Heboh! AI Google Diam-Diam Masuk ke Chrome Tanpa Izin Pengguna
OtakOnline.com, Jakarta - Gemini Nano di Chrome tengah menjadi perbincangan setelah muncul laporan bahwa model kecerdasan buatan milik Google itu dapat terpasang otomatis pada perangkat tertentu. Sejumlah pengguna bahkan mengaku tidak mengetahui keberadaan fitur AI tersebut di komputer mereka.
Temuan ini pertama kali ramai dibahas setelah pengembang perangkat lunak, Hanff, mengungkap keberadaan file khusus Gemini Nano di dalam folder sistem Chrome. Menurutnya, banyak pengguna baru menyadari keberadaan model AI tersebut setelah melakukan pencarian manual di perangkat mereka.
Di sisi lain, Google menegaskan bahwa pemasangan Gemini Nano di Chrome hanya dilakukan pada perangkat yang memenuhi syarat hardware tertentu. Perusahaan juga menyebut pengguna kini memiliki opsi untuk menonaktifkan serta menghapus model AI tersebut langsung dari pengaturan Chrome.
Gemini Nano di Chrome Disebut Terpasang Otomatis
Gemini Nano merupakan model AI ringan buatan Google yang dirancang berjalan langsung di perangkat pengguna. Teknologi ini digunakan untuk mendukung sejumlah fitur berbasis kecerdasan buatan tanpa harus selalu terhubung ke server cloud.
Beberapa fungsi Gemini Nano meliputi:
Mendeteksi panggilan telepon penipuan
Membantu penulisan pesan teks
Merangkum rekaman suara
Menganalisis tangkapan layar di perangkat Pixel
Namun, Gemini Nano berbeda dengan fitur AI Mode yang muncul di address bar Chrome. Jika pengguna memakai AI Mode, data permintaan tetap diproses melalui server Google Gemini. Sementara itu, Gemini Nano bekerja langsung dari perangkat pengguna.
Hanff menyebut banyak pengguna tidak menyadari keberadaan Gemini Nano di Chrome karena proses instalasi berjalan diam-diam di latar belakang. Menurutnya, Chrome tidak memberikan notifikasi khusus saat model AI tersebut dipasang.
"Chrome tidak meminta izin dan tidak menampilkan informasi yang jelas kepada pengguna," ujar Hanff dalam keterangannya.
Cara Mengecek Gemini Nano di Chrome
Pengguna Chrome sebenarnya dapat memeriksa apakah Gemini Nano sudah terpasang di perangkat mereka. Caranya cukup sederhana dan dapat dilakukan melalui file manager bawaan sistem operasi.
Berikut langkah mengeceknya:
Cari Folder OptGuideOnDeviceModel
Buka File Explorer di Windows
Buka Finder di Mac
Buka Files pada Chromebook
Cari folder bernama OptGuideOnDeviceModel
Di dalam folder tersebut terdapat file bernama weights.bin
File weights.bin disebut menjadi lokasi utama model Gemini Nano tersimpan di perangkat pengguna.
Meski begitu, tidak semua pengguna Chrome akan menemukan file tersebut. Google mengatakan hanya perangkat dengan spesifikasi tertentu yang akan menerima instalasi Gemini Nano.
Google Jelaskan Syarat Instalasi Gemini Nano
Google memberikan penjelasan resmi terkait kontroversi Gemini Nano di Chrome. Perusahaan menyebut model AI itu hanya dipasang jika perangkat memenuhi persyaratan sumber daya tertentu.
Menurut juru bicara Google, sistem akan otomatis menghapus Gemini Nano jika perangkat dianggap tidak memiliki kapasitas memadai.
Beberapa syarat yang diperhatikan antara lain:
Kekuatan prosesor
Kapasitas RAM
Ruang penyimpanan
Bandwidth jaringan
Selain itu, Google mengatakan sejak Februari lalu pengguna sudah bisa mematikan serta menghapus Gemini Nano langsung dari pengaturan Chrome.
"Setelah dinonaktifkan, model tidak akan lagi diunduh atau diperbarui," kata juru bicara Google.
Pernyataan tersebut muncul setelah meningkatnya kekhawatiran soal transparansi penggunaan AI di perangkat pribadi pengguna.
Cara Menghapus Gemini Nano di Chrome
Bagi pengguna yang ingin menghapus Gemini Nano di Chrome, tersedia beberapa metode yang bisa dilakukan.
Cara paling ekstrem adalah menghapus browser Chrome sepenuhnya dari perangkat. Namun, ada opsi lain yang lebih sederhana tanpa perlu uninstall aplikasi.
Berikut langkah mematikannya:
Ketik chrome://flags pada address bar Chrome
Cari menu Enables optimization guide on device
Ubah pengaturan menjadi Off
Restart browser Chrome
Dengan langkah tersebut, fitur AI berbasis perangkat dapat dinonaktifkan sehingga model Gemini Nano tidak lagi berjalan di latar belakang.
Namun, sebagian pengguna khawatir fitur AI serupa akan terus muncul di pembaruan Chrome berikutnya. Karena itu, isu transparansi kembali menjadi sorotan utama dalam pengembangan teknologi AI modern.
Sorotan Privasi dan Dampak Hukum
Kontroversi Gemini Nano di Chrome tidak hanya berkaitan dengan penggunaan memori perangkat. Isu privasi dan regulasi hukum juga ikut mencuat, terutama di wilayah Eropa.
Hanff menilai pemasangan otomatis model AI tanpa persetujuan jelas berpotensi melanggar prinsip transparansi dalam aturan General Data Protection Regulation atau GDPR Uni Eropa.
Selain itu, ia juga menyinggung kemungkinan dampak lingkungan dari penggunaan AI skala besar di perangkat pengguna. Menurutnya, Google seharusnya memberikan pengumuman terbuka terkait distribusi model AI tersebut.
Hanff menduga langkah ini dilakukan untuk mengurangi biaya operasional server AI milik Google. Dengan memindahkan proses komputasi ke perangkat pengguna, perusahaan dinilai dapat menekan biaya infrastruktur secara signifikan.
"Menjalankan AI di perangkat pengguna memungkinkan perusahaan menghadirkan fitur AI tanpa biaya komputasi besar di server mereka," jelas Hanff.
Meski begitu, Google belum memberikan rincian jumlah perangkat yang sudah menerima instalasi Gemini Nano di Chrome. Sampai saat ini, perusahaan hanya menegaskan bahwa pengguna tetap memiliki kendali untuk menonaktifkan fitur tersebut.
Sementara itu, pengamat teknologi menilai kontroversi ini bisa menjadi awal perdebatan baru mengenai batas penggunaan AI di perangkat pribadi. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, transparansi dinilai menjadi faktor penting agar kepercayaan pengguna tetap terjaga.
Gemini Nano di Chrome kini bukan sekadar fitur tambahan browser. Kehadirannya juga membuka diskusi luas soal privasi, izin pengguna, hingga masa depan AI yang berjalan langsung di perangkat pribadi.

0 Komentar Untuk "Heboh! AI Google Diam-Diam Masuk ke Chrome Tanpa Izin Pengguna"
Posting Komentar