Malaysia Selangkah Lagi Jadi Negara Maju Versi Bank Dunia

OtakOnline.com - Jakarta - Malaysia selangkah lagi jadi negara maju berdasarkan klasifikasi Bank Dunia. Pemerintah Malaysia menyatakan pendapatan nasional negaranya kini hanya terpaut sekitar 7,1 persen dari ambang batas negara berpendapatan tinggi yang ditetapkan lembaga tersebut.

Malaysia selangkah lagi jadi negara maju dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat dan inflasi yang tetap terkendali.

Pencapaian itu didukung pertumbuhan ekonomi yang tetap kuat sepanjang kuartal II 2026. Selain itu, inflasi berhasil dijaga pada level rendah, sementara tingkat pengangguran tetap berada dalam kisaran yang sehat.

Pemerintah Malaysia menilai capaian tersebut menjadi fondasi penting untuk mendorong produktivitas, memperluas lapangan kerja berkualitas, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, pemerintah menegaskan bahwa status negara maju bukan sekadar mengejar angka pendapatan nasional.

Pertumbuhan Ekonomi Perkuat Peluang Malaysia

Pemerintah Malaysia optimistis mampu segera memasuki kelompok negara berpendapatan tinggi menurut klasifikasi Bank Dunia. Optimisme tersebut muncul setelah ekonomi negeri jiran tumbuh sebesar 5,8 persen pada kuartal II 2026.

Menteri Ekonomi Malaysia, Akmal Nasrullah Mohd Nasir, mengatakan pertumbuhan itu berjalan beriringan dengan inflasi yang tetap terkendali sebesar 1,9 persen. Sementara itu, tingkat pengangguran juga berada di angka tiga persen.

Menurutnya, kombinasi indikator tersebut menunjukkan ekonomi Malaysia tetap berada di jalur yang sehat. Karena itu, pemerintah ingin mempertahankan momentum agar manfaat pertumbuhan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Akmal menjelaskan bahwa melampaui batas pendapatan yang ditetapkan Bank Dunia bukanlah tujuan akhir. Sebaliknya, pemerintah ingin memastikan pertumbuhan ekonomi benar-benar menghasilkan pekerjaan yang lebih baik, kenaikan upah, serta daya beli masyarakat yang semakin kuat.

Ia menegaskan pembangunan ekonomi harus memberikan manfaat nyata bagi warga. Dengan demikian, keberhasilan tidak hanya diukur dari statistik, tetapi juga dari kualitas hidup masyarakat.

Pendapatan Nasional Semakin Dekati Ambang Negara Maju

Data pemerintah menunjukkan pendapatan nasional bruto atau Gross National Income (GNI) per kapita Malaysia pada 2025 mencapai RM57.200 atau sekitar US$13.351.

Angka tersebut memang masih berada di bawah batas negara berpendapatan tinggi versi Bank Dunia yang mencapai US$14.375. Meskipun begitu, selisihnya kini hanya sekitar 7,1 persen.

Kondisi tersebut membuat pemerintah yakin Malaysia semakin dekat memperoleh status negara berpendapatan tinggi. Selain itu, berbagai indikator makroekonomi juga menunjukkan arah yang positif.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahunan berada pada kisaran empat hingga lima persen selama 2026. Target itu akan ditopang oleh meningkatnya permintaan domestik, investasi swasta, ekspor, serta perkembangan sektor teknologi.

Beberapa sektor yang menjadi fokus utama meliputi industri semikonduktor, pusat data, ekonomi digital, dan berbagai investasi berbasis teknologi tinggi. Pemerintah berharap sektor-sektor tersebut mampu menjadi mesin pertumbuhan baru.

Tantangan Kualitas Tenaga Kerja Masih Besar

Di sisi lain, pemerintah mengakui masih terdapat tantangan struktural yang perlu segera diatasi. Salah satunya adalah tingginya angka pekerja berpendidikan tinggi yang bekerja di bidang yang tidak sesuai dengan kompetensinya.

Berdasarkan Survei Ekonomi OECD: Malaysia 2026, sebanyak 35,6 persen lulusan berpendidikan tinggi mengalami skills mismatch. Artinya, mereka bekerja pada posisi yang membutuhkan keterampilan lebih rendah dibandingkan pendidikan yang dimiliki.

Akmal menilai kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari jumlah lulusan setiap tahun.

Karena itu, pemerintah akan memperkuat penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri. Selain itu, pendidikan vokasi dan pelatihan teknis atau TVET akan terus diperluas agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Program Akademi dalam Industri serta berbagai pelatihan peningkatan keterampilan juga akan difokuskan pada sektor semikonduktor, kecerdasan buatan, dan ekonomi digital. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan tenaga kerja yang lebih kompetitif.

Pemerintah menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi syarat penting agar pertumbuhan ekonomi dapat berlangsung secara berkelanjutan. Dengan begitu, produktivitas nasional juga akan meningkat.

Defisit Fiskal Terus Menyusut Hingga 2030

Selain mencatat pertumbuhan ekonomi yang solid, Malaysia juga menunjukkan perbaikan pada kondisi fiskal nasional.

Defisit fiskal pemerintah federal berhasil turun dari 5,5 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2022 menjadi 3,7 persen pada 2025.

Pemerintah berkomitmen melanjutkan konsolidasi fiskal secara bertahap hingga defisit berada di kisaran tiga persen atau lebih rendah pada 2030.

Namun, kebijakan tersebut tidak dilakukan dengan mengurangi perlindungan kepada masyarakat. Sebaliknya, pemerintah akan memperbaiki penyaluran bantuan agar lebih tepat sasaran sekaligus mengurangi kebocoran anggaran.

Dana publik juga akan tetap diarahkan untuk sektor-sektor prioritas seperti pendidikan, layanan kesehatan, dan pembangunan infrastruktur. Langkah itu diharapkan mampu menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat daya saing nasional.

Ke depan, Malaysia selangkah lagi jadi negara maju bukan hanya bergantung pada peningkatan pendapatan nasional. Pemerintah juga menekankan pentingnya produktivitas, kualitas tenaga kerja, stabilitas fiskal, serta pemerataan manfaat ekonomi agar status tersebut benar-benar mencerminkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

0 Komentar Untuk "Malaysia Selangkah Lagi Jadi Negara Maju Versi Bank Dunia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel