Pasar Ponsel Lipat 2026 Memanas, UTG dan Engsel Jadi Sorotan

Otakonline.com - Jakarta, pasar ponsel lipat 2026 memasuki fase persaingan baru. Rencana kehadiran perangkat dari Apple dan Huawei berpotensi meningkatkan permintaan terhadap komponen penting, seperti UTG, engsel, sirkuit fleksibel, dan sistem pendingin. 

Pasar Ponsel Lipat 2026 Memanas, UTG dan Engsel Jadi Sorotan

Persaingan ponsel lipat tidak hanya berlangsung pada sisi desain dan fitur. Di balik perangkat tersebut, terdapat sejumlah komponen khusus yang menentukan ketahanan serta kenyamanan penggunaan.

Ultra-Thin Glass atau UTG menjadi salah satu komponen yang mendapat perhatian. Selain itu, engsel dan sistem manajemen panas juga memiliki peran penting dalam menjaga fungsi perangkat lipat.

Seiring persaingan vendor yang semakin ketat, rantai pasok ponsel lipat berpotensi ikut memperoleh dorongan. Kondisi tersebut membuat industri komponen turut menjadi bagian penting dari perkembangan pasar perangkat lipat.

UTG Jadi Komponen Penting Ponsel Lipat

UTG merupakan lapisan kaca fleksibel khusus untuk melindungi layar perangkat lipat. Ketebalannya berkisar antara 30 hingga 100 mikrometer.

Ukuran tersebut bahkan lebih tipis daripada sehelai rambut manusia. Namun, proses penguatan kimiawi membuat UTG mampu mengikuti gerakan lipatan tanpa mudah pecah.

Selain berfungsi sebagai pelindung, UTG juga membantu meredam guncangan pada panel layar. Letaknya berada di dalam struktur panel utama perangkat.

Berbeda dari film plastik atau polimida generasi lama, UTG memberikan sensasi sentuhan seperti kaca. Material ini juga menawarkan ketahanan terhadap goresan serta kejernihan optik.

Kemudian, karakteristik UTG membantu menjaga permukaan layar tetap lebih halus saat pengguna melipat perangkat. Karena itu, material tersebut dapat membantu mengurangi tampilan bekas lipatan pada bagian tengah layar.

Samsung menjadi salah satu merek yang mengembangkan lapisan UTG dengan perlakuan kimia dan termal. Teknologi tersebut memungkinkan lapisan kaca bertahan hingga ratusan ribu kali lipatan.

Engsel Menjadi Tulang Punggung Perangkat Lipat

Selain layar, engsel menjadi komponen mekanis utama pada ponsel lipat. Komponen ini memungkinkan dua bagian bodi dan layar bergerak mengikuti mekanisme pelipatan.

Engsel harus bekerja secara mulus dalam penggunaan berulang. Karena itu, desainnya perlu mendukung gerakan layar tanpa mengganggu struktur perangkat.

Di sisi lain, sistem pendingin juga menghadapi tantangan tersendiri. Sistem manajemen panas perlu mengalirkan panas melalui area yang memiliki bagian bergerak.

Komponen termal harus tetap bekerja tanpa mengalami kerusakan akibat proses pelipatan berulang. Dengan demikian, desain sistem pendingin menjadi bagian penting dalam pengembangan perangkat lipat.

Huawei dan Apple saat ini memiliki akses terhadap sejumlah komponen ponsel lipat terbaik. Kehadiran produk baru dari keduanya berpotensi memperkuat permintaan terhadap komponen tersebut.

Pasar Ponsel Lipat Diproyeksikan Terus Tumbuh

Memasuki pertengahan 2026, pasar smartphone lipat mulai menunjukkan momentum pertumbuhan. Kajian IDC, Omdia, dan Counterpoint sama-sama memberikan gambaran positif terhadap perkembangan kategori ini.

Omdia memproyeksikan jumlah pengiriman smartphone lipat mencapai 45 juta unit per tahun pada 2030. Namun, jumlah tersebut masih berada di bawah 3 persen dari keseluruhan pasar smartphone.

Dengan demikian, ponsel lipat kemungkinan tetap berada dalam segmen premium khusus. Meski begitu, pertumbuhan jangka panjang tetap menunjukkan peluang bagi industri.

Counterpoint Research juga memproyeksikan kenaikan pasar smartphone layar lipat sebesar 21 persen sepanjang 2026. Sementara itu, IDC memperkirakan pertumbuhan di atas 12,5 persen dengan volume hampir 23 juta unit.

Kedua lembaga tersebut turut menyoroti potensi perangkat dengan layar lebih lebar. Format tersebut menawarkan pengalaman yang mendekati penggunaan tablet.

Karena itu, perangkat lipat dengan desain layar lebih luas berpotensi menjadi pendorong pertumbuhan berikutnya. Perubahan tersebut juga dapat menggeser preferensi konsumen terhadap format perangkat.

Format Buku Mulai Mendapat Perhatian

Omdia memandang desain lipat tipe buku berformat lebar sebagai salah satu penopang pertumbuhan masa depan. Format ini menawarkan bidang layar lebih luas ketika pengguna membuka perangkat.

Sementara itu, model clamshell menghadapi tekanan. Pengiriman model tersebut turun 47 persen secara tahunan pada semester pertama 2026.

Analis utama Omdia, Zaker Li, menyebut Huawei memelopori format lebar baru melalui Pura X Max pada Mei 2026. Samsung kemudian mengikuti arah tersebut melalui Galaxy Z Fold 8.

Menurut Zaker, vendor lain juga akan menghadirkan produk serupa dalam beberapa bulan mendatang. Kehadiran berbagai perangkat baru itu berpotensi menciptakan gelombang pertumbuhan baru.

Perubahan format tersebut menunjukkan bahwa persaingan tidak hanya berfokus pada jumlah perangkat. Vendor juga berlomba menawarkan pengalaman layar yang lebih luas dan fleksibel.

Apple Berpotensi Mengubah Peta Persaingan

Masuknya Apple menjadi salah satu faktor yang mendapat perhatian dalam proyeksi pasar ponsel lipat. Counterpoint dan IDC sama-sama menyoroti potensi kehadiran perusahaan tersebut pada 2026.

Apple diperkirakan menyiapkan iPhone lipat pertama. Perangkat tersebut kabarnya akan menggunakan nama iPhone Fold atau iPhone Ultra.

Perkiraan peluncurannya mengarah pada September 2026 bersamaan dengan jajaran iPhone 18 Pro. Harga awalnya juga diperkirakan sekitar 1.999 dolar AS.

Jika terealisasi, kehadiran Apple dapat memberikan dampak besar terhadap pasar. Counterpoint bahkan memperhitungkan kemungkinan Apple meraih pangsa pasar sebesar 25 persen pada akhir 2026.

Namun, kepastian mengenai produk tersebut masih perlu menunggu perkembangan berikutnya. Karena itu, proyeksi pasar tetap bergantung pada realisasi strategi setiap vendor.

Samsung, Huawei, dan Apple Bersaing

Samsung saat ini mempertahankan posisinya sebagai salah satu pelopor pasar ponsel lipat. Seri Galaxy Z Fold 8 hadir dengan format yang lebih luas.

Huawei juga memainkan peran penting dalam perkembangan desain buku berformat lebar. Perusahaan tersebut memimpin pengiriman global untuk model bergaya buku melalui pendekatan desain yang agresif.

Sementara itu, Apple berpotensi menjadi penantang baru. Kehadiran perusahaan asal Cupertino tersebut dapat mengubah peta persaingan yang selama ini banyak dipengaruhi pemain lama.

Persaingan tersebut juga berpotensi memberikan dampak hingga ke industri komponen. Permintaan terhadap UTG, engsel, sirkuit cetak fleksibel, dan komponen termal dapat ikut meningkat.

Dampak Persaingan terhadap Rantai Pasok

Pertumbuhan perangkat lipat menciptakan kebutuhan terhadap komponen dengan karakteristik khusus. Produsen harus memastikan material mampu mengikuti mekanisme perangkat tanpa mengorbankan ketahanan.

Beberapa komponen utama yang berpotensi mendapat dorongan permintaan meliputi:

  • Panel UTG, sebagai pelindung layar fleksibel.
  • Engsel, untuk mendukung proses buka-tutup perangkat.
  • Sirkuit cetak fleksibel, untuk kebutuhan konektivitas komponen.
  • Komponen termal, untuk membantu mengelola panas.
  • Sistem pendingin, yang harus mampu mengikuti struktur perangkat bergerak.

Selain itu, meningkatnya jumlah vendor dapat memperbesar kebutuhan terhadap komponen tersebut. Persaingan produk akhirnya tidak hanya menciptakan pilihan baru bagi konsumen.

Persaingan juga mendorong perkembangan teknologi di sepanjang rantai pasok. Produsen komponen perlu menghadirkan solusi yang semakin tahan, fleksibel, dan efisien.

Kesimpulan

Pasar ponsel lipat 2026 memasuki fase penting dengan meningkatnya persaingan antarvendor. Samsung mempertahankan posisi kuat, Huawei mendorong desain format lebar, sedangkan Apple berpotensi menjadi penantang baru.

Di saat yang sama, pertumbuhan pasar menciptakan peluang bagi industri komponen. UTG, engsel, sirkuit fleksibel, dan sistem termal menjadi bagian penting dalam perkembangan perangkat lipat.

Proyeksi dari Omdia, Counterpoint, dan IDC menunjukkan peluang pertumbuhan hingga 2030. Namun, kategori ini tetap berada dalam segmen premium dengan porsi kurang dari 3 persen dari keseluruhan pasar.

Pada akhirnya, persaingan vendor dan inovasi desain akan menentukan arah pasar berikutnya. Jika perangkat baru mampu menawarkan pengalaman layar lebih luas sekaligus menjaga ketahanan, permintaan terhadap teknologi ponsel lipat berpeluang terus meningkat.

0 Komentar Untuk "Pasar Ponsel Lipat 2026 Memanas, UTG dan Engsel Jadi Sorotan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel