Stok Beras Bulog NTT Aman, Siap Hadapi Dampak Gempa

OtakOnline.com - Stok beras Bulog NTT dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk warga terdampak bencana gempa di Nusa Tenggara Timur. Perum Bulog menyiapkan persediaan besar untuk masa tanggap darurat dan kebutuhan bantuan pangan.

Stok beras Bulog NTT dipastikan aman untuk korban gempa dan bantuan pangan, dengan total persediaan mencapai 93.782 ton.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan stok beras yang tersedia di gudang Bulog NTT saat ini mencapai 26.336 ton. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan bantuan bencana alam pada tahap tanggap darurat.

Selain stok yang sudah tersedia, Bulog juga memperkuat pasokan melalui mobilisasi nasional atau movnas. Tambahan beras dari sejumlah wilayah mencapai 67.446 ton, sehingga total persediaan di NTT ke depan diproyeksikan mencapai 93.782 ton.

Stok Beras Bulog NTT Saat Ini Capai 26.336 Ton

Ahmad Rizal Ramdhani memastikan ketersediaan beras di wilayah terdampak gempa tetap menjadi perhatian utama Bulog. Pemerintah dan Bulog ingin memastikan kebutuhan pangan masyarakat tidak terganggu.

Menurut Rizal, stok 26.336 ton yang tersimpan saat ini cukup untuk mendukung kebutuhan bantuan bencana. Persediaan tersebut tersebar di wilayah NTT melalui jaringan gudang Bulog.

“Stok Bulog yang ada saat ini di NTT adanya adalah sekitar 26.336 ton,” ujar Rizal di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta, Minggu (23/8/2026).

Ia menjelaskan, jumlah tersebut mencukupi untuk kebutuhan bantuan bencana alam selama masa tanggap darurat. Namun, Bulog tetap mengambil langkah antisipatif dengan menambah persediaan dari daerah lain.

Karena itu, Bulog mengandalkan sistem mobilisasi nasional untuk mempercepat penguatan stok. Langkah ini dilakukan agar kebutuhan beras tetap aman jika permintaan meningkat.

Bulog Tambah Pasokan 67.446 Ton dari Sejumlah Daerah

Bulog akan mendatangkan tambahan beras sebanyak 67.446 ton ke wilayah NTT. Pasokan tersebut berasal dari beberapa provinsi yang memiliki persediaan cukup.

Tambahan terbesar berasal dari Nusa Tenggara Barat atau NTB. Wilayah tersebut akan mengirim sekitar 35.250 ton beras untuk memperkuat cadangan pangan di NTT.

Sementara itu, Jawa Timur akan memasok sekitar 20.646 ton. Pasokan lainnya berasal dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat sebanyak 8.550 ton.

Selain itu, Jakarta juga akan mengirim sekitar 3.000 ton beras. Mobilisasi dari beberapa daerah tersebut diharapkan mempercepat kesiapan Bulog menghadapi kebutuhan lanjutan.

Berikut rincian tambahan beras melalui program mobilisasi nasional:

  • Jakarta: 3.000 ton

  • Jawa Timur: 20.646 ton

  • Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat: 8.550 ton

  • Nusa Tenggara Barat: 35.250 ton

Dengan tambahan tersebut, total pasokan mencapai 67.446 ton. Jika digabungkan dengan stok awal, persediaan beras Bulog di NTT mencapai 93.782 ton.

Total Persediaan Beras NTT Diproyeksikan 93.782 Ton

Rizal menjelaskan Bulog telah menghitung kebutuhan beras di NTT secara menyeluruh. Perhitungan itu mencakup kebutuhan bantuan bencana dan program bantuan pangan.

Total kebutuhan beras diperkirakan mencapai sekitar 46.368 ton. Angka tersebut jauh di bawah proyeksi total stok yang akan tersedia.

Dari jumlah kebutuhan tersebut, sekitar 1.890 ton disiapkan khusus untuk bantuan bencana alam. Persediaan itu menjadi bagian dari kebutuhan selama masa tanggap darurat.

Bulog juga mengantisipasi kemungkinan perpanjangan masa tanggap darurat. Perhitungan dilakukan hingga 10 kali perpanjangan, dengan kebutuhan mencapai sekitar 18.900 ton.

Meskipun begitu, persediaan pangan tidak hanya disiapkan untuk korban bencana. Bulog juga memastikan program bantuan pangan tetap berjalan.

Di sisi lain, kebutuhan bantuan pangan Presiden selama tiga bulan juga telah masuk dalam perhitungan. Program tersebut mencakup penyaluran 10 kilogram beras per bulan.

Bantuan akan diberikan kepada 852.631 penerima bantuan pangan. Dengan alokasi selama tiga bulan, kebutuhan beras untuk program itu mencapai 25.578 ton.

Kebutuhan Beras Diperkirakan 46.368 Ton

Jika seluruh kebutuhan digabungkan, Bulog memperkirakan total kebutuhan mencapai 46.368 ton. Angka itu mencakup kebutuhan bantuan bencana dan program bantuan pangan.

Dengan proyeksi stok 93.782 ton, Bulog masih memiliki cadangan cukup besar. Persediaan sisa diperkirakan mencapai sekitar 47.414 ton setelah kebutuhan utama diperhitungkan.

Rizal menegaskan masyarakat tidak perlu meragukan kesiapan Bulog. Menurutnya, persediaan yang tersedia cukup untuk mendukung masyarakat NTT.

“Stok pasti mencukupi untuk kebutuhan di NTT,” ungkap Rizal.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapan pasokan selama situasi bencana. Selain bantuan langsung, ketersediaan pangan harus tetap terjaga untuk menghindari gangguan distribusi.

Karena itu, Bulog melakukan penguatan stok sebelum kebutuhan meningkat. Strategi tersebut juga memberi ruang bagi pemerintah untuk memperpanjang bantuan bila kondisi membutuhkan.

Bulog Pastikan Dukungan Pangan untuk Masyarakat NTT

Kepastian stok beras menjadi hal penting di tengah situasi bencana. Kebutuhan pangan dapat meningkat ketika masyarakat menghadapi gangguan aktivitas dan distribusi.

Bulog memastikan persediaan tidak hanya mengandalkan stok yang sudah ada di NTT. Mobilisasi nasional menjadi langkah tambahan untuk memperkuat cadangan pangan.

Selain itu, tambahan pasokan dari empat wilayah membantu memperbesar kemampuan Bulog dalam memenuhi kebutuhan. Cadangan yang tersedia juga dapat digunakan jika masa tanggap darurat diperpanjang.

Sementara itu, program bantuan pangan tetap menjadi bagian dari perhatian Bulog. Perseroan ingin memastikan bantuan rutin kepada penerima manfaat tetap berjalan.

Rizal menyatakan Bulog dan pemerintah akan terus hadir untuk mendukung kebutuhan masyarakat. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan pangan selama bencana.

Dengan total stok yang diproyeksikan mencapai 93.782 ton, stok beras Bulog NTT dinilai lebih dari cukup untuk kebutuhan yang telah dihitung. Bulog memperkirakan masih tersedia cadangan sekitar 47.414 ton setelah seluruh kebutuhan utama dipenuhi.

Persediaan tersebut mencakup kebutuhan korban bencana, antisipasi perpanjangan tanggap darurat, serta bantuan pangan selama tiga bulan. Karena itu, masyarakat NTT diharapkan tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras.

Ke depan, Bulog akan terus memantau kondisi kebutuhan dan distribusi di lapangan. Jika diperlukan, langkah penguatan pasokan dapat kembali dilakukan untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat NTT.

0 Komentar Untuk "Stok Beras Bulog NTT Aman, Siap Hadapi Dampak Gempa"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel