Adopsi EV Singapura Tembus 62,4%, BYD Kuasai Seperempat Pasar

OtakOnline.com – SINGAPURA - Adopsi EV Singapura terus mencatat pertumbuhan signifikan pada semester pertama 2026. Kendaraan listrik kini mendominasi pasar mobil baru dengan kontribusi mencapai 62,4 persen dari seluruh registrasi kendaraan penumpang. Kondisi tersebut sekaligus memperlihatkan perubahan besar dalam preferensi masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan.

Adopsi EV Singapura Tembus 62,4%, BYD Kuasai Seperempat Pasar

Pertumbuhan pasar kendaraan listrik juga mendorong persaingan yang semakin ketat di industri otomotif Singapura. Pabrikan asal China menjadi pihak yang paling diuntungkan karena mampu menawarkan produk dengan harga kompetitif serta teknologi yang terus berkembang.

Di sisi lain, BYD berhasil mempertahankan status sebagai merek mobil dengan penjualan tertinggi di Singapura. Sementara itu, sejumlah merek Jepang, Eropa, dan Korea Selatan menghadapi tekanan akibat perubahan tren pasar serta kebijakan insentif pemerintah.

BYD Dominasi Pasar Mobil Singapura

Data registrasi mobil penumpang baru dari Land Transport Authority (LTA) menunjukkan BYD masih menjadi pemimpin pasar sepanjang Januari hingga Juni 2026. Produsen kendaraan listrik asal China tersebut membukukan registrasi sebanyak 6.828 unit kendaraan.

Jumlah tersebut meningkat sekitar 46,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, pangsa pasar BYD juga naik menjadi 25,2 persen, lebih tinggi dibandingkan 19,5 persen pada semester pertama 2025.

Secara keseluruhan, registrasi mobil penumpang baru di Singapura mencapai 27.144 unit selama enam bulan pertama 2026. Angka tersebut tumbuh 13,3 persen secara tahunan, memperlihatkan pasar otomotif masih bergerak positif.

Toyota tetap berada di posisi kedua dengan total registrasi 3.386 unit. Namun, penjualannya mengalami penurunan sekitar 2,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, Tesla mencatat lonjakan signifikan. Produsen mobil listrik asal Amerika Serikat tersebut berhasil menempati posisi ketiga setelah registrasinya meningkat menjadi 2.826 unit, hampir dua kali lipat dibandingkan semester pertama 2025 yang mencapai 1.419 unit.

Adopsi EV Singapura Ubah Peta Persaingan Otomotif

Meningkatnya Adopsi EV Singapura turut mengubah komposisi merek yang mendominasi pasar otomotif. Produsen kendaraan listrik asal China semakin kuat dan berhasil menggeser sejumlah merek yang sebelumnya mendominasi.

Mercedes-Benz memang masih berada di posisi keempat dengan 1.680 unit registrasi. Namun, penjualannya turun hingga 33,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

BMW juga mengalami tekanan cukup besar. Registrasinya turun 40,3 persen menjadi 1.591 unit sehingga harus turun ke posisi kelima.

Honda turut mengalami penurunan cukup tajam. Registrasi merek asal Jepang tersebut menyusut 44,4 persen menjadi hanya 1.261 unit selama semester pertama 2026.

Selain BYD, sejumlah produsen asal China juga mencatat pertumbuhan pesat. Chery, MG, GAC, dan Xpeng berhasil masuk jajaran 10 besar penjualan mobil di Singapura.

Chery menjadi salah satu merek dengan pertumbuhan paling tinggi. Registrasinya melonjak menjadi 1.270 unit, jauh lebih besar dibandingkan hanya 195 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Keberhasilan merek-merek China menunjukkan bahwa konsumen semakin mempertimbangkan harga, teknologi, serta efisiensi kendaraan listrik dibandingkan faktor merek semata.

Insentif Pemerintah Dorong Penjualan Kendaraan Listrik

Pertumbuhan kendaraan listrik di Singapura tidak lepas dari berbagai kebijakan pemerintah yang memberikan dukungan terhadap penggunaan kendaraan ramah lingkungan.

Beragam insentif pembelian membuat mobil listrik semakin menarik bagi masyarakat. Selain itu, harga kendaraan listrik dari produsen China dinilai lebih kompetitif dibandingkan banyak pesaing di kelas yang sama.

Hasilnya terlihat jelas pada komposisi pasar kendaraan baru. Mobil listrik kini menyumbang 62,4 persen dari seluruh registrasi mobil penumpang baru pada semester pertama 2026.

Sebaliknya, kendaraan hybrid mengalami penurunan pangsa pasar menjadi 29,8 persen. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, kendaraan hybrid masih menguasai sekitar 41,9 persen pasar.

Mobil berbahan bakar bensin juga terus kehilangan peminat. Pangsa pasarnya kini tinggal 5,5 persen, turun drastis dibandingkan 16,2 persen pada semester pertama 2025.

Perubahan tersebut memperlihatkan bahwa kendaraan listrik kini menjadi pilihan utama masyarakat Singapura dalam membeli mobil baru.

Industri Otomotif Masuki Babak Baru

Selain meningkatnya permintaan kendaraan listrik, perubahan kebijakan pemerintah turut memengaruhi persaingan di pasar otomotif Singapura.

Salah satu kebijakan yang berdampak adalah pengurangan insentif Preferential Additional Registration Fee (PARF) yang mulai diberlakukan sejak Februari 2026. Kebijakan tersebut terutama memengaruhi produsen mobil premium seperti BMW dan Mercedes-Benz.

Pelaku industri menilai perubahan insentif tersebut ikut menggeser keseimbangan pasar yang selama bertahun-tahun didominasi Toyota, BMW, Mercedes-Benz, serta Honda.

Kini, produsen kendaraan listrik, khususnya dari China, semakin memperkuat posisinya berkat kombinasi harga yang kompetitif, teknologi modern, serta dukungan kebijakan pemerintah terhadap elektrifikasi kendaraan.

Melihat tren yang berlangsung sepanjang semester pertama 2026, pasar otomotif Singapura diperkirakan akan semakin didominasi kendaraan listrik. Jika pertumbuhan ini terus berlanjut, Adopsi EV Singapura berpotensi menjadi salah satu yang tertinggi di kawasan Asia dan menjadi acuan bagi negara lain dalam mempercepat transisi menuju transportasi rendah emisi.

0 Komentar Untuk "Adopsi EV Singapura Tembus 62,4%, BYD Kuasai Seperempat Pasar"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel