Danantara Buka Suara soal Saham GOTO Didepak MSCI

OtakOnline.com - Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) merespons keputusan MSCI yang mengeluarkan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dari MSCI Global Standard Indexes. Saham GOTO didepak MSCI setelah muncul persoalan likuiditas yang dinilai sangat rendah.

Danantara Buka Suara soal Saham GOTO Didepak MSCI

Keputusan tersebut menjadi perhatian karena Danantara diketahui memiliki saham GOTO melalui pembelian di Bursa Efek Indonesia (BEI). Porsi kepemilikan tersebut tercatat kurang dari 1% dari total saham GOTO yang beredar.

Managing Director Finance Danantara Investment Management (DIM) Djamal Attamimi memilih tidak memberikan banyak komentar mengenai investasi tersebut. Menurutnya, pengelolaan portofolio saham berada pada tim investasi publik yang memiliki kewenangan terkait keputusan jual-beli.

Danantara Serahkan Keputusan Saham kepada Asset Manager

Djamal menjelaskan bahwa investasi Danantara di pasar modal selama ini dilakukan melalui sejumlah asset manager. Mereka bertanggung jawab mengelola portofolio sesuai strategi investasi yang telah ditetapkan.

Karena itu, keputusan mengenai transaksi saham tidak secara langsung berada di tangannya. Asset manager memiliki kewenangan untuk menentukan langkah investasi dalam portofolio yang mereka kelola.

"Kalau itu saya nggak bisa komen karena itu merupakan portfolio investasi yang ada di tim publik kita. Jadi, mungkin harus dijawab oleh managing director yang bersangkutan," kata Djamal di gedung BEI, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2026).

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Danantara memisahkan pengelolaan investasi berdasarkan tim dan mandat masing-masing. Dengan demikian, keputusan terhadap saham GOTO menjadi bagian dari strategi pengelolaan portofolio publik.

Djamal juga menegaskan bahwa asset manager menjadi pihak yang menjalankan keputusan investasi tersebut. Mereka dapat menentukan transaksi berdasarkan kondisi pasar dan pertimbangan portofolio.

"Tapi investasi kita di pasar modal ini sejauh ini masih melalui para asset manager yang ada. Jadi mereka yang akan melakukan keputusan jual-beli untuk portfolio masing-masing," jelasnya.

Saham GOTO Didepak MSCI karena Likuiditas

Saham GOTO didepak MSCI setelah penyedia indeks tersebut melakukan peninjauan terhadap MSCI Indonesia Investable Market Index. Penilaian tersebut turut mengacu pada perkembangan harga saham perseroan di pasar.

MSCI kemudian menemukan potensi persoalan pada kemampuan investor untuk mereplikasi indeks. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah tingkat likuiditas saham GOTO yang sangat rendah.

Kondisi tersebut berkaitan dengan harga saham GOTO yang berada di level terendah perdagangan BEI. Harga saham perseroan tercatat berada pada posisi Rp50 per saham.

MSCI mencatat harga tersebut sejak penutupan perdagangan pada 13 Mei 2026. Posisi itu kemudian menjadi salah satu pertimbangan dalam evaluasi indeks.

Menurut pengumuman MSCI pada Kamis (13/8/2026), persoalan likuiditas dapat menyulitkan proses replikasi indeks. Kondisi tersebut membuat saham GOTO tidak lagi memenuhi pertimbangan untuk tetap berada dalam MSCI Global Standard Indexes.

Dengan demikian, keputusan MSCI bukan semata-mata berkaitan dengan kinerja operasional GOTO. Faktor perdagangan saham dan tingkat likuiditas juga menjadi bagian penting dalam penilaian indeks.

Dampak Penghapusan GOTO dari Indeks MSCI

Penghapusan dari indeks global dapat menjadi perhatian bagi emiten. Pasalnya, sejumlah investor institusi menggunakan indeks sebagai salah satu acuan dalam mengelola portofolio.

Ketika sebuah saham keluar dari indeks, sebagian pengelola dana dapat melakukan penyesuaian portofolio. Namun, langkah tersebut tetap bergantung pada strategi dan mandat masing-masing investor.

Selain itu, perubahan status indeks dapat memengaruhi perhatian pasar terhadap saham terkait. Investor biasanya akan mencermati volume transaksi, harga saham, serta perkembangan fundamental perusahaan.

Bagi GOTO, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri. Perseroan harus menjaga kepercayaan pasar di tengah perhatian terhadap likuiditas saham.

Di sisi lain, penghapusan dari indeks juga tidak secara otomatis menentukan prospek bisnis perusahaan. Kinerja operasional, pertumbuhan pengguna, pendapatan, efisiensi, dan kemampuan mencapai target tetap menjadi faktor penting.

Karena itu, investor perlu melihat kondisi GOTO secara menyeluruh. Perubahan indeks sebaiknya tidak menjadi satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan investasi.

Posisi Danantara dalam Investasi GOTO

Danantara diketahui telah membeli saham GOTO melalui BEI dengan porsi kurang dari 1% dari total saham tercatat. Kepemilikan tersebut menjadi sorotan setelah MSCI mengumumkan perubahan komposisi indeks.

Namun, Danantara belum memberikan penjelasan mengenai langkah yang akan diambil terhadap saham tersebut. Djamal menegaskan keputusan investasi berada pada asset manager yang mengelola portofolio publik.

Sementara itu, kondisi saham GOTO masih akan menjadi perhatian pelaku pasar. Harga di level Rp50 menjadi faktor penting dalam pembahasan mengenai likuiditas.

Di sisi lain, investor juga akan mencermati respons manajemen GOTO terhadap perubahan status tersebut. Fundamental bisnis dan target perusahaan tetap menjadi indikator penting dalam menilai prospek saham.

Investor Perlu Mencermati Perkembangan Pasar

Perubahan komposisi indeks global dapat memicu perhatian pasar dalam jangka pendek. Namun, dampak terhadap harga saham dapat berbeda tergantung kondisi transaksi dan sentimen investor.

Selain itu, investor perlu memahami bahwa indeks MSCI memiliki metodologi dan kriteria tertentu. Perubahan status sebuah saham dapat terjadi karena berbagai faktor pasar.

Karena itu, keputusan investasi sebaiknya tetap mempertimbangkan profil risiko masing-masing investor. Data perdagangan dan perkembangan fundamental juga perlu diperhatikan secara berkala.

Meskipun saham GOTO didepak MSCI, kondisi tersebut tidak serta-merta menggambarkan keseluruhan kinerja bisnis perusahaan. Investor tetap perlu mencermati perkembangan GOTO dan strategi Danantara berikutnya.

Dengan keputusan investasi yang berada di tangan asset manager, arah pengelolaan saham GOTO dalam portofolio Danantara masih menjadi perhatian. Pasar kini menunggu langkah selanjutnya dari pengelola investasi tersebut.

0 Komentar Untuk "Danantara Buka Suara soal Saham GOTO Didepak MSCI"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel