Laba BCA Semester I 2026 Capai Rp29,5 Triliun

OtakOnline.com | Jakarta - Laba BCA Semester I 2026 mencapai Rp29,5 triliun. Kinerja positif tersebut didukung pertumbuhan penyaluran kredit yang meningkat 8 persen secara tahunan atau year on year (yoy) hingga menembus Rp1.036 triliun untuk pertama kalinya.

Laba BCA Semester I 2026 mencapai Rp29,5 triliun. Kredit menembus Rp1.036 triliun dengan pertumbuhan kuat dan kualitas aset terjaga.

Pencapaian itu memperlihatkan kemampuan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjaga pertumbuhan bisnis di tengah dinamika ekonomi. Selain kredit yang meningkat, penghimpunan dana masyarakat juga tetap solid sehingga memperkuat likuiditas perusahaan.

Sementara itu, manajemen BCA menegaskan pertumbuhan kredit dilakukan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Strategi tersebut dinilai mampu menjaga kualitas aset sekaligus menopang profitabilitas perusahaan sepanjang paruh pertama 2026.

Laba BCA Semester I 2026 Ditopang Pertumbuhan Kredit

Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, mengatakan penyaluran kredit perseroan tumbuh 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Untuk pertama kalinya, total kredit BCA berhasil menembus angka Rp1.036 triliun. Capaian tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan bisnis perseroan.

Menurut Hera, pertumbuhan kredit didukung oleh pendanaan yang kuat melalui peningkatan giro dan tabungan atau Current Account Saving Account (CASA).

"Penyaluran kredit BCA per semester I 2026 tumbuh 8 persen year on year dan untuk pertama kalinya menembus angka Rp1.000 triliun, tepatnya senilai Rp1.036 triliun. Capaian tersebut didukung pendanaan solid dengan pertumbuhan giro dan tabungan CASA 10,2 persen year on year mencapai Rp1.082 triliun," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Selasa (28/7/2026).

Selain itu, pertumbuhan CASA menunjukkan kepercayaan nasabah terhadap layanan BCA tetap tinggi. Kondisi tersebut ikut membantu perusahaan menjaga biaya dana atau cost of fund pada level yang efisien.

Dana Pihak Ketiga dan CASA Terus Menguat

Tidak hanya kredit yang meningkat, Dana Pihak Ketiga (DPK) BCA juga mencatat pertumbuhan yang stabil sepanjang semester pertama 2026.

DPK meningkat 7,9 persen secara tahunan menjadi Rp1.284 triliun. Sementara itu, porsi CASA mencapai 84,3 persen dari total DPK.

Komposisi tersebut menjadi salah satu kekuatan utama BCA. Pasalnya, dominasi dana murah membantu bank menjaga efisiensi biaya pendanaan sekaligus memperkuat kemampuan menyalurkan kredit.

Di sisi lain, kondisi likuiditas yang sehat memberi ruang bagi BCA untuk terus mendukung kebutuhan pembiayaan berbagai sektor ekonomi.

Kredit Produktif Menjadi Penggerak Utama

BCA menegaskan seluruh penyaluran kredit dilakukan berdasarkan prinsip kehati-hatian. Selain itu, keputusan pembiayaan tetap mempertimbangkan kondisi likuiditas perusahaan.

Sepanjang semester I 2026, kredit ke sektor produktif mencapai Rp802 triliun atau naik 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Rincian pertumbuhan kredit produktif meliputi:

  • Kredit korporasi tumbuh 13,6 persen menjadi Rp513,4 triliun.

  • Kredit komersial dan usaha kecil menengah (UKM) naik 6,6 persen menjadi Rp288,5 triliun.

  • Total penyaluran kredit mencapai Rp1.036 triliun.

  • Pertumbuhan kredit secara keseluruhan mencapai 8 persen secara tahunan.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan permintaan pembiayaan dari dunia usaha masih terjaga. Karena itu, sektor produktif tetap menjadi fokus utama BCA dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Kualitas Kredit Tetap Terjaga

Selain mencatat pertumbuhan pembiayaan, BCA juga berhasil mempertahankan kualitas aset pada level yang sehat.

Loan at Risk (LAR) berada di level 4,9 persen. Sementara itu, rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) tercatat sebesar 1,9 persen.

Rasio tersebut mencerminkan pengelolaan risiko yang tetap disiplin. Meskipun begitu, BCA tetap memperkuat pencadangan untuk mengantisipasi dinamika ekonomi ke depan.

Dengan kualitas aset yang baik, perseroan mampu menjaga kinerja keuangan secara konsisten hingga akhirnya membukukan laba bersih sebesar Rp29,5 triliun bersama entitas anak.

Pembiayaan Hijau Tumbuh Signifikan

Selain memperkuat bisnis inti, BCA juga terus meningkatkan komitmen terhadap pembiayaan berkelanjutan.

Pembiayaan hijau tumbuh 19 persen secara tahunan menjadi Rp123 triliun pada semester I 2026.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh beberapa sektor strategis, antara lain:

  • Pembiayaan energi terbarukan naik 82 persen menjadi Rp7,7 triliun.

  • Kredit kendaraan listrik meningkat 25 persen menjadi Rp4 triliun.

  • Pembiayaan berkelanjutan terus diperluas ke berbagai sektor ramah lingkungan.

Langkah ini menunjukkan bahwa BCA tidak hanya mengejar pertumbuhan bisnis. Namun, perseroan juga mendukung transisi menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Prospek BCA Masih Positif

Kinerja semester pertama 2026 memperlihatkan fundamental BCA tetap kuat. Pertumbuhan kredit, peningkatan dana masyarakat, dan kualitas aset yang sehat menjadi faktor utama yang menopang kinerja perusahaan.

Selain itu, pembiayaan produktif dan pembiayaan hijau terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan investasi di berbagai sektor. Kondisi tersebut memberikan peluang bagi BCA untuk mempertahankan momentum pertumbuhan hingga akhir tahun.

Dengan laba BCA Semester I 2026 sebesar Rp29,5 triliun, perseroan kembali menunjukkan daya tahan bisnis yang solid. Ke depan, BCA diperkirakan akan terus fokus menjaga keseimbangan antara ekspansi kredit, pengelolaan risiko, dan inovasi layanan demi mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.

0 Komentar Untuk "Laba BCA Semester I 2026 Capai Rp29,5 Triliun"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel