebut menurunkan proyeksi pengiriman menjadi sekitar 8,4 juta unit dari 11 juta unit pada tahun lalu.

Penurunan paling tajam dialami ASRock. Perusahaan ini diprediksi hanya mengirim sekitar 2,7 juta unit motherboard sepanjang 2026. Jumlah tersebut turun sekitar 37 persen dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 4,3 juta unit.

Secara keseluruhan, pasar motherboard global diperkirakan menyusut hingga 28 persen sepanjang tahun ini.

Minim Inovasi Produk Baru Turut Menekan Pasar

Selain harga komponen yang semakin mahal, industri komputer juga kehilangan momentum karena minimnya peluncuran produk baru.

AMD masih mempertahankan platform AM5 sehingga belum banyak pengguna yang merasa perlu mengganti motherboard mereka.

Sementara itu, prosesor Intel Nova Lake dijadwalkan hadir menjelang akhir tahun. Kondisi tersebut membuat sebagian konsumen memilih menunggu sebelum melakukan upgrade.

Di sisi lain, Nvidia juga belum memperkenalkan seri RTX 50 Super. Bahkan, berbagai rumor menyebut seri RTX 60 baru akan hadir pada 2028.

Konsumen Memilih Menunda Upgrade

Kombinasi harga komponen yang tinggi dan minimnya inovasi membuat banyak pengguna mengambil sikap menunggu.

Beberapa alasan yang menjadi pertimbangan konsumen antara lain:

  • Harga RAM dan SSD terus meningkat.
  • Prosesor terbaru masih terbatas.
  • Motherboard generasi saat ini masih mampu memenuhi kebutuhan.
  • Belum banyak teknologi baru yang benar-benar wajib dimiliki.
  • Biaya merakit PC baru menjadi semakin mahal.

Karena itu, permintaan motherboard baru ikut mengalami penurunan.

Produsen Beralih ke Bisnis Server AI

Meski penjualan motherboard menurun, sebagian produsen mulai mengalihkan fokus bisnis mereka.

Asus, Gigabyte, dan ASRock kini memperluas lini usaha ke perangkat server AI. Langkah tersebut dilakukan untuk memanfaatkan tingginya pembangunan pusat data oleh perusahaan hyperscaler global.

Permintaan server AI diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang. Oleh sebab itu, produsen perangkat keras melihat peluang baru yang lebih menjanjikan dibanding hanya mengandalkan pasar komputer konsumen.

Diskon Motherboard Mulai Bermunculan

Menariknya, kondisi pasar saat ini menghadirkan situasi yang cukup unik bagi konsumen.

Di satu sisi, harga prosesor, RAM, dan SSD terus mengalami kenaikan akibat kelangkaan chip global.

Namun, di sisi lain, sejumlah retailer mulai memberikan potongan harga motherboard untuk mengurangi stok yang menumpuk di gudang.

Situasi tersebut dapat menjadi peluang bagi pengguna yang memang hanya membutuhkan motherboard baru tanpa harus mengganti seluruh komponen komputer.

Meskipun begitu, calon pembeli tetap perlu menghitung total biaya upgrade secara menyeluruh. Pasalnya, kenaikan harga komponen lain masih menjadi faktor utama yang membuat biaya perakitan PC tetap tinggi.

Dengan kondisi tersebut, Pasar Motherboard Anjlok menjadi gambaran bagaimana ledakan AI tidak hanya membuka peluang besar di sektor teknologi, tetapi juga membawa tantangan baru bagi industri komputer global. Dalam jangka pendek, konsumen diperkirakan masih akan bersikap lebih selektif sebelum memutuskan membeli atau meningkatkan spesifikasi perangkat mereka.

0 Komentar Untuk "Pasar Motherboard Anjlok, Demam AI Picu Kelangkaan Chip "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel