QRIS Bakal Terhubung ke Hong Kong hingga Arab Saudi
Otakonline.com - Jakarta, Bank Indonesia (BI) terus memperluas penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS ke berbagai negara. Terbaru, BI tengah menjajaki konektivitas pembayaran dengan Hong Kong, Timor Leste, India, hingga Arab Saudi.
Perluasan tersebut menjadi bagian dari pengembangan sistem pembayaran lintas negara atau cross-border payment. Saat ini, QRIS sudah dapat digunakan di enam negara, yaitu Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan China.
Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta mengatakan QRIS telah berkembang pesat sejak pertama kali hadir sekitar tujuh tahun lalu. Menurutnya, sistem pembayaran berbasis kode QR itu menjadi salah satu inovasi penting dalam menjaga aktivitas transaksi masyarakat.
QRIS Sudah Bisa Dipakai di Enam Negara
QRIS kini tidak hanya melayani transaksi pembayaran di Indonesia. BI telah memperluas konektivitasnya ke sejumlah negara melalui skema pembayaran lintas batas.
Enam negara yang sudah terhubung dengan QRIS meliputi:
Singapura
Malaysia
Thailand
Jepang
Korea Selatan
China
Dengan konektivitas tersebut, masyarakat Indonesia dapat menggunakan QRIS saat melakukan transaksi di negara-negara tersebut. Karena itu, wisatawan tidak selalu perlu menukarkan uang secara langsung ketika melakukan pembayaran.
Filianingsih mengatakan pengguna cukup memakai ponsel selama saldo tersedia. Sistem tersebut membuat proses pembayaran menjadi lebih praktis ketika masyarakat berada di luar negeri.
Perkembangan QRIS juga tidak terlepas dari kebutuhan transaksi digital yang meningkat. Selain itu, sistem pembayaran tanpa tatap muka sempat berperan penting ketika pandemi Covid-19 membatasi aktivitas masyarakat.
"Nah, kita lihat bahwa transaksi QRIS ini udah usianya udah 7 tahun ya. Kita lihat di sini bahwa dia merupakan game changer, dia penyelamat pada saat COVID transaksi tetap berjalan karena bisa tanpa tatap muka dilakukan pembayaran," ujar Filianingsih dalam acara Lampung Financial Festival 2026, Jumat (5/9/2026).
QRIS Bakal Terhubung ke Hong Kong dan India
Sementara itu, BI kini menyiapkan perluasan konektivitas QRIS dengan beberapa negara baru. Hong Kong, Timor Leste, dan India masuk dalam negara yang tengah menjalani proses persiapan.
BI juga berharap kerja sama serupa segera terealisasi dengan Arab Saudi. Pembahasan dengan negara-negara tersebut terus berjalan secara intensif.
"Kita sedang melakukan persiapan, ada diskusi yang intensif dengan Hong Kong, dengan Timor Leste, juga dengan India, dan sebentar lagi mudah-mudahan dengan Saudi Arabia," ucap Filianingsih.
Perluasan ke Arab Saudi memiliki manfaat khusus bagi masyarakat Indonesia. Pasalnya, banyak masyarakat Indonesia melakukan perjalanan ke negara tersebut untuk menjalankan ibadah Umrah dan Haji.
Jika konektivitas QRIS dengan Arab Saudi terealisasi, masyarakat dapat memiliki pilihan pembayaran digital ketika berada di sana. Dengan demikian, kebutuhan menukar uang dapat berkurang.
Filianingsih menyebut rencana tersebut dapat membantu masyarakat yang pergi untuk Umrah maupun Haji. "Jadi nanti kalau pergi Umrah pergi Haji nggak perlu tukar-tukar duit," katanya.
Transaksi QRIS Capai 15 Miliar hingga Juli 2026
Di sisi lain, perkembangan penggunaan QRIS di dalam negeri terus menunjukkan angka yang besar. Hingga Juli 2026, volume transaksi QRIS tercatat mencapai 15 miliar transaksi.
Jumlah merchant yang menerima pembayaran QRIS juga telah mencapai 45 juta merchant. Sementara itu, jumlah pengguna QRIS menyentuh 67 juta orang.
Angka tersebut menunjukkan luasnya penggunaan QRIS dalam aktivitas transaksi masyarakat. Selain itu, ekosistem pembayaran tersebut juga melibatkan berbagai penyedia jasa pembayaran.
Saat ini, layanan QRIS mendapat dukungan dari 96 bank. Kemudian, terdapat 60 lembaga non-bank yang ikut mendukung ekosistem tersebut.
Empat perusahaan switching juga mendukung operasional layanan QRIS. Dengan dukungan berbagai pihak tersebut, BI terus mengembangkan sistem pembayaran digital agar semakin luas digunakan.
Perluasan Pembayaran Lintas Negara
Pengembangan QRIS ke berbagai negara membuka konektivitas pembayaran yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia. Sebelumnya, pengguna sudah dapat memanfaatkan layanan tersebut di enam negara.
Selanjutnya, BI tengah mempersiapkan konektivitas dengan Hong Kong, Timor Leste, dan India. Arab Saudi juga menjadi salah satu negara yang diharapkan segera terhubung.
Perluasan ini membuat QRIS tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran domestik. Sistem tersebut juga berkembang menjadi bagian dari konektivitas pembayaran lintas negara.
Namun, proses perluasan masih membutuhkan persiapan dan pembahasan dengan masing-masing negara. Karena itu, penggunaan QRIS di negara baru bergantung pada realisasi kerja sama konektivitas yang sedang berjalan.
Jika seluruh rencana tersebut terealisasi, masyarakat Indonesia akan memiliki lebih banyak pilihan pembayaran digital ketika bepergian ke luar negeri. Terlebih lagi, rencana konektivitas dengan Arab Saudi dapat memberikan pilihan tambahan bagi jamaah Umrah dan Haji.
Dengan demikian, perkembangan QRIS terus bergerak dari sistem pembayaran nasional menuju jaringan pembayaran lintas negara. BI pun masih melanjutkan pembahasan untuk memperluas jangkauannya ke sejumlah negara berikutnya.
Kesimpulan
QRIS terus memperluas konektivitas pembayaran lintas negara. Saat ini, QRIS sudah dapat digunakan di Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan China.
Selanjutnya, BI tengah menyiapkan konektivitas dengan Hong Kong, Timor Leste, dan India. BI juga berharap kerja sama dengan Arab Saudi segera terealisasi.
Sementara itu, penggunaan QRIS di Indonesia terus berkembang. Hingga Juli 2026, volumenya mencapai 15 miliar transaksi dengan 45 juta merchant dan 67 juta pengguna.

0 Komentar Untuk "QRIS Bakal Terhubung ke Hong Kong hingga Arab Saudi"
Posting Komentar