Paylater Masih Meningkat, OJK Sebut Prospeknya Kian Cerah
OtakOnline.com - Jakarta - Penggunaan paylater di Indonesia terus menunjukkan tren pertumbuhan yang positif hingga pertengahan 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai layanan Buy Now Pay Later (BNPL) masih memiliki prospek yang cerah seiring berkembangnya ekonomi digital dan semakin mudahnya masyarakat mengakses layanan pembiayaan.
Layanan paylater kini menjadi salah satu pilihan utama masyarakat untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jangka pendek. Kemudahan proses pengajuan, persetujuan yang cepat, hingga transaksi yang praktis menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan pengguna setiap tahunnya.
Selain itu, OJK menilai pertumbuhan layanan ini masih berada dalam batas yang sehat. Meski jumlah pengguna terus bertambah, porsi pembiayaan paylater terhadap total kredit perbankan nasional masih relatif kecil sehingga belum menimbulkan risiko yang signifikan terhadap stabilitas industri perbankan.
Penggunaan Paylater Terus Bertambah
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan layanan Buy Now Pay Later atau paylater masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar. Hal itu didukung oleh perkembangan ekosistem ekonomi digital yang semakin pesat.
Menurutnya, kemudahan, kecepatan, serta efisiensi proses persetujuan membuat masyarakat lebih tertarik menggunakan paylater dibandingkan kartu kredit untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari.
Ia menjelaskan bahwa perubahan perilaku konsumen juga ikut memengaruhi tren tersebut. Generasi muda kini semakin terbiasa memanfaatkan cicilan berbunga jangka pendek sebagai bagian dari pola konsumsi modern.
Fenomena itu terlihat dari meningkatnya jumlah pengguna layanan paylater dalam beberapa tahun terakhir. Masyarakat menilai layanan tersebut lebih praktis karena proses pengajuan dapat dilakukan secara digital tanpa prosedur yang rumit.
Namun demikian, OJK tetap mengingatkan agar masyarakat menggunakan fasilitas pembiayaan secara bijak. Kemudahan akses sebaiknya diimbangi dengan kemampuan membayar agar tidak menimbulkan beban keuangan di kemudian hari.
Data OJK Tunjukkan Pertumbuhan Positif
Berdasarkan data OJK, baki debet paylater perbankan hingga Juni 2026 mencapai Rp30,71 triliun. Nilai tersebut tumbuh 33,54 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Meski begitu, laju pertumbuhan sedikit melambat dibandingkan Mei 2026 yang mencapai 37,72 persen. Perlambatan tersebut dinilai sebagai bagian dari proses normalisasi setelah pertumbuhan tinggi pada periode sebelumnya.
Sementara itu, jumlah rekening paylater perbankan kini telah mencapai 32,8 juta rekening. Rata-rata baki debet setiap rekening tercatat sekitar Rp940 ribu.
Angka tersebut menunjukkan bahwa layanan paylater semakin diterima masyarakat dari berbagai kalangan. Meskipun jumlah rekening terus bertambah, rata-rata nilai pembiayaan masih berada pada kisaran yang relatif terkendali.
Di sisi lain, OJK menilai kontribusi paylater terhadap keseluruhan kredit perbankan nasional masih sangat kecil. Hingga Juni 2026, porsinya baru sekitar 0,34 persen dari total kredit perbankan.
Perubahan Gaya Hidup Ikut Mendorong Paylater
Menurut Dian Ediana Rae, meningkatnya penggunaan paylater tidak hanya dipengaruhi faktor teknologi, tetapi juga perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola kebutuhan konsumsi.
Generasi muda kini lebih terbiasa menggunakan pembayaran cicilan jangka pendek untuk membeli berbagai kebutuhan. Selain proses yang cepat, layanan digital juga memberikan pengalaman transaksi yang lebih sederhana dibandingkan metode pembiayaan konvensional.
Sementara itu, dari sudut pandang ekonomi makro, peningkatan penggunaan paylater mencerminkan upaya rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan konsumsi melalui pembiayaan jangka pendek.
Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa permintaan konsumsi masyarakat masih cukup terjaga. Namun, penggunaan utang konsumtif tetap harus disesuaikan dengan kemampuan finansial masing-masing pengguna.
Karena itu, edukasi mengenai literasi keuangan tetap menjadi aspek penting agar masyarakat memahami manfaat sekaligus risiko dari penggunaan layanan paylater.
Risiko Kredit Masih Terkendali
Selain mencatat pertumbuhan yang tinggi, OJK juga menilai kualitas pembiayaan paylater masih berada dalam kondisi yang sehat.
Rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) paylater perbankan pada Juni 2026 tercatat sebesar 2,36 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan Mei 2026 yang berada di level 2,50 persen.
Penurunan rasio NPL menunjukkan bahwa sebagian besar pengguna masih mampu memenuhi kewajiban pembayaran sesuai jadwal. Hal ini menjadi indikator positif bagi keberlanjutan bisnis pembiayaan digital di Indonesia.
Selain itu, pertumbuhan baki debet paylater juga didorong oleh kelompok bank KBMI 1 dan KBMI 3 yang berhasil mencatatkan pertumbuhan dua digit selama periode tersebut.
Meski demikian, OJK akan terus melakukan pengawasan terhadap perkembangan industri pembiayaan digital agar pertumbuhannya tetap sehat dan tidak meningkatkan risiko bagi sistem keuangan nasional.
Hal Penting dari Data Paylater Juni 2026
Beberapa poin penting dari perkembangan paylater berdasarkan data OJK meliputi:
Baki debet paylater mencapai Rp30,71 triliun.
Pertumbuhan tahunan sebesar 33,54 persen.
Jumlah rekening mencapai 32,8 juta.
Rata-rata baki debet sekitar Rp940 ribu per rekening.
Pangsa terhadap total kredit perbankan sebesar 0,34 persen.
Rasio kredit bermasalah (NPL) turun menjadi 2,36 persen.
Pertumbuhan terutama didorong oleh bank KBMI 1 dan KBMI 3.
Secara keseluruhan, perkembangan penggunaan paylater masih menunjukkan tren yang positif sepanjang semester pertama 2026. Dukungan perkembangan ekonomi digital, perubahan pola konsumsi masyarakat, serta kualitas pembiayaan yang tetap terjaga menjadi faktor utama yang membuat OJK optimistis terhadap prospek layanan ini.
Meskipun demikian, masyarakat tetap diimbau menggunakan paylater secara bijak. Kemudahan memperoleh pembiayaan hendaknya dimanfaatkan sesuai kebutuhan dan kemampuan membayar agar kondisi keuangan tetap sehat dalam jangka panjang.

0 Komentar Untuk "Paylater Masih Meningkat, OJK Sebut Prospeknya Kian Cerah"
Posting Komentar