Sistem Pengawasan Cina Kian Canggih, Warga Jadi Data

OtakOnline.com, Beijing – Sistem pengawasan Cina kembali menjadi sorotan setelah seorang peneliti keamanan siber menemukan dasbor kepolisian yang menampilkan data rinci warga dan jurnalis asing. Temuan itu menunjukkan bagaimana teknologi pengawasan di negara tersebut berkembang semakin luas dan terintegrasi.


Sistem Pengawasan Cina Kian Canggih, Warga Jadi Data

Sistem pengawasan Cina kini disebut tidak lagi hanya mengandalkan kamera CCTV di jalan atau fasilitas umum. Teknologi terbaru justru mampu menyatukan banyak sumber data sekaligus untuk memantau aktivitas seseorang hampir tanpa jeda.

Selain itu, pengawasan digital tersebut disebut mampu merekam pergerakan, kebiasaan harian, hingga membangun profil lengkap individu secara real time. Kondisi ini memicu perhatian dunia karena ruang privasi dinilai semakin menyempit di tengah perkembangan teknologi keamanan modern.

Sistem Pengawasan Cina Masuk Tahap Baru

Temuan terbaru ini diungkap oleh peneliti keamanan siber dengan nama samaran NetAskari. Ia menemukan sebuah dasbor web Cina yang tidak terlindungi dan dapat diakses tanpa pengamanan tambahan.

Awalnya ia mengira sistem itu hanya berisi data simulasi. Namun, hasil yang muncul justru berbeda dari dugaan.

Di dalam sistem pengawasan Cina itu terdapat informasi lengkap mengenai hampir seluruh jurnalis asing yang berbasis di Beijing sekitar tahun 2021. Data yang muncul sangat rinci.

Beberapa data yang terlihat antara lain:

  • Foto paspor resmi dari kantor imigrasi
  • Nomor telepon pribadi
  • Informasi visa
  • Tanggal lahir
  • Riwayat pemantauan aparat
  • Identitas lokasi kunjungan

NetAskari bahkan menemukan data pribadinya sendiri masuk dalam daftar pengawasan.

Hal yang paling mengejutkan bukan hanya isi datanya. Namun, akses menuju sistem itu disebut sangat mudah. Karena itu, banyak pihak menilai tingkat perlindungan data menjadi perhatian besar.

Sistem tersebut dikembangkan untuk Biro Keamanan Publik di Zhangjiakou, wilayah yang menjadi lokasi Olimpiade Musim Dingin 2022.

Namun, dari sana terlihat arah pengembangan sistem pengawasan Cina yang jauh lebih luas.

Sistem Pengawasan Cina Lacak Perjalanan Secara Detail

Teknologi pengawasan terbaru ini bekerja dengan pendekatan data terpadu. Banyak sensor mengirimkan informasi ke satu sistem pusat.

Kemudian seluruh data dianalisis secara real time.

Seseorang yang bepergian menggunakan kereta misalnya, bisa terlacak sampai ke detail berikut:

  • Kota keberangkatan
  • Tujuan perjalanan
  • Nomor gerbong
  • Nomor kursi
  • Waktu keberangkatan
  • Riwayat perjalanan sebelumnya

Sementara itu, di lokasi wisata seperti resor ski, kamera pengenal wajah dapat langsung menghubungkan identitas seseorang ke sistem pusat.

Selain itu, data lain juga ikut masuk ke sistem.

Di antaranya:

  • Pembelian bahan bakar
  • Lokasi belanja rutin
  • Titik kunjungan tertentu
  • Aktivitas digital
  • Pola mobilitas harian

Karena itu, sistem pengawasan Cina kini dinilai tidak lagi sekadar memantau.

Teknologi tersebut sudah bergerak ke tahap analisis perilaku.

Data yang dikumpulkan kemudian dipadukan untuk membentuk profil menyeluruh seseorang. Dari sana aparat bisa membaca pola aktivitas dengan cepat.

Bahkan sebelum seseorang bergerak ke lokasi tertentu, sistem dapat memberi peringatan otomatis.

Jurnalis Asing Jadi Perhatian Utama

Dalam dokumen yang ditemukan, perhatian besar diberikan kepada warga asing.

Khususnya jurnalis dari negara-negara Five Eyes, yaitu:

  • Amerika Serikat
  • Inggris
  • Australia
  • Selandia Baru
  • Kanada

Mereka disebut mendapat label khusus di dalam sistem pengawasan Cina.

Begitu memasuki wilayah tertentu, notifikasi bisa langsung muncul ke petugas.

Meskipun begitu, perhatian terhadap jurnalis bukan hal baru di Cina.

Namun kini metode pengawasannya berubah cepat.

Jika dulu pengawasan dilakukan secara langsung di lapangan, sekarang sistem berbasis algoritma mampu bekerja otomatis.

Teknologi dapat membaca pola perjalanan seseorang.

Bahkan relasi dengan narasumber juga bisa dipetakan.

Di sisi lain, kondisi itu membuat pekerjaan jurnalistik independen semakin sulit dilakukan secara diam-diam.

Karena setiap pertemuan berpotensi tercatat dalam sistem.

Teknologi Bisa Prediksi Hubungan dan Pergerakan

Perkembangan terbaru sistem pengawasan Cina juga mengarah pada analisis jaringan sosial.

Sistem dapat membangun grafik hubungan antarindividu.

Cara kerjanya memanfaatkan frekuensi pertemuan dan data visual yang tertangkap kamera.

Dari sana aparat bisa melihat:

  • Siapa bertemu dengan siapa
  • Seberapa sering interaksi terjadi
  • Lokasi pertemuan
  • Pola kunjungan rutin
  • Hubungan yang dianggap dekat

Teknologi seperti ini terus dikembangkan.

Pada 2019, perusahaan teknologi Cina mengajukan paten sistem pemetaan relasi menyeluruh.

Kemudian pada 2025, pengembangan arsip personel terpadu juga terus didorong di beberapa wilayah.

Karena itu, kemampuan pengawasan kini bergerak lebih cepat dibanding metode lama.

Jika sebelumnya butuh banyak tenaga untuk memantau satu orang, sekarang algoritma dapat bekerja otomatis selama 24 jam.

Selain itu, tingkat akurasi disebut semakin tinggi.

Di tengah kemajuan teknologi tersebut, perdebatan soal privasi kembali menguat.

Beberapa negara demokrasi juga menghadapi isu serupa terkait pengawasan digital.

Namun, pengamat menilai konteks di Cina berbeda karena sistem terhubung lebih luas dan berjalan dalam pengawasan negara yang sangat terpusat.

Pada akhirnya, baik jurnalis asing maupun wisatawan biasa bisa masuk dalam jaringan pemantauan.

Sistem pengawasan Cina pun menggambarkan satu perubahan besar di era digital.

Manusia kini tidak hanya dikenali lewat wajah.

Namun juga lewat kebiasaan, pola perjalanan, hingga jejak digital sehari-hari.

Di tengah teknologi yang terus berkembang, batas antara keamanan dan privasi kini menjadi pembahasan yang semakin penting di banyak negara.

0 Komentar Untuk "Sistem Pengawasan Cina Kian Canggih, Warga Jadi Data"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel