Smartphone Konvensional Mulai Kehilangan Daya Tarik pada 2026

OtakOnline.com – Global - Smartphone konvensional diperkirakan mulai kehilangan daya tarik pada 2026. Proyeksi tersebut muncul seiring melambatnya pertumbuhan pasar ponsel pintar global akibat harga perangkat yang semakin mahal dan siklus penggantian yang semakin panjang.


Smartphone Konvensional Mulai Kehilangan Daya Tarik pada 2026

Laporan lembaga riset pasar International Data Corporation (IDC) menunjukkan industri smartphone memasuki fase baru. Konsumen kini cenderung mempertahankan perangkat mereka lebih lama dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Di sisi lain, segmen ponsel lipat justru diprediksi mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Kehadiran berbagai inovasi baru dari sejumlah produsen besar diyakini menjadi faktor utama yang akan mengubah arah pasar smartphone global dalam beberapa tahun mendatang.

Smartphone Konvensional Diprediksi Terus Melambat

Pasar smartphone global diperkirakan menghadapi tantangan yang semakin berat sepanjang 2026. IDC memproyeksikan pasar dapat mengalami penurunan hingga 5 persen dalam skenario pesimistis.

Salah satu penyebab utama adalah meningkatnya harga jual perangkat. Para analis memperkirakan harga komponen elektronik akan naik cukup tajam sehingga harga ritel smartphone bisa meningkat hingga sekitar 20 persen.

Selain itu, kondisi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian membuat masyarakat lebih berhati-hati dalam membelanjakan uangnya. Akibatnya, banyak konsumen memilih menggunakan smartphone lama dibanding membeli perangkat baru.

Laporan IDC yang diterbitkan pada 9 Desember 2025 juga memperkirakan pengapalan smartphone konvensional dengan layar non-lipat akan turun sekitar 1,4 persen sepanjang 2026.

Situasi tersebut memperlihatkan bahwa smartphone konvensional mulai memasuki fase pasar yang semakin matang. Inovasi yang dinilai tidak terlalu signifikan membuat sebagian konsumen belum memiliki alasan kuat untuk mengganti perangkat mereka.

HP Lipat Menjadi Mesin Pertumbuhan Baru

Berbeda dengan smartphone konvensional, kategori HP lipat justru diproyeksikan mengalami pertumbuhan sangat tinggi.

IDC memperkirakan pengapalan HP lipat meningkat hingga 29,7 persen sepanjang 2026. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelumnya.

Inovasi Baru Jadi Daya Tarik Konsumen

Pertumbuhan itu dipicu oleh hadirnya sejumlah produk baru dari berbagai produsen besar.

Beberapa inovasi yang diperkirakan akan mendorong pasar antara lain:

  • Kehadiran iPhone lipat pertama dari Apple.
  • Peluncuran Samsung Galaxy Z TriFold dengan desain layar lipat tiga.
  • Pertumbuhan perangkat lipat Huawei berbasis HarmonyOS Next.
  • Minat konsumen terhadap desain smartphone yang lebih fleksibel dan inovatif.

Direktur Riset Senior IDC, Nabila Popal, menilai tahun 2026 akan menjadi periode yang sangat penting bagi perkembangan HP lipat.

Menurutnya, Samsung akan membuka tahun dengan Galaxy Z TriFold yang membawa konsep ponsel lipat tiga ke pasar global. Sementara itu, Apple diperkirakan menjadi penggerak utama adopsi HP lipat ketika perusahaan tersebut memasuki kategori tersebut pada akhir 2026.

Apple dan Samsung Diperkirakan Mengubah Persaingan

Masuknya Apple ke pasar HP lipat diyakini menjadi titik balik industri smartphone.

Vice President Client Devices IDC, Francisco Jeronimo, mengatakan Apple selama ini dikenal mampu mempercepat adopsi kategori produk baru oleh pasar massal.

Karena itu, kehadiran iPhone lipat diperkirakan akan meningkatkan minat masyarakat terhadap perangkat lipat secara keseluruhan.

Meski begitu, HP lipat diperkirakan tetap menjadi segmen khusus dari sisi volume penjualan. Namun, nilai ekonominya jauh lebih besar karena harga jual rata-ratanya bisa mencapai tiga kali lipat dibandingkan smartphone standar.

Sementara itu, Samsung juga diperkirakan tetap mempertahankan posisinya sebagai salah satu pemain utama melalui inovasi perangkat lipat generasi terbaru.

Masa Depan Smartphone Konvensional Masih Penuh Tantangan

Kebiasaan konsumen yang semakin lama menggunakan perangkat membuat produsen smartphone harus mencari strategi baru.

Jika sebelumnya pergantian smartphone terjadi setiap dua atau tiga tahun, kini banyak pengguna memilih memakai perangkat hingga empat tahun atau bahkan lebih lama.

Kondisi tersebut membuat produsen membutuhkan inovasi yang benar-benar berbeda agar mampu mendorong masyarakat kembali membeli perangkat baru.

Dalam jangka panjang, IDC memperkirakan kategori HP lipat akan mencatat pertumbuhan tahunan rata-rata (CAGR) sebesar 17 persen hingga 2029. Sebaliknya, segmen smartphone konvensional diproyeksikan hanya tumbuh kurang dari 1 persen.

Untuk sistem operasi, Android diperkirakan tetap mendominasi pasar HP lipat pada 2026 dengan pangsa sekitar 61 persen. Apple diproyeksikan menguasai sekitar 22 persen, sedangkan HarmonyOS Next diperkirakan mencapai 17 persen.

Meskipun begitu, seluruh proyeksi tersebut masih dapat berubah mengikuti perkembangan ekonomi global, strategi produsen, serta respons konsumen terhadap berbagai inovasi yang akan hadir dalam beberapa tahun ke depan.

Perubahan tren tersebut menunjukkan bahwa smartphone konvensional mulai menghadapi tantangan besar. Sementara itu, perangkat lipat berpotensi menjadi motor pertumbuhan baru yang akan membentuk wajah industri ponsel pintar di masa depan.

0 Komentar Untuk "Smartphone Konvensional Mulai Kehilangan Daya Tarik pada 2026"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel