Indosat ISAT Perkuat Bisnis Dark Fiber Bersama Investor

OtakOnline.com - Jakarta PT Indosat Tbk. (ISAT) resmi menandatangani sejumlah perjanjian penting terkait rencana transaksi bisnis infrastruktur dark fiber bersama anak usahanya, PT Aplikanusa Lintasarta. Dalam proyek ini, PT Ainfrastruktur Indonesia Raya turut hadir sebagai investor strategis.

Indosat ISAT Perkuat Bisnis Dark Fiber Bersama Investor

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Indosat untuk memperkuat infrastruktur digital nasional. Selain itu, kerja sama ini diharapkan mampu mendukung kebutuhan jaringan internet dan data yang terus meningkat di Indonesia.

Manajemen ISAT menyampaikan penandatanganan dilakukan terhadap tiga dokumen utama. Ketiganya meliputi Amandemen dan Pernyataan Kembali atas Perjanjian Investasi atau A&R Investment Agreement, Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA), serta Shareholders Agreement (SHA).

Indosat ISAT Dark Fiber Jadi Fokus Investasi Baru

Dalam keterbukaan informasi perusahaan, manajemen ISAT menjelaskan transaksi tersebut mengatur kerangka investasi usaha infrastruktur dark fiber yang dimiliki dan dijalankan bersama Lintasarta di Indonesia.

Melalui skema itu, investor nantinya akan mengakuisisi perusahaan target secara tidak langsung melalui perusahaan baru atau NewCo. Perusahaan baru tersebut akan ditentukan pada tahap selanjutnya setelah seluruh proses administrasi selesai.

“Dalam skema tersebut, investor akan mengakuisisi perusahaan target secara tidak langsung melalui perusahaan baru (NewCo) yang akan ditentukan kemudian,” ujar manajemen ISAT dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).

Selain itu, ISAT dan Lintasarta juga akan mengalihkan aset berupa jaringan kabel optik ke perusahaan target. Pengalihan dilakukan melalui kombinasi utang, penyetoran modal non-tunai atau inbreng, serta setoran tunai.

Setelah transaksi selesai, seluruh pihak akan menjadi pemegang saham langsung di perusahaan baru tersebut. Nantinya, NewCo akan memegang mayoritas saham perusahaan target yang bergerak di sektor infrastruktur dark fiber.

Apa Itu Dark Fiber dan Fungsinya?

Dark fiber merupakan jaringan serat optik yang sudah terpasang, namun belum digunakan untuk mentransmisikan sinyal komunikasi. Infrastruktur ini belum terhubung ke perangkat aktif sehingga tidak mengalirkan sinyal elektromagnetik.

Dalam industri telekomunikasi, dark fiber memiliki nilai strategis cukup tinggi. Infrastruktur tersebut sering dimanfaatkan operator telekomunikasi dan penyedia layanan internet untuk meningkatkan kapasitas jaringan.

Selain itu, dark fiber juga digunakan sebagai cadangan jaringan ketika terjadi gangguan sistem utama. Di sisi lain, jaringan ini penting untuk mendukung ekspansi layanan digital pada masa mendatang.

Berikut fungsi utama dark fiber dalam industri telekomunikasi:

  • Menambah kapasitas jaringan internet berkecepatan tinggi
  • Menjadi jalur cadangan saat terjadi gangguan jaringan
  • Mendukung pengembangan pusat data dan cloud computing
  • Mempercepat distribusi layanan digital nasional
  • Mendukung kebutuhan teknologi AI dan big data

Karena itu, investasi di sektor dark fiber dinilai memiliki prospek besar seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas digital di Indonesia.

Struktur Transaksi ISAT Berubah

ISAT juga mengungkapkan adanya perubahan struktur transaksi dibandingkan rencana awal yang disepakati pada Desember 2025 lalu.

Sebelumnya, entitas pengakuisisi perusahaan target dirancang dalam bentuk perusahaan terbuka yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Namun, para pihak akhirnya sepakat mengubah skema tersebut menjadi perusahaan tertutup.

Perubahan itu disebut sebagai bagian dari penyesuaian strategi investasi dan efisiensi bisnis. Meski begitu, tujuan utama pengembangan infrastruktur dark fiber tetap dipertahankan.

Sementara itu, efektivitas perjanjian CSPA dan SHA masih menunggu pemenuhan sejumlah syarat pendahuluan. Artinya, transaksi belum sepenuhnya final hingga seluruh ketentuan dipenuhi para pihak terkait.

Lintasarta Tetap Jadi Anak Usaha Strategis

Dalam keterangannya, ISAT menegaskan bahwa PT Aplikanusa Lintasarta masih menjadi entitas anak strategis perusahaan. Saat ini, Indosat memiliki kepemilikan langsung sebesar 72,36% di perusahaan tersebut.

Manajemen juga memastikan investor yang terlibat tidak memiliki hubungan afiliasi dengan Perseroan. Dengan demikian, transaksi ini dilakukan secara independen sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, perusahaan menilai penandatanganan tiga perjanjian tersebut tidak memberikan dampak negatif terhadap kegiatan operasional maupun kondisi hukum Perseroan.

“Penandatanganan A&R Investment Agreement, CSPA, dan SHA tidak memberikan dampak signifikan maupun merugikan terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, maupun kelangsungan usaha Perseroan,” tulis manajemen ISAT.

Prospek Bisnis Infrastruktur Digital Indonesia

Langkah Indosat ISAT dark fiber ini dinilai sejalan dengan pertumbuhan kebutuhan layanan digital nasional. Saat ini, konsumsi data internet terus meningkat, terutama akibat perkembangan teknologi cloud, kecerdasan buatan, hingga layanan streaming.

Selain itu, kebutuhan jaringan berkualitas tinggi juga meningkat di sektor industri, pendidikan, kesehatan, dan layanan publik. Karena itu, investasi infrastruktur fiber optik menjadi salah satu fokus penting perusahaan telekomunikasi.

Di sisi lain, persaingan industri telekomunikasi semakin bergeser ke penguatan infrastruktur digital. Operator tidak hanya bersaing pada layanan seluler, tetapi juga pengembangan jaringan data dan konektivitas berbasis fiber optik.

Dengan adanya transaksi ini, Indosat diperkirakan ingin memperkuat posisi bisnisnya di sektor infrastruktur digital nasional. Langkah tersebut sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru di luar layanan telekomunikasi tradisional.

Investasi dark fiber juga dipandang mampu mendukung transformasi digital Indonesia dalam jangka panjang. Terlebih, kebutuhan konektivitas diprediksi terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

0 Komentar Untuk "Indosat ISAT Perkuat Bisnis Dark Fiber Bersama Investor"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel